Selasa Pekan Biasa II, 22 Januari 2019

Ibr 6: 10-20 + Mzm 111 + Mrk 2: 23-28



Lectio

Pada suatu kali, pada hari Sabat, Yesus berjalan di ladang gandum, dan sementara berjalan murid-murid-Nya memetik bulir gandum.  Maka kata orang-orang Farisi kepada-Nya: "Lihat! Mengapa mereka berbuat sesuatu yang tidak diperbolehkan pada hari Sabat?"  Jawab-Nya kepada mereka: "Belum pernahkah kamu baca apa yang dilakukan Daud, ketika ia dan mereka yang mengikutinya kekurangan dan kelaparan, bagaimana ia masuk ke dalam Rumah Allah waktu Abyatar menjabat sebagai Imam Besar lalu makan roti sajian itu -- yang tidak boleh dimakan kecuali oleh imam-imam -- dan memberinya juga kepada pengikut-pengikutnya?"  Lalu kata Yesus kepada mereka: "Hari Sabat diadakan untuk manusia dan bukan manusia untuk hari Sabat, jadi Anak Manusia adalah juga Tuhan atas hari Sabat."

 

Meditatio

Pada suatu kali, pada hari Sabat, Yesus berjalan di ladang gandum, dan sementara berjalan murid-murid-Nya memetik bulir gandum.  Mengapa mereka memetik bulir gandum? Apakah mereka lapar? Apakah sekedar iseng? Pasti perbuatan mereka bukanlah sebuah pekerjaan, karena memang mereka tidak bekerja di kebun gandum. Asal petik itulah yang mereka lakukan. Namun tindakan mereka sepertinya menjadi batu sandungan bagi orang-orang Farisi. Atau memang kaum Farisi hanya ingin mencari-cari persoalan dengan peristiwa itu.  Kata orang-orang Farisi kepada-Nya: 'lihat! Mengapa mereka berbuat sesuatu yang tidak diperbolehkan pada hari Sabat?'. Kembali Yesus dimintai pertanggunganjawab atas tindakan para muridNya. Komunitas Yesus mendapatkan sorotan yang luar biasa dalam kehidupan sehari-hari.

Jawab-Nya kepada mereka: 'belum pernahkah kamu baca apa yang dilakukan Daud, ketika ia dan mereka yang mengikutinya kekurangan dan kelaparan, bagaimana ia masuk ke dalam Rumah Allah waktu Abyatar menjabat sebagai Imam Besar lalu makan roti sajian itu -- yang tidak boleh dimakan kecuali oleh imam-imam -- dan memberinya juga kepada pengikut-pengikutnya?'.  Sebuah jawaban, yang meminta mereka untuk memahami situasi. Pertanyaan reflektif mengapa peristiwa harus terjadi kiranya perlu dikemukakan. Adakah Yesus membiarkan para muridNya melanggar aturan? Yesus tidak akan membiarkan umatNya binasa. Yesus malah hendak memberi pelajaran bagi banyak orang: mengapa Dia membiarkan para murid memetik bulir gandum.

Peraturan hari Sabat harus dijunjung tinggi, tetapi tentunya kasih harus mengatasi segala-galanya. 'Hari Sabat diadakan untuk manusia dan bukan manusia untuk hari Sabat'. Bukankah Sabat mengingatkan saat di mana Tuhan beristirahat  dalam karya ciptaan dunia dan isinya? Dan lebih penting lagi, 'Anak Manusia adalah Tuhan atas hari Sabat', jadi tak mungkin Yesus membiarkan para muridNya, kita semua jatuh dalam dosa. Bukankah kehadiran Yesus sendiri adalah pemenuhan janji Allah menyelamatkan umatNya?  

 

Oratio

Ya Tuhan Bapa yang baik, ajarilah kami semua berani memahami bagaimana segala aturan itu dibentuk dan ditata. Ajarilah kami untuk mentaati hidup bersama, dan tidak mencari kepuasan diri, yang malah melemahkan kami dalam berusaha dan berjuang.

Yesus, buatlah kami setia seperti Engkau dalam menjalani tugas perutusan kami. Amin.

 

Contemplatio

                    Pertama, 'hari Sabat diadakan untuk manusia dan bukan manusia untuk hari Sabat'. Sabat mengingatkan, bahwa Allah adalah sang Pencipta dunia dan isinya.

Kedua, 'Anak Manusia adalah juga Tuhan atas hari Sabat'. Karena memang dalam namaNya semuanya tercipta.

 







Oremus Inter Nos
Marilah Kita Saling Mendoakan

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Pesta Maria mengunjungi Elizabet

Hari Raya Pentakosta

Hari Raya Kelahiran Yohanes Pembaptis