Jumat Pekan Biasa III, 1 Februari 2019

Ibr 10: 32-39 + Mzm 37 + Mrk 4: 26-34

 

 

Lectio

Suatu hari Yesus berkata kepada mereka: "beginilah hal Kerajaan Allah itu: seumpama orang yang menaburkan benih di tanah, lalu pada malam hari ia tidur dan pada siang hari ia bangun, dan benih itu mengeluarkan tunas dan tunas itu makin tinggi, bagaimana terjadinya tidak diketahui orang itu.  Bumi dengan sendirinya mengeluarkan buah, mula-mula tangkainya, lalu bulirnya, kemudian butir-butir yang penuh isinya dalam bulir itu.  Apabila buah itu sudah cukup masak, orang itu segera menyabit, sebab musim menuai sudah tiba."

Kata-Nya lagi: "Dengan apa hendak kita membandingkan Kerajaan Allah itu, atau dengan perumpamaan manakah hendaknya kita menggambarkannya?  Hal Kerajaan itu seumpama biji sesawi yang ditaburkan di tanah. Memang biji itu yang paling kecil dari pada segala jenis benih yang ada di bumi. Tetapi apabila ia ditaburkan, ia tumbuh dan menjadi lebih besar dari pada segala sayuran yang lain dan mengeluarkan cabang-cabang yang besar, sehingga burung-burung di udara dapat bersarang dalam naungannya."

Dalam banyak perumpamaan yang semacam itu Ia memberitakan firman kepada mereka sesuai dengan pengertian mereka, dan tanpa perumpamaan Ia tidak berkata-kata kepada mereka, tetapi kepada murid-murid-Nya Ia menguraikan segala sesuatu secara tersendiri.

 

Meditatio

'Kerajaan Allah itu seumpama orang yang menaburkan benih di tanah, lalu pada malam hari ia tidur dan pada siang hari ia bangun, dan benih itu mengeluarkan tunas dan tunas itu makin tinggi, bagaimana terjadinya tidak diketahui orang itu.  Bumi dengan sendirinya mengeluarkan buah, mula-mula tangkainya, lalu bulirnya, kemudian butir-butir yang penuh isinya dalam bulir itu.  Apabila buah itu sudah cukup masak, orang itu segera menyabit, sebab musim menuai sudah tiba'. Kerajaan Allah itu tumbuh dan berkembang. Makin dipelajari semakin dimengerti, karena memang tidak ada yang tersembunyi yang tidak akan diceritakan. Keberanian orang mendengarkan sabda Kerajaan Allah akan membuat seseorang mengenalnya. Kerajaan Allah sendiri memang amat sulit dihitung secara matematis. Tumbuhnya pun sulit dilihat seperti tumbuh-tumbuhan yang berkembang. Kerajaan Allah akan dapat dinikmati semakin indahnya bagi setiap orang, yang membiarkan Dia tumbuh dan berkembang.

'Kerajaan Allah itu juga seumpama biji sesawi yang ditaburkan di tanah. Memang biji itu yang paling kecil dari pada segala jenis benih yang ada di bumi. Tetapi apabila ia ditaburkan, ia tumbuh dan menjadi lebih besar dari pada segala sayuran yang lain dan mengeluarkan cabang-cabang yang besar, sehingga burung-burung di udara dapat bersarang dalam naungannya'. Tumbuh dan berkembangNya Kerajaan Allah akan dinikmati orang-orang yang berkehendak baik, bahkan orang-orang yang ada di sekitarnya dapat merasakan dan menikmatiNya. Membiarkan Kerajaan Allah tumbuh dan meraja membuat diri seseorang sungguh-sungguh bermakna. Ketekunan mendatangkan berkat (bdk Ibr 10: 36).

Dalam banyak perumpamaan yang semacam itu Ia memberitakan firman kepada mereka sesuai dengan pengertian mereka, dan tanpa perumpamaan Ia tidak berkata-kata kepada mereka, tetapi kepada murid-murid-Nya Ia menguraikan segala sesuatu secara tersendiri. Orang-orang yang terpilih di mana pun memang selalu mendapatkan keistimewaanNya, termasuk orang-orang yang percaya kepadaNya.

 

Oratio

Ya Yesus Kristus, jadikanlah kami orang-orang yang setia membiarkan KerajaanMu tumbuh dalam diri dan keluarga kami. Sebab kami yang percaya akan kuasaMu boleh menikmati yang indah dan baik yang sesuai dengan kehendakMu sendiri. Amin.

 

Contemplatio    

Pertama, 'Kerajaan Allah itu seumpama orang yang menaburkan benih di tanah, lalu pada malam hari ia tidur dan pada siang hari ia bangun, dan benih itu mengeluarkan tunas dan tunas itu makin tinggi, bagaimana terjadinya tidak diketahui orang itu.  Bumi dengan sendirinya mengeluarkan buah, mula-mula tangkainya, lalu bulirnya, kemudian butir-butir yang penuh isinya dalam bulir itu'. Kerajaan Allah tumbuh sulit diperhitungkan secafa matematis.

Kedua, 'Kerajaan Allah itu juga seumpama biji sesawi yang ditaburkan di tanah. Memang biji itu yang paling kecil dari pada segala jenis benih yang ada di bumi. Tetapi apabila ia ditaburkan, ia tumbuh dan menjadi lebih besar dari pada segala sayuran yang lain dan mengeluarkan cabang-cabang yang besar, sehingga burung-burung di udara dapat bersarang dalam naungannya'. Kerajaan Allah memberikan ketentraman dan kenyaman hidup.

 

 






Oremus Inter Nos
Marilah Kita Saling Mendoakan

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Pesta Maria mengunjungi Elizabet

Hari Raya Pentakosta

Pesta Santo Stefanus Martir