Kamis Masa Biasa VII, 28 Februari 2019

Sir 5: 1-8 + Mzm 1 + Mrk 9: 41-50

 

 

Lectio

Suatu hari berkatalah Yesus: "Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya barangsiapa memberi kamu minum secangkir air oleh karena kamu adalah pengikut Kristus, ia tidak akan kehilangan upahnya. Barangsiapa menyesatkan salah satu dari anak-anak kecil yang percaya ini, lebih baik baginya jika sebuah batu kilangan diikatkan pada lehernya lalu ia dibuang ke dalam laut.   Dan jika tanganmu menyesatkan engkau, penggallah, karena lebih baik engkau masuk ke dalam hidup dengan tangan kudung dari pada dengan utuh kedua tanganmu dibuang ke dalam neraka, ke dalam api yang tak terpadamkan; di tempat itu ulatnya tidak akan mati, dan apinya tidak akan padam. Dan jika kakimu menyesatkan engkau, penggallah, karena lebih baik engkau masuk ke dalam hidup dengan timpang, dari pada dengan utuh kedua kakimu dicampakkan ke dalam neraka; di tempat itu ulatnya tidak akan mati, dan apinya tidak akan padam. Dan jika matamu menyesatkan engkau, cungkillah, karena lebih baik engkau masuk ke dalam Kerajaan Allah dengan bermata satu dari pada dengan bermata dua dicampakkan ke dalam neraka, di mana ulat-ulat bangkai tidak mati dan api tidak padam.  Karena setiap orang akan digarami dengan api.  Garam memang baik, tetapi jika garam menjadi hambar, dengan apakah kamu mengasinkannya? Hendaklah kamu selalu mempunyai garam dalam dirimu dan selalu hidup berdamai yang seorang dengan yang lain".

 

Meditatio                                                                                 

'Aku berkata kepadamu: sesungguhnya barangsiapa memberi kamu minum secangkir air oleh karena kamu adalah pengikut Kristus, ia tidak akan kehilangan upahnya'. Penegasan Yesus ini mengingatkan, agar kita siap selalu menjadi saluran berkat bagi sesama, maka tentunya kita tidak boleh malu-malu mengakui diri sebagai para pengikut Kristus. Namun, bukan saja ketika menerima, tetapi terlebih kita hendaknya berani mendahului berbuat baik bagi orang lain.

'Barangsiapa menyesatkan salah satu dari anak-anak kecil yang percaya ini, lebih baik baginya jika sebuah batu kilangan diikatkan pada lehernya lalu ia dibuang ke dalam laut'. Sebuah tantangan hendaknya kita selalu berbuat baik, berkata-kata benar, dan membawa berkat bagi sesama. Yesus tidak segan-segan membinasakan orang yang tidak mau berbuat baik.    

Nemo dat quod non habet, orang yang tidak mempunyai, tidak bisa memberi. Setiap orang harus berani memampukan diri untuk selalu berbuat baik. Karena itu, 'jika tanganmu menyesatkan engkau, penggallah, karena lebih baik engkau masuk ke dalam hidup dengan tangan kudung dari pada dengan utuh kedua tanganmu dibuang ke dalam neraka, ke dalam api yang tak terpadamkan'. Janganlah kita dibuat binasa oleh diri sendiri. Kita harus berani menguduskan jiwa raga. 'Demikian juga jika kakimu menyesatkan engkau, penggallah; jika matamu menyesatkan engkau, cungkillah'. Anggota tubuh yang sehat dan sempurna harus digunakan untuk menikmati hidup ini dengan penuh syukur, dan bukannya untuk mencari kepuasan diri. Kepuasan diri membinasakan seseorang, yang tak ubahnya 'sama seperti pada hari penyembelihan (Yak 5: 5).  

'Karena setiap orang akan digarami dengan api.  Garam memang baik, tetapi jika garam menjadi hambar, dengan apakah kamu mengasinkannya? Hendaklah kamu selalu mempunyai garam dalam dirimu dan selalu hidup berdamai yang seorang dengan yang lain'. Garam memang mempunyai makna, demikianlah hidup kita hendaknya mempunyai makna terhadap diri sendiri yang memang siap akan menjadi tanda sukacita bagi orang lain. Pembiaran tangan, kaki dan mata yang menyesatkan akan mendatang hukuman, sebab 'kemurkaan juga ada padaNya' (Sir 5: 6).

 

Oratio

Ya Yesus Kristus, bantulah kami agar berani mendahului dan setia berbuat baik kepada orang lain, sehingga kehadiran kami mendatangkan sukacita, terutama bagi mereka yang lemah dan kecil.  Amin

 

Contemplatio

Pertama, 'Aku berkata kepadamu: sesungguhnya barangsiapa memberi kamu minum secangkir air oleh karena kamu adalah pengikut Kristus, ia tidak akan kehilangan upahnya'. Hendaknya kita siap selalu menjadi saluran berkat bagi sesame.

Kedua, 'hendaklah kamu selalu mempunyai garam dalam dirimu dan selalu hidup berdamai yang seorang dengan yang lain'. Hendaknya kita menjadi sesame bagi orang lain.

 







Oremus Inter Nos
Marilah Kita Saling Mendoakan

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Pesta Maria mengunjungi Elizabet

Hari Raya Pentakosta

Selasa XXX, 26 Oktober 2010