Minggu Pekan Biasa VII, 24 Februari 2019

1Sam 26: 7-9 + 1Kor 15: 45-49 + Luk 6: 27-38



Lectio

Pada suatu kali bersabdalah Yesus kepada para muridNya: 'kepada kamu, yang mendengarkan Aku, Aku berkata: Kasihilah musuhmu, berbuatlah baik kepada orang yang membenci kamu; mintalah berkat bagi orang yang mengutuk kamu; berdoalah bagi orang yang mencaci kamu. Barangsiapa menampar pipimu yang satu, berikanlah juga kepadanya pipimu yang lain, dan barangsiapa yang mengambil jubahmu, biarkan juga ia mengambil bajumu. Berilah kepada setiap orang yang meminta kepadamu; dan janganlah meminta kembali kepada orang yang mengambil kepunyaanmu. Dan sebagaimana kamu kehendaki supaya orang perbuat kepadamu, perbuatlah juga demikian kepada mereka. Dan jikalau kamu mengasihi orang yang mengasihi kamu, apakah jasamu? Karena orang-orang berdosa pun mengasihi juga orang-orang yang mengasihi mereka. Sebab jikalau kamu berbuat baik kepada orang yang berbuat baik kepada kamu, apakah jasamu? Orang-orang berdosa pun berbuat demikian. Dan jikalau kamu meminjamkan sesuatu kepada orang, karena kamu berharap akan menerima sesuatu dari padanya, apakah jasamu? Orang-orang berdosa pun meminjamkan kepada orang-orang berdosa, supaya mereka menerima kembali sama banyak. Tetapi kamu, kasihilah musuhmu dan berbuatlah baik kepada mereka dan pinjamkan dengan tidak mengharapkan balasan, maka upahmu akan besar dan kamu akan menjadi anak-anak Allah Yang Mahatinggi, sebab Ia baik terhadap orang-orang yang tidak tahu berterima kasih dan terhadap orang-orang jahat. Hendaklah kamu murah hati, sama seperti Bapamu adalah murah hati. Janganlah kamu menghakimi, maka kamu pun tidak akan dihakimi. Dan janganlah kamu menghukum, maka kamu pun tidak akan dihukum; ampunilah dan kamu akan diampuni. Berilah dan kamu akan diberi: suatu takaran yang baik, yang dipadatkan, yang digoncang dan yang tumpah ke luar akan dicurahkan ke dalam ribaanmu. Sebab ukuran yang kamu pakai untuk mengukur, akan diukurkan kepadamu'.

 

Lectio

Pada suatu kali bersabdalah Yesus kepada para muridNya: 'kepada kamu, yang mendengarkan Aku, Aku berkata: kasihilah musuhmu'. Bagaimana mungkin? Dan siapakah musuh kita itu? Konkritnya? Yesus mempertegas hokum kasih itu dengan berkata:

'berbuatlah baik kepada orang yang membenci kamu;

mintalah berkat bagi orang yang mengutuk kamu;

berdoalah bagi orang yang mencaci kamu.

Barangsiapa menampar pipimu yang satu,

berikanlah juga kepadanya pipimu yang lain,

dan barangsiapa yang mengambil jubahmu, biarkan juga ia mengambil bajumu.

Berilah kepada setiap orang yang meminta kepadamu;

dan janganlah meminta kembali kepada orang yang mengambil kepunyaanmu'. Inilah konkritisasi mengasihi musuh. Mereka bukanlah orang-orang yang membawa senjata, tetapi mereka memang selalu melawan dan menantang kita.

Kita memang ingin selalu hidup damai dan rukun dengan semua orang; dan itu disadari sungguh oleh Yesus sendiri. Kita harus berani mengawali, tegas Yesus, dan bukannya menunggu orang lain melakukannya kepada kita. 'Sebagaimana kamu kehendaki supaya orang perbuat kepadamu, perbuatlah juga demikian kepada mereka'.

Kita harus berani mengawali, karena memang kita orang yang beriman. Pertama, 'jikalau kamu mengasihi orang yang mengasihi kamu, apakah jasamu? Karena orang-orang berdosa pun mengasihi juga orang-orang yang mengasihi mereka'. Kedua, 'jikalau kamu berbuat baik kepada orang yang berbuat baik kepada kamu, apakah jasamu? Orang-orang berdosa pun berbuat demikian'. Ketiga, 'jikalau kamu meminjamkan sesuatu kepada orang, karena kamu berharap akan menerima sesuatu dari padanya, apakah jasamu? Orang-orang berdosa pun meminjamkan kepada orang-orang berdosa, supaya mereka menerima kembali sama banyak'. Apalah artinya, atau apa keunggulan sebagai orang-orang yang percaya kepada Kristus Tuhan? Kepercayaan kepada Kristus Tuhan hendaknya menjadi bekal dan kekuatan yang istimewa dalam pergulatan dan pergaulan hidup sehari-hari.

'Tetapi kamu, kasihilah musuhmu dan berbuatlah baik kepada mereka dan pinjamkan dengan tidak mengharapkan balasan, maka pertama, upahmu akan besar, dan kedua, kamu akan menjadi anak-anak Allah Yang Mahatinggi'. Kita, para muridNya, diminta mengasihi para musuh, karena Tuhan Allah Bapa di surge itu 'baik terhadap orang-orang yang tidak tahu berterima kasih dan terhadap orang-orang jahat'. Jelaslah sekarang, mengapa kita harus berani mengasihi sesame, agar mampu bersikap dan bertindak sama seperti Tuhan Allah sendiri. 'Hendaklah kamu murah hati, sama seperti Bapamu adalah murah hati'.

Dalam relasi dengan sesame, Yesus menambahkan: pertama, 'janganlah kamu menghakimi, maka kamu pun tidak akan dihakimi. Kedua, janganlah kamu menghukum, maka kamu pun tidak akan dihukum;

ketiga, ampunilah dan kamu akan diampuni, dan keempat, berilah dan kamu akan diberi'. Sebab memang, 'suatu takaran yang baik, yang dipadatkan, yang digoncang dan yang tumpah ke luar akan dicurahkan ke dalam ribaanmu. Sebab ukuran yang kamu pakai untuk mengukur, akan diukurkan kepadamu'.

 

Oratio

       Ya Tuhan Yesus, jadikanlah kami orang-orang yang murah hati, dan siap menjadi saluran berkat bagi sesame kami. Sebab Engkau sendiri telah mendahului kami dalam berbagi kasih. Amin.

 

Contemplatio

Pertama, 'kasihilah musuhmu'. Sebab Allah telah mengasihi kita terlebih dahulu. Dia mengasihi semua orang tanpa memandang muka.

Kedua, 'hendaklah kamu murah hati, sama seperti Bapamu adalah murah hati'. Bukankah kita ini manusia Allah? Kita tercipta sesuai dengan gambarNya. Kita pasti mampu melakukannya.

Ketiga, 'ukuran yang kamu pakai untuk mengukur, akan diukurkan kepadamu'. Baiklah kalau kita mendahuluinya dalam kasih.

 







Oremus Inter Nos
Marilah Kita Saling Mendoakan

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Pesta Maria mengunjungi Elizabet

Hari Raya Pentakosta

Hari Raya Kelahiran Yohanes Pembaptis