Kamis Pekan Biasa II, 24 Januari 2019

Ibr 7: 25-30 + Mzm 40 + Mrk 3: 7-12



Lectio

Pada suatu kali, Yesus dengan murid-murid-Nya menyingkir ke danau, dan banyak orang dari Galilea mengikuti-Nya. Juga dari Yudea, dari Yerusalem, dari Idumea, dari seberang Yordan, dan dari daerah Tirus dan Sidon datang banyak orang kepada-Nya, sesudah mereka mendengar segala yang dilakukan-Nya.  Ia menyuruh murid-murid-Nya menyediakan sebuah perahu bagi-Nya karena orang banyak itu, supaya mereka jangan sampai menghimpit-Nya.  Sebab Ia menyembuhkan banyak orang, sehingga semua penderita penyakit berdesak-desakan kepada-Nya hendak menjamah-Nya.  Bilamana roh-roh jahat melihat Dia, mereka jatuh tersungkur di hadapan-Nya dan berteriak: "Engkaulah Anak Allah."  Tetapi Ia dengan keras melarang mereka memberitahukan siapa Dia.

 

Meditatio

Pada suatu kali, Yesus dengan murid-murid-Nya menyingkir ke danau, dan banyak orang dari Galilea mengikuti-Nya.  Mengapa Yesus pergi ke danau? Bukankah di dalam bait Allah sudah tidak lagi ada orang-orang yang melawanNya? Bukankah orang-orang Farisi telah pergi dahulu keluar dari bait Alah? Atau malah Yesus mau mencari tempat yang lebih lebar, agar dapat mewartakan sabda dan kehendak Bapa? Yesus menyingkir ke danau, tetapi banyak orang mengikutiNya, bahkan juga dari Yudea, dari Yerusalem, dari Idumea, dari seberang Yordan, dan dari daerah Tirus dan Sidon datang banyak orang kepada-Nya. Mereka rela dan berani mengikuti Yesus ke mana pergi, karena mereka mendengar segala yang dilakukan-Nya.  Yesus menarik hati banyak orang, dan mereka semua menemukan Yang Indah, maka berani meninggalkan yang lain untuk mendengarkan sabdaNya.

Akhirnya Ia menyuruh murid-murid-Nya menyediakan sebuah perahu bagi-Nya karena orang banyak itu, supaya mereka jangan sampai menghimpit-Nya.  Sebab Ia menyembuhkan banyak orang, sehingga semua penderita penyakit berdesak-desakan kepada-Nya hendak menjamah-Nya. Adanya jarak dekat antara Yesus dengan banyak orang tidaklah menghalangi Yesus untuk melakukan segala sesuatu. Dalam sabdaNya, Yesus mampu melakukan segala sesuatu dengan indahnya. Dalam kasihNya segala sesuatu bisa terjadi, dan bukannya ditentunya oleh jarak pandang. Sang Perwira saja pernah berkata katakan sepatah kata saja, maka anak saya akan sembuh kepada Yesus, karena kepercayaan kepada sang Guru. 

Bilamana roh-roh jahat melihat Dia, mereka jatuh tersungkur, yakni mereka orang-orang yang kerasukan roh jahat, di hadapan-Nya dan berteriak: 'Engkaulah Anak Allah'.  Tetapi Ia dengan keras melarang mereka memberitahukan siapa Dia. Yesus sepertinya menghendaki kata-kata pengakuan itu keluar dari hati setiap orang yang percaya kepadaNya, demikian juga orang-orang yang merasakan belaskasih dan perhatianNya, dan bukannya berdasarkan kata orang.   

Ada hal indah juga yang dapat kita renungkan dengan mengkaitkan pengalaman Saul (1Sam 18), pertama bahwasannya kuasa kegelapan mampu menyebut nama Dia sang Anak Allah, tetapi tidaklah demikian dengan Saul yang sulit menyebut nama Daud. Mengapa?  Semua terjadi, karena ketidakmampuan Saul menerima diri sendiri, dan sekaligus menerima orang lain yang lebih hebat daripadanya. Saul irihati dan jengkel terhadap sesamanya. Ketidakmampuan seseorang menerima sesamanya membuat luka dirinya sendiri. Kedua, sebagaimana kuasa kegelapan tidak diijinkan memberitahukan siapakah Dia, demikian juga kalau kita melakukan kejahatan, kitapun pasti tidak diijinkan mewartakan kabar sukacitaNya. Padahal, celakalah aku, jika aku tidak mewartakan sabda Tuhan (1Kor 9: 16). Hendaknya kita selalu berbuat baik, dan bahkan menjadi saluran berkat bagi sesame.

 

Oratio

Ya Yesus Kristus, Engkau menyatakan kuasaMu dalam pewartaan dan penyembuhan. Semoga kami semakin berani berpaling hanya kepadaMu, dan ajarilah kami untuk semakin berani mewartakan sabda dan kehendakMu dalam tindakan kami sehari-hari. Amin.

 

Contemplatio

                'Engkaulah Anak Allah'. kita perteguh iman kepercayaan kita. Bukankah Dia satu-satunya Pengantara kita?

 






Oremus Inter Nos
Marilah Kita Saling Mendoakan

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Pesta Maria mengunjungi Elizabet

Hari Raya Pentakosta

Selasa XXX, 26 Oktober 2010