Sabtu Pekan Adven II, 14 Desember 2018

Sir 48: 1-11 + Mzm 80 + Mat 17: 10-13

 

 

Lectio

Pada suatu kali murid-murid-Nya bertanya kepada-Nya: "mengapa ahli-ahli Taurat berkata bahwa Elia harus datang dahulu?"  Jawab Yesus: "Memang Elia akan datang dan memulihkan segala sesuatu dan Aku berkata kepadamu: Elia sudah datang, tetapi orang tidak mengenal dia, dan memperlakukannya menurut kehendak mereka. Demikian juga Anak Manusia akan menderita oleh mereka."  Pada waktu itu mengertilah murid-murid Yesus bahwa Ia berbicara tentang Yohanes Pembaptis.

 

Meditatio

Pada suatu kali murid-murid-Nya bertanya kepada-Nya: 'mengapa ahli-ahli Taurat berkata bahwa Elia harus datang dahulu?' Kapan mereka mendengar apa yang dikatakan para ahli Taurat? Mereka mendengar langsung dari para ahli Taurat, atau kata orang saja?  Jawab Yesus: 'memang Elia akan datang dan memulihkan segala sesuatu dan Aku berkata kepadamu: Elia sudah datang, tetapi orang tidak mengenal dia, dan memperlakukannya menurut kehendak mereka'. Penegasan Yesus membenarkan apa yang dikatakan para ahli Taurat tentang nubuat para nabi. Elia sudah datang dan mendapatkan perlawanan dari orang-orang yang ada di sekitarnya. Mereka melawan Elia, karena mereka menginginkan nabi dan semua orang yang diutus Allah, sesuai dengan kemauan mereka, dan bukannya kemauan Allah, Penyelamat.  

Pada waktu itu mengertilah murid-murid Yesus bahwa Ia berbicara tentang Yohanes Pembaptis. Mereka begitu mudah menanggap keterangan Yesus. Apakah karena penyataan Yesus sendiri, bahwa Yohanes itu adalah Elia, sebagaimana kita renungkan kemarin? (Mat 11).

Elia memang mempunyai nama harum dalam diri umat Israel. Penampilan nabi Elia itu 'bagaikan api, yang perkataannya laksana obor membakar.  Atas firman Tuhan langit dikunci olehnya, dan api diturunkannya sampai tiga kali.  Dalam olak angin berapi engkau diangkat, dalam kereta dengan kuda-kuda berapi.  Engkau tercantum dalam ancaman-ancaman tentang masa depan untuk meredakan kemurkaan sebelum meletus, dan mengembalikan hati bapa kepada anaknya serta memulihkan segala suku Yakub.  Berbahagialah orang yang telah melihat dikau, dan yang meninggal dengan kasih mereka, sebab kamipun pasti akan hidup pula' (Sir 48).

'Demikian juga Anak Manusia akan menderita oleh mereka', tambah Yesus kepada para murid. Derita Anak Manusia tentunya lebih hebat daripada nabi lainnya. Namun secara sengaja semuanya diterima, karena memang itulah yang menjadi kehendak Bapa bagi AnakNya yang tunggal. Dia diserahkan kepada orang-orang yang dikasihiNya, dan membiarkan AnakNya terpaku pada salib. Sang Anak Manusia juga sadar, bahwa cawan itu tidak dibiarkan berlalu begitu saja daripadaNya. Yesus berani menerima cawan yang diberikan Bapa kepadaNya. Semuanya dilakukan sang Anak Manusia guna menjadi tebusan bagi seluruh umatNya. Namun kedatanganNya kembali kelak, bukan lagi dalam derita dan salib, melainkan dalam kemuliaan semarak, karena memang pada waktu itulah semua orang yang merindukan keselamatan akan menikmatinya dengan penuh syukur.

 

Oratio

Ya Yesus Kristus, berilah kami kerendahan hati dalam persiapan menyambut kedatanganMu, berani melepaskan keduniawian dan datang kepadaMu, serta semakin mengerti kehendak Bapa yang menyelamatkan, sebagamana Engkau teladankan s endiri. Amin

 

Contemplatio

Pertama, 'Elia sudah datang, tetapi orang tidak mengenal dia, dan memperlakukannya menurut kehendak mereka'. Mengapa? Karena banyak orang bertindak semaunya sendiri.

Kedua, 'demikian juga Anak Manusia akan menderita oleh mereka'. Tidaklah kelak di akhir jaman.

 







Oremus Inter Nos
Marilah Kita Saling Mendoakan

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Pesta Maria mengunjungi Elizabet

Hari Raya Pentakosta

Pesta Santo Stefanus Martir