Minggu Pekan Biasa II, 20 Januari 2018

Yes 62: 1-5 + 1Kor 12: 4-11 + Yoh 2: 1-11



Lectio

Suatu hari ada perkawinan di Kana yang di Galilea, dan ibu Yesus ada di situ; Yesus dan murid-murid-Nya diundang juga ke perkawinan itu.  Ketika mereka kekurangan anggur, ibu Yesus berkata kepada-Nya: "Mereka kehabisan anggur."  Kata Yesus kepadanya: "Mau apakah engkau dari pada-Ku, ibu? Saat-Ku belum tiba."  Tetapi ibu Yesus berkata kepada pelayan-pelayan: "Apa yang dikatakan kepadamu, buatlah itu!"  Di situ ada enam tempayan yang disediakan untuk pembasuhan menurut adat orang Yahudi, masing-masing isinya dua tiga buyung.  Yesus berkata kepada pelayan-pelayan itu: "Isilah tempayan-tempayan itu penuh dengan air." Dan mereka pun mengisinya sampai penuh.  Lalu kata Yesus kepada mereka: "Sekarang cedoklah dan bawalah kepada pemimpin pesta." Lalu mereka pun membawanya.  Setelah pemimpin pesta itu mengecap air, yang telah menjadi anggur itu -- dan ia tidak tahu dari mana datangnya, tetapi pelayan-pelayan, yang mencedok air itu, mengetahuinya -- ia memanggil mempelai laki-laki, dan berkata kepadanya: "Setiap orang menghidangkan anggur yang baik dahulu dan sesudah orang puas minum, barulah yang kurang baik; akan tetapi engkau menyimpan anggur yang baik sampai sekarang."  Hal itu dibuat Yesus di Kana yang di Galilea, sebagai yang pertama dari tanda-tanda-Nya dan dengan itu Ia telah menyatakan kemuliaan-Nya, dan murid-murid-Nya percaya kepada-Nya.

 

Meditatio

Suatu hari ada perkawinan di Kana yang di Galilea, dan ibu Yesus ada di situ; Yesus dan murid-murid-Nya diundang juga ke perkawinan itu. Siapakah yang mengadakan pesta itu tidak diceritakan. Mengapa Maria pun mendapatkan undangan? Apakah karena memang dia sang tuan pesta hendak mengundang orang-orang yang berkekurangan?  Maria, Yesus, beserta para murid, bukanlah termasuk orang-orang yang punya nama, sehingga layak mendapatkan undangan. Adakah sesuatu? 

Ketika mereka kekurangan anggur, ibu Yesus berkata kepada-Nya: 'mereka kehabisan anggur'. Mengapa Maria berkata demikian? Maria meminta disediakan anggur sepertinya. Namun apakah urusan Maria dengan peristiwa itu? Yesus yang merasa diwaduli (dilapori) oleh sang ibu, menjawab: 'mau apakah engkau dari pada-Ku, ibu? Saat-Ku belum tiba'. Yesus pun sepertinya juga merasa keberatan. Belumkah waktu bagi Yesus untuk menyatakan diriNya. Maria adalah seorang yang peka akan kenyataan hidup.

'Apa yang dikatakan kepadamu, buatlah itu!', tegas Maria kepada para pelayan. Apakah hal ini bisa ditafsirkan sebagai wujud intervensi Maria terhadap Yesus? Mampukah seorang manusia intervensi kepada Allah? Atau memang punya hak seorang ibu Tuhan terhadap sang Anak manusia? Apakah mampu Maria mempercepat dan memperlebar tenggang waktu penyelamatan dalam dan melalui diri Anaknya?  

Di situ ada enam tempayan yang disediakan untuk pembasuhan menurut adat orang Yahudi, masing-masing isinya dua tiga buyung. Ada air sebanyak enamratus liter. Sungguh banyak.  Yesus berkata kepada pelayan-pelayan itu: 'isilah tempayan-tempayan itu penuh dengan air'. Sebagaimana permintaan Maria, mereka mengikutiNya. Maria juga mempunyai power terhadap orang-orang kecil. Anak Manusia mengamini ibu Allah. Dan mereka pun mengisinya sampai penuh.  Lalu kata Yesus kepada mereka: 'sekarang cedoklah dan bawalah kepada pemimpin pesta'.  Lalu mereka pun membawanya. Para pelayan dengan taatnya melakuka apa yang dikehendaki Yesus. Mereka pasti tahu, apa yang telah terjadi, tetapi mereka tidak bersuara dan tak berteriak. Orang-orang hebat para pelayan itu. Mereka tahu, tetapi bisa memagang rahasia.

Kita pun diajak untuk berani bergaul dengan mereka orang-orang yang seringkali kita pandang hina dan tak berpendidikan. Mereka tidak bersuara tetapi mereka mempunyai anugerah yang sungguh hebat dan luar biasa. Bukankah mereka juga mendapatkan anugerah yang sama dengan kita? Malah kita harus berani mengakui, bahwa anugerah yang mereka terima itu menyempurnakan dan melengkapi hidup bersama kita (1Kor 12).

Setelah pemimpin pesta itu mengecap air, yang telah menjadi anggur itu, dan ia tidak tahu dari mana datangnya, tetapi pelayan-pelayan, yang mencedok air itu, mengetahuinya, ia memanggil mempelai laki-laki. Mempelai laki-laki sepertinya yang harus membiayai pesta. Pemimpin pesta hanyalah seorang ketua panitia saja. Dia berkata kepadanya: 'setiap orang menghidangkan anggur yang baik dahulu dan sesudah orang puas minum, barulah yang kurang baik; akan tetapi engkau menyimpan anggur yang baik sampai sekarang'. Ketua panitia malah berterima kasih kepada sang pengantin.  

Dalam perjalanan hidupNya, Yesus malah memberi anggur kehidupan bagi setiap orang yang percaya kepadaNya, yakni darahNya sendiri yang ditumpahkan di kayu salib. Darah Kristus menyelamatkan, darah Kristus menghidupkan. Dia tidak hanya memberi anggur pesta, melainkan anggur darah keselamatan. Barangsiapa minum darahKu, dia tidak akan haus lagi (Yoh 4: 13), dia mempunyai hidup (Yoh 6: 53).

  Hal itu dibuat Yesus di Kana yang di Galilea, sebagai yang pertama dari tanda-tanda-Nya dan dengan itu Ia telah menyatakan kemuliaan-Nya, dan murid-murid-Nya percaya kepada-Nya. Yesus membuat segala-galanya indah adanya.

 

Oratio

Ya Yesus Kristus, perdalamlah kerinduan kami untuk menikmati anggur keselamatanMu, anggur yang membawa kami kepada keselamatan, anggur yang menyegarkan hidup kami, dan membuat kami merasa damai dan nyaman dalam pergaulan sehari-hari. Anggur yang memberi bekal kehidupan. Amin.

 

Contemplatio

Pertama, 'apa yang dikatakan kepadamu, buatlah itu!'. Kita pun mendengar, maka haruslah kita lakukan kehendak Dia.

Kedua, pelayan-pelayan, yang mencedok air itu, mengetahui Siapa yang menjadikan anggur. Mereka tahu, tetapi tidak berhak berkata-kata.







Oremus Inter Nos
Marilah Kita Saling Mendoakan

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Pesta Maria mengunjungi Elizabet

Hari Raya Pentakosta

Pesta Santo Stefanus Martir