Sabtu Pekan Biasa I, 18 Januari 2019

Ibr 4: 1-5 + Mzm 78 + Mrk 2: 13-17

 

Lectio

Suatu hari Yesus pergi lagi ke pantai danau, dan seluruh orang banyak datang kepada-Nya, lalu Ia mengajar mereka.  Kemudian ketika Ia berjalan lewat di situ, Ia melihat Lewi anak Alfeus duduk di rumah cukai lalu Ia berkata kepadanya: "Ikutlah Aku!" Maka berdirilah Lewi lalu mengikuti Dia.  Kemudian ketika Yesus makan di rumah orang itu, banyak pemungut cukai dan orang berdosa makan bersama-sama dengan Dia dan murid-murid-Nya, sebab banyak orang yang mengikuti Dia.  Pada waktu ahli-ahli Taurat dari golongan Farisi melihat, bahwa Ia makan dengan pemungut cukai dan orang berdosa itu, berkatalah mereka kepada murid-murid-Nya: "Mengapa Ia makan bersama-sama dengan pemungut cukai dan orang berdosa?"  Yesus mendengarnya dan berkata kepada mereka: "Bukan orang sehat yang memerlukan tabib, tetapi orang sakit; Aku datang bukan untuk memanggil orang benar, melainkan orang berdosa."

 

Meditatio

Suatu hari Yesus pergi lagi ke pantai danau, dan seluruh orang banyak datang kepada-Nya, lalu Ia mengajar mereka.  Di pantai danau sepertinya banyak orang berkumpul. Di tempat-tempat seperti itulah seringkali dengan mudahnya orang berkumpul. Yesus mencari kesempatan untuk menjumpai mereka dan mengajar. Mengapa tidak ke tengah-tengah pasar?  

Kemudian ketika Ia berjalan lewat di situ, Ia melihat Lewi anak Alfeus duduk di rumah cukai lalu Ia berkata kepadanya: 'ikutlah Aku!'.  Maka berdirilah Lewi lalu mengikuti Dia. Peristiwa panggilan kembali terjadi, dan mereka yang terpanggil segera mengikutiNya. Itulah juga yang dialami Andreas dan Petrus, Yohanes dan Yakobus. Panggilan memang soal rasa iman, dan bukannya pertama-tama nalar. Sebab hanya dengan rasa iman, seseorang dengan indahnya mengabdikan diri dalam karya pelayanan. Mengikuti Yesus berarti meninggalkan segala kebiasaan sehari-hari, termasuk aneka hal yang menyenangkan. Itulah para murid Yesus.

Keterpilihan Lewi, demikian juga Petrus dan Andreas, serta Yohanes dan Yakobus berbeda sungguh dengan Saul.  'TUHAN telah mengurapi engkau menjadi raja atas umat-Nya Israel? Engkau akan memegang tampuk pemerintahan atas umat TUHAN, dan engkau akan menyelamatkannya dari tangan musuh-musuh di sekitarnya. Inilah tandanya bagimu, bahwa TUHAN telah mengurapi engkau menjadi raja atas milik-Nya sendiri' (1Sam 10: 1). Panggilan Saul begitu hebat dan menggemparkan, dan tidaklah demikian dengan kelima murid tadi.  Keterpilihan Yohanes Pembaptis pun tidak bisa dibandingkan dengan Saul. Namun tak dapat disangkal 'di antara mereka yang dilahirkan oleh perempuan tidak pernah tampil seorang yang lebih besar dari pada Yohanes Pembaptis, namun yang terkecil dalam Kerajaan Sorga lebih besar dari padanya' (Mat 11: 11), dan bukan Saul. Keterpilihan menjadi pembesar masyarakat memang sungguh berbeda dengan mereka yang terpilih dalam pelayanan umat Allah.

Kemudian ketika Yesus makan di rumah orang itu, banyak pemungut cukai dan orang berdosa makan bersama-sama dengan Dia dan murid-murid-Nya, sebab banyak orang yang mengikuti Dia. Kesatuan hati orang-orang yang mempunyai mempunyai profesi sama sepertinya lebih memungkinkan terjadinya komunikasih yang amat partispatif.  Pada waktu ahli-ahli Taurat dari golongan Farisi melihat, bahwa Ia makan dengan pemungut cukai dan orang berdosa itu, berkatalah mereka kepada murid-murid-Nya: 'mengapa Ia makan bersama-sama dengan pemungut cukai dan orang berdosa?'. Inilah persoalan. Bagi seorang Guru yang kudus dan baik, mengapa harus berkumpul dan makan bersama dengan kaum pendosa, dengan para pemungut cukai? Apakah Yesus telah diangkat menjadi bapa rohani mereka? Apakah sang Guru meng-iya-kan segala sikap dan perbuatan mereka? Yesus mendengarnya dan berkata kepada mereka: 'bukan orang sehat yang memerlukan tabib, tetapi orang sakit; Aku datang bukan untuk memanggil orang benar, melainkan orang berdosa'. Yesus datang sebagai seorang dokter yang lagi visit kepada sang pasien. Semua orang menginginkan dirinya sehat, demikian juga Allah menghendaki semua orang beroleh selamat. 'Tidak ada suatu makhluk pun yang tersembunyi di hadapan-Nya, sebab segala sesuatu telanjang dan terbuka di depan mata Dia, yang kepada-Nya kita harus memberikan pertanggungan jawab' (Ibr 4: 13).  Yesus tahu isi hati umatNya. Sebesar apapun dosa mereka, Yesus tetap meyakini adanya kerinduan mereka untuk selamat.

 

Oratio

Ya Yesus Kristus, ajarilah kami menjadi sesame bagi orang lain, terlebih bagi mereka yang tersisih dan terpinggirkan, sebagaimana yg Engkau lakukan sendiri.  Yesus, berilah kami keberanian untuk menjadi sesama dengan orang lain. Amin.

 

Contemplatio

'Bukan orang sehat yang memerlukan tabib, tetapi orang sakit; Aku datang bukan untuk memanggil orang benar, melainkan orang berdosa'.

 







Oremus Inter Nos
Marilah Kita Saling Mendoakan

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Pesta Maria mengunjungi Elizabet

Hari Raya Pentakosta

Hari Raya Kelahiran Yohanes Pembaptis