Kamis Pekan Biasa IV, 7 Februari 2019

Ibr 12: 18-24 + Mzm 48 + Mrk 6: 7-13



Lectio

Suatu hari Yesus memanggil kedua belas murid itu dan mengutus mereka berdua-dua. Ia memberi mereka kuasa atas roh-roh jahat, dan berpesan kepada mereka supaya jangan membawa apa-apa dalam perjalanan mereka, kecuali tongkat, roti pun jangan, bekal pun jangan, uang dalam ikat pinggang pun jangan, boleh memakai alas kaki, tetapi jangan memakai dua baju.  Kata-Nya selanjutnya kepada mereka: "Kalau di suatu tempat kamu sudah diterima dalam suatu rumah, tinggallah di situ sampai kamu berangkat dari tempat itu.  Dan kalau ada suatu tempat yang tidak mau menerima kamu dan kalau mereka tidak mau mendengarkan kamu, keluarlah dari situ dan kebaskanlah debu yang di kakimu sebagai peringatan bagi mereka." Lalu pergilah mereka memberitakan bahwa orang harus bertobat, dan mereka mengusir banyak setan, dan mengoles banyak orang sakit dengan minyak dan menyembuhkan mereka.

 

Meditatio

Suatu hari Yesus memanggil kedua belas murid itu dan mengutus mereka berdua-dua. Mau pergi ke mana mereka? Apa sudah ditentukan sebelumnya? Apakah pergi ke kota-kota yang hendak dikunjungiNya? (Luk 10: 1). Tidak diceritakan memang.  Ia memberi mereka kuasa atas roh-roh jahat. Apakah yang dimaksukan dengan roh-roh jahat? Apakah kuasa kejahatan? Atau kuasa menyembuhkan aneka penyakit, yang pada waktu itu dianggap sebagai gangguan kuasa kegelapan?  Yesus tidak hanya mengutus mereka, tetapi juga mendampingi mereka dengan kuasaNya. Yesus berpesan kepada mereka supaya jangan membawa apa-apa dalam perjalanan mereka, kecuali tongkat, roti pun jangan, bekal pun jangan, uang dalam ikat pinggang pun jangan, boleh memakai alas kaki, tetapi jangan memakai dua baju.  Aneka fasilitas tentunya malah menjadi beban bagi mereka. Tak jarang aneka perbendaharaan mampu mengalihkan perhatian seseorang dalam tugas perutusan. Tongkat tetap boleh dibawa sepertinya dalam rangka keamanan dalam perjalanan. Atau tongkat memang lambang penggembalaan? Para murid hendaknya tidak mengandalkan aneka fasilitas pelayanan.

'Kalau di suatu tempat kamu sudah diterima dalam suatu rumah, tinggallah di situ sampai kamu berangkat dari tempat itu.  Dan kalau ada suatu tempat yang tidak mau menerima kamu dan kalau mereka tidak mau mendengarkan kamu, keluarlah dari situ dan kebaskanlah debu yang di kakimu sebagai peringatan bagi mereka'. Penyataan ini mengandaikan setiap orang hendaknya rela menerima kehadiran mereka. Mereka telah pergi dan membawa kabar sukacita tentunya harus mendapatkan tanggapan positif. Mereka pun tidak boleh marah, bila mendapatkan penolakan, cukuplah mengingatkan mereka akan keselamatan yang ditawarkan Allah kepada mereka semua. Allah menghendaki semua orang selamat!

Keyakinan bahwa Tuhan itu membahagiakan dan menyelamatkan benar-benar diamin Daud. Kepada Salomo, anaknya, Daud menegaskan:'lakukanlah kewajibanmu dengan setia terhadap TUHAN, Allahmu, dengan hidup menurut jalan yang ditunjukkan-Nya, dan dengan tetap mengikuti segala ketetapan, perintah, peraturan dan ketentuan-Nya, seperti yang tertulis dalam hukum Musa, supaya engkau beruntung dalam segala yang kaulakukan dan dalam segala yang kautuju, dan supaya TUHAN menepati janji yang diucapkan-Nya tentang aku, yakni: Jika anak-anakmu laki-laki tetap hidup di hadapan-Ku dengan setia, dengan segenap hati dan dengan segenap jiwa, maka keturunanmu takkan terputus dari takhta kerajaan Israel' (1Raj 2: 3-4). Kita pun diharapkan semakin yakin kepadaNya, Kristus Tuhan, karena kita memang tidak datang kepada Dia yang jauh di sana, tetapi kepada Kristus yang telah datang dan menapa kita.

Lalu pergilah mereka memberitakan bahwa orang harus bertobat, dan mereka mengusir banyak setan, dan mengoles banyak orang sakit dengan minyak dan menyembuhkan mereka. Pertobatan memang sungguh penting. Pertobatan adalah tanda bagi seseorang yang berbalik kepada Tuhan, dan kembali kepada jalan keselamatan.


Oratio

Ya Yesus Kristus, kami bersyukur kepadaMu atas segala rahmat dan berkatMu. Semoga kami siap menggunakan segala anugerah yang Engkau limpahkan kepada kami dalam setiap karya pengabdian dan pekerjaaan kami sehari-hari. Dan semoga kami mengamini setiap sabda yang disampaikan siapapun kepada kami. Amin.

 

Contemplatio   

          Pertama, 'kalau di suatu tempat kamu sudah diterima dalam suatu rumah, tinggallah di situ sampai kamu berangkat dari tempat itu.  Dan kalau ada suatu tempat yang tidak mau menerima kamu dan kalau mereka tidak mau mendengarkan kamu, keluarlah dari situ dan kebaskanlah debu yang di kakimu sebagai peringatan bagi mereka'. Setiapa orang wajib menerima dan mendengarkan sabda dan kehendakNya.

          Kedua, pergilah para murid memberitakan bahwa orang harus bertobat, dan mereka mengusir banyak setan, dan mengoles banyak orang sakit dengan minyak dan menyembuhkan mereka. Celakalah aku, jika tidak mewartakan Injil.






Oremus Inter Nos
Marilah Kita Saling Mendoakan

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Pesta Maria mengunjungi Elizabet

Hari Raya Pentakosta

Hari Raya Kelahiran Yohanes Pembaptis