Selasa Pekan Biasa III, 29 Januari 2019

Ibr 10: 1-10 + Mzm 40 + Mrk 3: 31-35

 

 

Lectio

Pada suatu kali, datanglah ibu dan saudara-saudara Yesus. Sementara mereka berdiri di luar, mereka menyuruh orang memanggil Dia.  Ada orang banyak duduk mengelilingi Dia, mereka berkata kepada-Nya: "Lihat, ibu dan saudara-saudara-Mu ada di luar, dan berusaha menemui Engkau."  Jawab Yesus kepada mereka: "Siapa ibu-Ku dan siapa saudara-saudara-Ku?"  Ia melihat kepada orang-orang yang duduk di sekeliling-Nya itu dan berkata: "Ini ibu-Ku dan saudara-saudara-Ku!  Barangsiapa melakukan kehendak Allah, dialah saudara-Ku laki-laki, dialah saudara-Ku perempuan, dialah ibu-Ku."

 

Meditatio

Pada suatu kali, datanglah ibu dan saudara-saudara Yesus. Sementara mereka berdiri di luar, mereka menyuruh orang memanggil Dia. Mengapa mereka hendak menjumpai Yesus kembali? Apakah mereka masih termakan issue bahwa Yesus tidak waras lagi, sebagaimana kita renungkan beberapa hari lalu?  Ada orang banyak duduk mengelilingi Dia, sehingga mereka kesulitan untuk mendekati Yesus. Beberapa orang dari mereka berkata kepada-Nya: 'lihat, ibu dan saudara-saudara-Mu ada di luar, dan berusaha menemui Engkau'.  Dalam tradisi Katolik, Yesus tidak mempunyai saudara dan saudari. Yesus adalah Anak tunggal pasutri Maria dan Yusuf.

Jawab Yesus kepada mereka: 'siapa ibu-Ku dan siapa saudara-saudara-Ku?'. Apa maksud Yesus berkata demikian? Apakah Dia tidak mau tahu dengan anggota keluargaNya? Apakah Yesus memandang rendah keluargaNya sendiri?  Ia melihat kepada orang-orang yang duduk di sekeliling-Nya itu dan berkata: 'ini ibu-Ku dan saudara-saudara-Ku!  Barangsiapa melakukan kehendak Allah, dialah saudara-Ku laki-laki, dialah saudara-Ku perempuan, dialah ibu-Ku'. Yesus membuka wacana baru. KeluargaNya, bukanlah hanya mereka yang sedarah-kandung dengan diriNya, melainkan semua orang yang melakukan kehendak Allah Bapa di surga. Mengapa? Bukankah memang kita semua adalah anak-anak Allah? Kita mempunyai Allah yang satu dan sama. Allah kita adalah Allah bagi semua orang yang hidup dan mati, tegas Paulus (Rom 14). Semua yang ada di hadapanNya adalah hidup. Maka tentunya orang-orang yang melakukan kehendak Bapa, yang mengamini sabdaNya, tentunya satu saudara dengan Yesus, yang memang datang hanya untuk melakukan kehendak Bapa yang mengutusNya. Sakramen baptis kita akan hidup selalu kalau kita menyuburkannya dengan sabda dan kehendak Tuhan sendiri, dan bukan semata-mata kebaikan dan kebajikan insani.

 'Barangsiapa melakukan kehendak Allah, dialah saudara-Ku laki-laki, dialah saudara-Ku perempuan, dialah ibu-Ku'.  Israel memang bangsa terpilih semenjak semula, tetapi Israel banyak tidak menggunakan kesempatan itu. Mereka bagaikan para kebun anggur yang menyandera dan membunuh anak sang empunya kebun anggur. Keselamatan amat dapat dinikmati oleh orang-orang yang benar-benar merindukannya, dan bukannya karena status dan jabatan seseorang. Keselamatan hanya dinikmati oleh orang-orang yang mau berjuang untuk mendapatkannya.

 

Oratio

Ya Yesus Kristus, Engkau memanggil setiap orang menikmati keselamatan, buatlah kami semakin bersemangat dalam berusaha menikmati keselamatan itu, sembari menjalin persaudaraan dengan semua orang. Amin.

 

Contemplatio

'Barangsiapa melakukan kehendak Allah, dialah saudara-Ku laki-laki, dialah saudara-Ku perempuan, dialah ibu-Ku'. Yesus membuka kesempatan bagi setiap orang untuk hidup bersamaNya sebagai saudara dan saudariNya, termasuk tentunya dalam KerajaanNya yang membahagiakan itu.







Oremus Inter Nos
Marilah Kita Saling Mendoakan

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Pesta Maria mengunjungi Elizabet

Hari Raya Pentakosta

Pesta Santo Stefanus Martir