Hari Raya Natal, Kelahiran sang Al Masih, 25 Desember 2018

Yes 62: 1-6 + Tit 3: 4-7 + Luk 2:15-20

 

 

Lectio

Setelah malaikat-malaikat itu meninggalkan mereka dan kembali ke sorga, gembala-gembala itu berkata seorang kepada yang lain: "Marilah kita pergi ke Betlehem untuk melihat apa yang terjadi di sana, seperti yang diberitahukan Tuhan kepada kita." Lalu mereka cepat-cepat berangkat dan menjumpai Maria dan Yusuf dan bayi itu, yang sedang berbaring di dalam palungan. Dan ketika mereka melihatNya, mereka memberitahukan apa yang telah dikatakan kepada mereka tentang Anak itu. Dan semua orang yang mendengarnya heran tentang apa yang dikatakan gembala-gembala itu kepada mereka. Tetapi Maria menyimpan segala perkara itu di dalam hatinya dan merenungkannya. Maka kembalilah gembala-gembala itu sambil memuji dan memuliakan Allah karena segala sesuatu yang mereka dengar dan mereka lihat, semuanya sesuai dengan apa yang telah dikatakan kepada mereka.

 

Meditatio

Setelah malaikat-malaikat itu meninggalkan mereka dan kembali ke sorga. Berapa lamakah para malaikat bersama dengan mereka? Kiranya hanya berlangsung sejenak, tetapi para gembala merasakan sukacita yang nyata. Mereka melihat realitas surgawi, dan mereka tidak ragu dan berkata seorang kepada yang lain: 'marilah kita pergi ke Betlehem untuk melihat apa yang terjadi di sana, seperti yang diberitahukan Tuhan kepada kita'.  Sebagai orang sederhana, para gembala tidak memikirkan ternak domba, harta benda yang dimilikinya. Mereka ingin melihat bahwa sabda itu telah menjadi kenyataan. Mereka bukannya meminta bukti, sebagaimana dilakukan Zakharia, melainkan mereka ingin mengalami langsung kehadiran Yesus Al Masih datang ke tengah-tengah mereka. Mereka juga ingin menikmati kenyataan surgawi. Kaum gembala sebagai kaum tak terpelajar, tetapi mempunyai kerinduan yang mendalam akan Allah, dan mereka tidak suka mengulur-ulur waktu. Orang yang rindu akan Allah menghendaki kenyataan hidup itu, bukan esok, tetapi sekarang juga, termasuk mengalami kehadiran Allah yang menyelamatkan.

Lalu mereka cepat-cepat berangkat dan menjumpai Maria dan Yusuf dan bayi itu, yang sedang berbaring di dalam palungan. Ternyata benar bahwa Sabda itu telah menjadi nyata, telah lahir seorang bayi Yesus, yang dibaringkan dalam kesederhananNya, di dalam palungan, tempat makan ternak. Tidak diperhitungkan oleh banyak orang.  Keagungan dan semarak ditampakkan dalam kesederhanaan. Keperkasaan Allah ditampakkan dalam kelembutan dan kelemahan. Para gembala tidak menolak kehadiran Tuhan dalam tanda yang amat sederhana. Ketika melihatNya, mereka memberitahukan apa yang telah dikatakan kepada mereka tentang Anak itu. Dan semua orang yang mendengarnya heran tentang apa yang dikatakan gembala-gembala itu kepada mereka. Para gembala menceritakan kejadian malaikat Allah yang mendatangi mereka. Mereka tentunya bangga. Menceritakan kehadiran Tuhan selalu menggembirakan.   Maria yang paham sungguh akan cerita para gembala, karena memang dia sendiri pelaku kabar keselamatan menyimpan segala perkara itu di dalam hatinya dan merenungkannya. Ketidakmengertian Maria mengundang diri untuk berdiam diri dan tidak berkata-kata, tetap semua yang didengarkannya itu, semakin membuat dirinya memahami Siapakah anak yang telah dikandung dan dilahirkannya itu.

Kembalilah gembala-gembala itu sambil memuji dan memuliakan Allah karena segala sesuatu yang mereka dengar dan mereka lihat, semuanya sesuai dengan apa yang telah dikatakan kepada mereka. Mereka bergembira karena telah mengamini sabda dan kehendak Tuhan. Mereka telah pergi dan melihat sebagaimana dikatakan Tuhan sendiri melalui para malaikatNya. Para gembira seperti siap mengatakan, bahwa yang dikatakan para malaikat itu sungguh benar. Allah tiak pernah membohongi umatNya. Allah selalu mengatakan kebenaran kepada umatNya, dan Allah menghendaki semua orang beroleh keselamatan.

Kita bukanlah para gembala yang ramai-ramai mengunjugi sang Bayi Kristus Tuhan. Kita tidak pergi ke Betlehem. Kita percaya kepada apa yang dikatakan para malaikat, bahwa hari ini telah lahir bagimu seorang Penyelamat yakni Kristus Tuhan di kota Daud itu sungguh benar.  Kita percaya bahwa memang Yesus telah lahir, dan malah berkat kepercayaan, kita beroleh rahmat demi rahmat. Bukankah Yesus sendiri berkata berbahagialah mereka yang tidak melihat, tetapi percaya. Berkat kepercayaan itulah kita beroleh selamat, sebagainana dikatakan oleh Paulus dalam suratnya kepada Titus, bahwasannya 'Dia telah menyelamatkan kita, bukan karena perbuatan baik yang telah kita lakukan, tetapi karena rahmat-Nya oleh permandian kelahiran kembali dan oleh pembaharuan yang dikerjakan oleh Roh Kudus,  yang sudah dilimpahkan-Nya kepada kita oleh Yesus Kristus, Juruselamat kita,  supaya kita, sebagai orang yang dibenarkan oleh kasih karunia-Nya, berhak menerima hidup yang kekal, sesuai dengan pengharapan kita' (Tit 3: 5-7).

 

Oratio

Ya Yesus Kristus, hari ini Engkau telah lahir bagi kami, kiranya kamipun semakin berani membagikan kabar sukacita ini kepada sesama yang belum mengenal Engkau, bahwa Engkaulah Penyelamat dunia. Yang datang dalam kesederhanaan dan membawa terang bagi kami. Amin

 

Contemplatio

Kembalilah gembala-gembala itu sambil memuji dan memuliakan Allah karena segala sesuatu yang mereka dengar dan mereka lihat.









Oremus Inter Nos
Marilah Kita Saling Mendoakan

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Pesta Maria mengunjungi Elizabet

Hari Raya Pentakosta

Pesta Santo Stefanus Martir