Kamis Pekan Biasa V, 14 Februari 2019

Kej 2: 18-25 + Mzm 128 + Mrk 7: 24-30



Lectio

Pada waktu itu berangkatlah Yesus pergi ke daerah Tirus. Ia masuk ke sebuah rumah dan tidak mau bahwa ada orang yang mengetahuinya, tetapi kedatangan-Nya tidak dapat dirahasiakan. Malah seorang ibu, yang anaknya perempuan kerasukan roh jahat, segera mendengar tentang Dia, lalu datang dan tersungkur di depan kaki-Nya. Perempuan itu seorang Yunani bangsa Siro-Fenisia. Ia memohon kepada Yesus untuk mengusir setan itu dari anaknya. Lalu Yesus berkata kepadanya: "Biarlah anak-anak kenyang dahulu, sebab tidak patut mengambil roti yang disediakan bagi anak-anak dan melemparkannya kepada anjing." Tetapi perempuan itu menjawab: "Benar, Tuhan. Tetapi anjing yang di bawah meja juga makan remah-remah yang dijatuhkan anak-anak." Maka kata Yesus kepada perempuan itu: "Karena kata-katamu itu, pergilah sekarang sebab setan itu sudah keluar dari anakmu." Perempuan itu pulang ke rumahnya, lalu didapatinya anak itu berbaring di tempat tidur, sedang setan itu sudah keluar.

 

Meditatio

Pada waktu itu berangkatlah Yesus pergi ke daerah Tirus. Ia masuk ke sebuah rumah dan tidak mau bahwa ada orang yang mengetahuinya, tetapi kedatangan-Nya tidak dapat dirahasiakan. Bukankah daerah Tirus adalah wilayah orang-orang yang tidak mengenal Allah? Bagaimana mereka bisa mengenal Kristus Tuhan? Malah seorang ibu, yang anaknya perempuan kerasukan roh jahat, segera mendengar tentang Dia, lalu datang dan tersungkur di depan kaki-Nya. Perempuan itu seorang Yunani bangsa Siro-Fenisia. Ia memohon kepada Yesus untuk mengusir setan itu dari anaknya. Perempuan ini benar-benar orang yang mengenal Allah.

'Biarlah anak-anak kenyang dahulu, sebab tidak patut mengambil roti yang disediakan bagi anak-anak dan melemparkannya kepada anjing'. Sebuah komentar yang amat keras. Mengapa Yesus berkata-kata seperti itu? Tetapi perempuan itu menjawab: 'benar, Tuhan. Tetapi anjing yang di bawah meja juga makan remah-remah yang dijatuhkan anak-anak'. Tamparan Yesus dijawab dengan perkataan iman. Perempuan ini sadar akan posisi dirinya. Perempuan ini tahu Siapakah yang berbicara dengan dirinya. Perempuan ini sepertinya tahu maksud Yesus dengan kata-kataNya yang keras itu. Posisi perempuan memang selalu disudutkan mengingat (pada umumnya) fisikanya yang lemah. Namun bukankah mereka itu penolong bagi kaum laki-laki, sebagaimana dituliskan dalam kitab Kejadian (Kej 2). Bukankah mereka itu lebih kuat dan tangguh dari yang ditolong?

'Karena kata-katamu itu, pergilah sekarang sebab setan itu sudah keluar dari anakmu', tegas Yesus. Yesus menaruh hati pada orang-orang setia dalam berdoa. Perempuan itu pulang ke rumahnya, lalu didapatinya anak itu berbaring di tempat tidur, sedang setan itu sudah keluar.

 

Oratio

          Ya Tuhan Bapa di surge, Yesus PuteraMu mengucapkan kata-kata yang keras bagi perempuan Siro-fenesia itu. Namun kata-kata itu malah menggugah dia untuk semakin percaya dan berharap kepadaMu. Ajarilah kami juga, agar tidak mudah putus asa, bila mendengarkan sapaan dan teguranMu, yang tidak sesuai dengan kemauan diri kami. Amin.

 

Contemplatio

Pertama, 'biarlah anak-anak kenyang dahulu, sebab tidak patut mengambil roti yang disediakan bagi anak-anak dan melemparkannya kepada anjing'. Kata-kata keras sering kita dengar dalam Kitab Suci. Semuanya menantang kita untuk setia selalu mengamininya.

Kedua, 'benar, Tuhan. Tetapi anjing yang di bawah meja juga makan remah-remah yang dijatuhkan anak-anak'. Jawaban berani untuk tetap mendapatkan belaskasihNya.

Ketiga, 'karena kata-katamu itu, pergilah sekarang sebab setan itu sudah keluar dari anakmu'. Yesus tidak mengabaikan kerinduan hati umatNya.

 







Oremus Inter Nos
Marilah Kita Saling Mendoakan

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Pesta Maria mengunjungi Elizabet

Hari Raya Pentakosta

Hari Raya Kelahiran Yohanes Pembaptis