Minggu Pekan Biasa III, 27 Januari 2019

Neh 8: 3-5 + 1Kor 12: 12-30 + Luk 4: 14-21

 

 

Lectio

Pada suatu kali, dalam kuasa Roh kembalilah Yesus ke Galilea. Dan tersiarlah kabar tentang Dia di seluruh daerah itu.  Sementara itu Ia mengajar di rumah-rumah ibadat di situ dan semua orang memuji Dia.  Ia datang ke Nazaret tempat Ia dibesarkan, dan menurut kebiasaan-Nya pada hari Sabat Ia masuk ke rumah ibadat, lalu berdiri hendak membaca dari Alkitab.  Kepada-Nya diberikan kitab nabi Yesaya dan setelah dibuka-Nya, Ia menemukan nas, di mana ada tertulis:  "Roh Tuhan ada pada-Ku, oleh sebab Ia telah mengurapi Aku, untuk menyampaikan kabar baik kepada orang-orang miskin; dan Ia telah mengutus Aku untuk memberitakan pembebasan kepada orang-orang tawanan, dan penglihatan bagi orang-orang buta, untuk membebaskan orang-orang yang tertindas, untuk memberitakan tahun rahmat Tuhan telah datang."  Kemudian Ia menutup kitab itu, memberikannya kembali kepada pejabat, lalu duduk; dan mata semua orang dalam rumah ibadat itu tertuju kepada-Nya.  Lalu Ia memulai mengajar mereka, kata-Nya: "Pada hari ini genaplah nas ini sewaktu kamu mendengarnya."

 

Meditatio

Pada suatu kali, dalam kuasa Roh kembalilah Yesus ke Galilea. Peristiwa pembaptisan Yesus memang menarik hati banyak orang. Semua orang mengetahui bahwa, Dialah Kristus, Tuhan, yang hanya kepadaNyalah Bapa berkenan. Suara itu semakin meneguhkan setiap orang untuk percaya kepadaNya. Penyataan itulah yang sepertinya membuat banyak orang mencari dan mencari Dia. Perginya Yesus ke bukit seorang diri sepertinya sebuah retret pribadi, sebelum memulai tugas perutusanNya. Kedatangan Yesus diketahui banyak orang, maka tersiarlah kabar tentang Dia di seluruh daerah itu.

Sementara itu Ia mengajar di rumah-rumah ibadat di situ dan semua orang memuji Dia. Yesus mengajar dalam kuasa Roh Kudus.  Ia datang ke Nazaret tempat Ia dibesarkan, dan menurut kebiasaan-Nya pada hari Sabat Ia masuk ke rumah ibadat. Mengapa Dia kembali berkunjung ke Nazaret, kampung halamanNya? Mungkinkah Yesus mempunyai kebanggaan terhadap Nazaret kota di mana diriNya dibesarkan? Ketika Yesus berdiri hendak membaca dari Alkitab, Kepada-Nya diberikan kitab nabi Yesaya. Kenapa diberikan kepadaNya kitab Yesaya. Apakah memang sudah adda kalender liturgi pada waktu itu?  

Setelah dibuka-Nya, Ia menemukan nas, sengaja Yesus mecari teks itu sepertinya, di mana ada tertulis: 'Roh Tuhan ada pada-Ku'. Yesus sadar, bahwa Dia berkarya dalam Roh Tuhan. Roh Tuhan ada dalam diriNya 'oleh sebab Ia telah mengurapi Aku'. Roh Kudus dicurahkan dalam diriNya, sebagaimana ditampakkan dalam rupa burung merpati. Sekali lagi Yesus sadar akan hal itu.

Dia datang ke dunia dalam kuasa Roh Kudus, pertama 'untuk menyampaikan kabar baik kepada orang-orang miskin'.  Dia datang mewartakan sabda Tuhan, bukan untuk mereka yang cerdik pandai, ataupun untuk orang-orang kaya. Mengapa? Sebab orang-orang miskin itu mewakili orang-orang yang membutuhkan penghiburan hidup, yang merindukan sukacita.

Kedua, 'Ia telah mengutus Aku untuk memberitakan pembebasan kepada orang-orang tawanan, dan penglihatan bagi orang-orang buta, untuk membebaskan orang-orang yang tertindas'. Orang-orang buta, tawanan dan tertindas adalah mereka, yang terikat oleh sistem hidup ragawi atau sruktural, sehingga tidak dapat menikmati hidup ini dengan indahnya. Bukankah Tuhan menciptakan segala sesuatu dengan indahnya? (Kej 1). Yesus datang hendak memberi hidup baru dan indah. Mereka akan dilepaskan dari aneka belenggu-belenggu kehidupan tadi.

Ketiga, Yesus datang 'untuk memberitakan tahun rahmat Tuhan telah datang'. Artinya segala yang dijanjikan oleh Tuhan melalui nabi Yesaya (Yes 61) kini telah terealisasi. Kedatangan Yesus membuktikan janji Tuhan, yang membawa sukacita bagi seluruh umat manusia. Aku datang sekarang ini hendak memenuhi janji Tuhan sang Pencipta sendiri.  'Pada hari ini genaplah nas ini sewaktu kamu mendengarnya', tegas Yesus. Itulah sepertinya yang hendak dikatakan Yesus dengan mengutip kitab Yesaya ini.

Kemudian Ia menutup kitab itu, memberikannya kembali kepada pejabat, lalu duduk; dan mata semua orang dalam rumah ibadat itu tertuju kepada-Nya.   

Ketika sabda dikumandangkan (Neh 8), Yesus sendiri bersabda. Hendaknya kita berseru: amin. Amin. Kami percaya!  Kedua, kita harus berani mengaminiNya, karena kita anggota tubuh Kirstus. Kita berbeda satu dengan lainnya, tetapi kita ini satu tubuh (1Kor 12).

 

Oratio

Ya Yesus Kristus, kami bersyukur atas rahmat kasihMu yang begitu besar. Teguhkanlah kami, agar merasakan sabdaMu, dan kami pun semakin bersatu padu sebagai tubuhMu sendiri. Amin

 

Contemplatio

Pertama, 'Ia telah mengutus Aku untuk memberitakan pembebasan kepada orang-orang tawanan, dan penglihatan bagi orang-orang buta, untuk membebaskan orang-orang yang tertindas'. Kit nikmati kehadiranNya.

Kedua, kesatuan hati sebagai tubuhNya yang kudus menunjukkan bahwa ada Kristus dalam hidup kita.            







Oremus Inter Nos
Marilah Kita Saling Mendoakan

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Pesta Maria mengunjungi Elizabet

Hari Raya Pentakosta

Hari Raya Kelahiran Yohanes Pembaptis