Sabtu Pekan Biasa II, 26 Januari 2019

2Sam 1: 1-4 + Mzm 80 + Mrk 3: 20-21

 

 

Lectio

Pada suatu kali, Yesus masuk ke sebuah rumah. Maka datanglah orang banyak berkerumun pula, sehingga makan pun mereka tidak dapat.  Waktu kaum keluarga-Nya mendengar hal itu, mereka datang hendak mengambil Dia, sebab kata mereka Ia tidak waras lagi.

 

Meditatio

Pada suatu kali, Yesus masuk ke sebuah rumah. Rumah siapa yang dimasuki tidak disebutkan. Tentunya rumah orang yang sudah dikenalNya. Maka datanglah orang banyak berkerumun pula, sehingga makan pun mereka tidak dapat.  Mereka datang hendak mendengarkan sabdaNya, dan melihat segala yang indah seperti diceritakan banyak didengar orang. Begitu banyaknya Yesus harus melayani, sampai-sampai tidak sempat makan. Mengapa para murid tidak bertindak sebagai pengatur acara bersama seperti itu? Bukankah mereka pernah mengingatkan Yesus, agar Dia menyuruh pulang karena hari hampir malam?   Bukankah para murid telah dipercayai Yesus untuk menyertaiNya dalam karya pelayanan?   

Waktu kaum keluarga-Nya mendengar hal itu, mereka datang hendak mengambil Dia, sebab kata mereka Ia tidak waras lagi. Jahat kali mereka yang berkata-kata seperti itu. Mengapa mereka berani mengatakan Yesus tidak waras lagi? Apakah issue itu disebarkan oleh orang-orang yang tidak suka sama Yesus? Atau yang cemburu terhadap karyaNya? Suatu usaha pembunuhan kharakter.  

Kita adalaha orang-orang yang berpikir positif tentang Yesus, karena memang Dialah Penyelamat kita. Malah Dia 'memberikan kepada kita bukan roh ketakutan, melainkan roh yang membangkitkan kekuatan, kasih dan ketertiban'. Paulus dalam suratnya kepada Timotius mengajak kita agar 'tidak malu bersaksi tentang Tuhan kita, malah ikutlah menderita bagi Injil-Nya oleh kekuatan Allah' (2Tim 7-8).

 

Oratio

Ya Yesus Kristus, ajarikah kami selalu untuk selalu mempunyai hati terhadap sesama, sebagaimana yang Engkau lakukan terhadap kami, dan semoga kami semakin berani mengakui kelebihan dan kesuksesan sesame, dan bukannya berkata-kata negative.

Santo Titus dan Timotius, doakanlah kami. Amin.

 

Contemplatio

          Pertama, hendaklah kita membawa damai bagi sesame. Sebab Dia telah 'memberikan kepada kita bukan roh ketakutan, melainkan roh yang membangkitkan kekuatan, kasih dan ketertiban'.

          Kedua, hendaknya kita 'bersaksi tentang Tuhan kita, dan ikut menderita bagi Injil-Nya oleh kekuatan Allah'.

 







Oremus Inter Nos
Marilah Kita Saling Mendoakan

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Pesta Maria mengunjungi Elizabet

Hari Raya Pentakosta

Hari Raya Kelahiran Yohanes Pembaptis