Hari Raya Maria dikandung tanpa dosa, 8 Desember 2018

Kej 3: 9-15 + Ef 1: 3-6 + Luk 1: 26-38

 

 

Lectio

Dalam bulan yang keenam Allah menyuruh malaikat Gabriel pergi ke sebuah kota di Galilea bernama Nazaret, kepada seorang perawan yang bertunangan dengan seorang bernama Yusuf dari keluarga Daud; nama perawan itu Maria.  Ketika malaikat itu masuk ke rumah Maria, ia berkata: "Salam, hai engkau yang dikaruniai, Tuhan menyertai engkau." Maria terkejut mendengar perkataan itu, lalu bertanya di dalam hatinya, apakah arti salam itu". Kata malaikat itu kepadanya: "Jangan takut, hai Maria, sebab engkau beroleh kasih karunia di hadapan Allah.  Sesungguhnya engkau akan mengandung dan akan melahirkan seorang anak laki-laki dan hendaklah engkau menamai Dia Yesus. Ia akan menjadi besar dan akan disebut Anak Allah Yang Mahatinggi. Dan Tuhan Allah akan mengaruniakan kepada-Nya takhta Daud, bapa leluhur-Nya, dan Ia akan menjadi raja atas kaum keturunan Yakub sampai selama-lamanya dan Kerajaan-Nya tidak akan berkesudahan." Kata Maria kepada malaikat itu: "Bagaimana hal itu mungkin terjadi, karena aku belum bersuami?"  Jawab malaikat itu kepadanya: "Roh Kudus akan turun atasmu dan kuasa Allah Yang Mahatinggi akan menaungi engkau; sebab itu anak yang akan kaulahirkan itu akan disebut kudus, Anak Allah.  Dan sesungguhnya, Elisabet, sanakmu itu, ia pun sedang mengandung seorang anak laki-laki pada hari tuanya dan inilah bulan yang keenam bagi dia, yang disebut mandul itu.  Sebab bagi Allah tidak ada yang mustahil."  Kata Maria: "Sesungguhnya aku ini adalah hamba Tuhan; jadilah padaku menurut perkataanmu itu." Lalu malaikat itu meninggalkan dia.

 

Meditatio

'Salam, hai engkau yang dikaruniai, Tuhan menyertai engkau'. Kabar sukacita yang disampaikan seorang malaikat ini kepada Maria, mengandaikan Maria memang sudah dalam keadaan ber'rahmat'. Tuhan selalu menyertai dirinya. Walau jujur Maria sendiri tidak menyadarinya, sehingga sempat membuat Maria terkejut mendengar perkataan itu, lalu bertanya di dalam hatinya, apakah arti salam itu. Kapan mulai penyertaanNya? Apakah Tuhan Allah tidak melakukan segala sesuatu secara terencana? Apakah sabda ini dilakukan secara mendadak? Bila Allah melakukan sesuatu secara mendadak mengandaikan Allah itu otoriter, dan mau menyenangkan diriNya sendiri. Apakah kita mau memahami Tuhan Allah seperti itu?  

'Jangan takut, hai Maria, sebab engkau beroleh kasih karunia di hadapan Allah.  Sesungguhnya engkau akan mengandung dan akan melahirkan seorang anak laki-laki dan hendaklah engkau menamai Dia Yesus. Ia akan menjadi besar dan akan disebut Anak Allah Yang Mahatinggi. Dan Tuhan Allah akan mengaruniakan kepada-Nya takhta Daud, bapa leluhur-Nya, dan Ia akan menjadi raja atas kaum keturunan Yakub sampai selama-lamanya dan Kerajaan-Nya tidak akan berkesudahan'.  Inilah karunia indah yang hendak diterima Maria. Dia akan mengandung dan melahirkan Yesus, Anak Allah yang Mahatinggi.

'Roh Kudus akan turun atasmu dan kuasa Allah Yang Mahatinggi akan menaungi engkau; sebab itu anak yang akan kaulahirkan itu akan disebut kudus, Anak Allah', kata malaikat itu ketika Maria bertanya bagaimana semuanya itu terjadi. Bukankah dia masih seorang diri, belum menikah?  'Bagaimana hal itu mungkin terjadi, karena aku belum bersuami?'. Tuhan Allah akan atur segala-galanya. Allah akan bekerja secara nyata dalam diri RohNya yang kudus. 'Aku akan mengadakan permusuhan antara engkau dan perempuan ini, antara keturunanmu dan keturunannya; keturunannya akan meremukkan kepalamu, dan engkau akan meremukkan tumitnya' (Kej 3: 5). Inilah program keselamatan yang dikenakan pada perempuan muda yang dinubuatkan itu. Dialah Maria.

'Sesungguhnya aku ini adalah hamba Tuhan; jadilah padaku menurut perkataanmu itu', jawab seorang Maria kepada malaikat itu. Apakah Maria mengerti semua yang dikatakan sang Malaikat? Kiranya belum ditangkap semua. Namun Maria sepertinya terbiasa memilih yang terbaik bagi hidupnya. Maria terbiasa mengamini hukum Taurat, sehingga ketika malaikat berbicara, tidaklah sulit untuk mengamininya.

Hari ini kita merayakan Maria dikandung tanpa noda. Kalau kita saja yang mudah jatuh dalam dosa, 'di dalam Dia Allah telah memilih kita sebelum dunia dijadikan, supaya kita kudus dan tak bercacat di hadapan-Nya' (Ef 1: 4), apalagi Maria? Mari kita nikmati keterpilihan kita dalam Kristus Yesus.

 

Oratio

Ya Yesus Kristus, kiranya kamipun belajar untuk berpasrah diri dan menyerahkan hidup ini dalam bimbinganMu, karena Engkaulah sang kehidupan yang mampu melakukan segala-galanya. Ya Yesus, dampingi dan teguhkanlah iman kami kepadaMu.

Santa Perawan Maria, doakanlah kami. Amin

 

Contemplatio

Pertama, 'sesungguhnya aku ini adalah hamba Tuhan; jadilah padaku menurut perkataanmu itu'. Inilah iman sejati.

Kedua, 'di dalam Dia Allah telah memilih kita sebelum dunia dijadikan, supaya kita kudus dan tak bercacat di hadapan-Nya'. Tentunya demikian juga Maria.

 






Oremus Inter Nos
Marilah Kita Saling Mendoakan

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Hari Raya Pentakosta

Pesta Maria mengunjungi Elizabet

Hari Raya Kelahiran Yohanes Pembaptis