Jumat Masa Biasa VII, 1 Maret 2019

Sir 6: 5-17 + Mzm 119 + Mrk 10: 1-12

 

 

Lectio

Suatu hari Yesus berangkat ke daerah Yudea dan ke daerah seberang sungai Yordan dan di situ pun orang banyak datang mengerumuni Dia; dan seperti biasa Ia mengajar mereka pula. Maka datanglah orang-orang Farisi, dan untuk mencobai Yesus mereka bertanya kepada-Nya: "Apakah seorang suami diperbolehkan menceraikan isterinya?" Tetapi jawab-Nya kepada mereka: "Apa perintah Musa kepada kamu?" Jawab mereka: "Musa memberi izin untuk menceraikannya dengan membuat surat cerai." Lalu kata Yesus kepada mereka: "Justru karena ketegaran hatimulah maka Musa menuliskan perintah ini untuk kamu. Sebab pada awal dunia, Allah menjadikan mereka laki-laki dan perempuan, sebab itu laki-laki akan meninggalkan ayahnya dan ibunya dan bersatu dengan isterinya, sehingga keduanya itu menjadi satu daging. Demikianlah mereka bukan lagi dua, melainkan satu. Karena itu, apa yang telah dipersatukan Allah, tidak boleh diceraikan manusia." Ketika mereka sudah di rumah, murid-murid itu bertanya pula kepada Yesus tentang hal itu. Lalu kata-Nya kepada mereka: "Barangsiapa menceraikan isterinya lalu kawin dengan perempuan lain, ia hidup dalam perzinahan terhadap isterinya itu. Dan jika si isteri menceraikan suaminya dan kawin dengan laki-laki lain, ia berbuat zinah."

 

Meditatio                                                                                

Suatu hari Yesus berangkat ke daerah Yudea dan ke daerah seberang sungai Yordan dan di situ pun orang banyak datang mengerumuni Dia; dan seperti biasa Ia mengajar mereka pula. Sebab Dia dating untuk mewartakan Injil Kerajaan Allah, dan bukan untuk yang lain. Maka datanglah orang-orang Farisi. Ada maksud tertentu? Benar, mereka datang untuk mencobai Yesus. Mereka bertanya kepada-Nya: 'apakah seorang suami diperbolehkan menceraikan isterinya?' Tetapi jawab-Nya kepada mereka: 'apa perintah Musa kepada kamu?'. Yesus balik bertanya kepada mereka. Sejauhmana pemahaman mereka sendiri? Jawab mereka: 'Musa memberi izin untuk menceraikannya dengan membuat surat cerai'. Sungguh benar. Mereka bukanlah orang-orang bodoh. Ada di antara mereka adalah para ahli kitab. Jawaban mereka ini dimaksudkan hanya sekedar pembanding atau hendak mengetahui sejauhmana Orang Nazaret itu berani memahami hokum Musa.

'Justru karena ketegaran hatimulah maka Musa menuliskan perintah ini untuk kamu', tegas Yesus. Ini bukan kemauan Allah. 'Sebab pada awal dunia, Allah menjadikan mereka laki-laki dan perempuan, sebab itu laki-laki akan meninggalkan ayahnya dan ibunya dan bersatu dengan isterinya, sehingga keduanya itu menjadi satu daging. Demikianlah mereka bukan lagi dua, melainkan satu. Karena itu, apa yang telah dipersatukan Allah, tidak boleh diceraikan manusia'. Perkawinan disatukan oleh Allah. Laki-laki dan perempuan bersatu; mereka benar-benar satu, dan bukan lagi dua. Perkawinan melebihi persahabatan sebagaimana ditegaskan Putera Sirakh (6: 5-17). Perkawinan bersifat kekal, satu kali untuk selama-lamanya.

Ketika mereka sudah di rumah, murid-murid itu bertanya pula kepada Yesus tentang hal itu. Lalu kata-Nya kepada mereka: 'barangsiapa menceraikan isterinya lalu kawin dengan perempuan lain, ia hidup dalam perzinahan terhadap isterinya itu. Dan jika si isteri menceraikan suaminya dan kawin dengan laki-laki lain, ia berbuat zinah'. Tidak ada perceraian. Allah menghendaki kesatuan hati mereka semua yang telah disatukanNya.

 

Oratio

Ya Yesus Kristus, urapilah selalu dengan kasihMu paraa keluarga kami, terlebih mereka keluarga-keluarga muda. Semoga mereka semakin bersatu hati dan selalu berkanjang dalam kesetiaan. Amin

 

Contemplatio

Pertama, 'barangsiapa menceraikan isterinya lalu kawin dengan perempuan lain, ia hidup dalam perzinahan terhadap isterinya itu. Dan jika si isteri menceraikan suaminya dan kawin dengan laki-laki lain, ia berbuat zinah'. Tidak ada perceraian.

Kedua, 'apa yang telah dipersatukan Allah, tidak boleh diceraikan manusia'. Hendaknya kita tidak melawan Allah. 







Oremus Inter Nos
Marilah Kita Saling Mendoakan

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Pesta Maria mengunjungi Elizabet

Hari Raya Pentakosta

Hari Raya Kelahiran Yohanes Pembaptis