Pesta Pembaptisan Tuhan, 13 Januari 2019

Yes 40: 1-11 + Tit 2: 11-14 + Yoh 3: 15-16.21-22

 

 

Lectio

Ketika Yohanes tampil di muka umum orang banyak sedang menanti dan berharap, dan semuanya bertanya dalam hatinya tentang Yohanes, kalau-kalau ia adalah Mesias, Yohanes menjawab dan berkata kepada semua orang itu: "Aku membaptis kamu dengan air, tetapi Ia yang lebih berkuasa dari padaku akan datang dan membuka tali kasut-Nya pun aku tidak layak. Ia akan membaptis kamu dengan Roh Kudus dan dengan api". 

Ketika seluruh orang banyak itu telah dibaptis dan ketika Yesus juga dibaptis dan sedang berdoa, terbukalah langit dan turunlah Roh Kudus dalam rupa burung merpati ke atas-Nya. Dan terdengarlah suara dari langit: "Engkaulah Anak-Ku yang Kukasihi, kepada-Mulah Aku berkenan."

 

Meditatio

'Aku membaptis kamu dengan air, tetapi Ia yang lebih berkuasa dari padaku akan datang dan membuka tali kasut-Nya pun aku tidak layak. Ia akan membaptis kamu dengan Roh Kudus dan dengan api', tegas Yohanes kepada banyak orang yang menganggap dia sebagai Mesias. Mereka menganggap Yohanes sebagai Mesias, karena mereka menemukan gambaran Mesias dalam diri Yohanes. Namun Yohanes dengan sadar dan jujur mengakui, bahwa dirinya bukanlah Mesias. Yohanes mengakui diri tidak sebanding dengan sang Mesias. Aku hanyalah suara yang berseru-seru di padanag gurun. Aku hanya mempersiapkan jalan bagiNya.

Ketika seluruh orang banyak itu telah dibaptis dan ketika Yesus juga dibaptis dan sedang berdoa, terbukalah langit dan turunlah Roh Kudus dalam rupa burung merpati ke atas-Nya; dan terdengarlah suara dari langit: 'Engkaulah Anak-Ku yang Kukasihi, kepada-Mulah Aku berkenan'. Mengapa Yesus dibaptis segala oleh Yohanes?  Malah 'akulah yang perlu dibaptis oleh-Mu', tegas Yohanes. Namun dengan tegas Yesus menjawabnya 'biarlah hal itu terjadi, karena demikianlah sepatutnya kita menggenapkan seluruh kehendak Allah' (Mat 3). Pembaptisan Yesus adalah rencana dan program Allah. Dia turun menjadi manusia dan mentaati segala aturan kehidupan. Hanya orang-orang yang percaya kepada Allah akan mengikuti aturan main hidup bersama.

'Engkaulah Anak-Ku yang Kukasihi, kepada-Mulah Aku berkenan'. Suara Bapa sendiri menyatakan siapakah Yesus yang hari ini menerima baptisan Yohanes. Perayaan Natal memang mengingatkan kita akan misteri karya penyelamatan. Sebuah karya Allah yang sulit kita mengerti.  Dia Allah menjadi manusia, sapa seperti kita.  Cara inilah yang sepertinya yang dikehendaki Allah, dalam cara inilah pula sang anak akan melakukan segala yang dikehendaki Bapa.  Natal adalah cara yang digunakan Tuhan Yesus Kristus 'untuk menguduskan umat milikNya sendiri, yang rajin berbuat baik itu' (Tit 2: 14). Namun bukan perbuatan baik kita, yang menjadi titik tolaknya, melainkan 'karena rahmat-Nya oleh permandian kelahiran kembali dan oleh pembaharuan yang dikerjakan oleh Roh Kudus',

Apa yang dapat kita buat? Mari kita puji Dia, sebab Dia melakukan keselamatan kepada kita. PujilahTuhan, hai umat Allah. Pujilah Tuhan hai umat Allah.

 

Oratio

Yesus Kristus, lewat baptisan kami Kau angkat menjadi anak-anakMu, kiranya kami semakin bertumbuh dalam iman dan berbuah dalam hidup kami. Dan semoga kami pun siap menjabarkannya dalam kehidupan sehari-hari dengan perbuatan kasih. Amin

 

Contemplatio

Pertama, 'Engkaulah Anak-Ku yang Kukasihi, kepada-Mulah Aku berkenan'.  Inilah penyataan Allah Bapa sendiri. Dia berkenan hanya kepada AnakNya sendiri, dan bukan yang lain.

Kedua, Dia malah diutus 'untuk menguduskan umat milikNya sendiri, yang rajin berbuat baik itu'. Yang jahat tentunya kurang mendapatkan perhatian, karena berbuat jahat berarti melawan Dia sang Kebaikan.






Oremus Inter Nos
Marilah Kita Saling Mendoakan

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Pesta Maria mengunjungi Elizabet

Hari Raya Pentakosta

Pesta Santo Stefanus Martir