Pesta Takhta Santo Petrus, 22 Februari 2018

1Pet 5: 1-4 + Mzm 23 + Mat 16: 13-19

 

 

Lectio

Pada suatu kali, setelah Yesus tiba di daerah Kaisarea Filipi, Ia bertanya kepada murid-murid-Nya: "Kata orang, siapakah Anak Manusia itu?" Jawab mereka: "Ada yang mengatakan: Yohanes Pembaptis, ada juga yang mengatakan: Elia dan ada pula yang mengatakan: Yeremia atau salah seorang dari para nabi." Lalu Yesus bertanya kepada mereka: "Tetapi apa katamu, siapakah Aku ini?" Maka jawab Simon Petrus: "Engkau adalah Mesias, Anak Allah yang hidup!" Kata Yesus kepadanya: "Berbahagialah engkau Simon bin Yunus sebab bukan manusia yang menyatakan itu kepadamu, melainkan Bapa-Ku yang di sorga. Dan Aku pun berkata kepadamu: Engkau adalah Petrus dan di atas batu karang ini Aku akan mendirikan jemaat-Ku dan alam maut tidak akan menguasainya. Kepadamu akan Kuberikan kunci Kerajaan Sorga. Apa yang kauikat di dunia ini akan terikat di sorga dan apa yang kaulepaskan di dunia ini akan terlepas di sorga."

 

Meditatio

'Aku pun berkata kepadamu', tegas Yesus kepada Simon, setelah memuji kesanggupan diri murid satu ini. 'Berbahagialah engkau Simon bin Yunus sebab bukan manusia yang menyatakan itu kepadamu, melainkan Bapa-Ku yang di sorga'. Yesus kagum akan kata-kata Simon, yang membiarkan dirinya dibimbing oleh Roh Allah yang hidup. Sebab hanya di dalam kasih kuasaNya, Simon dapat berkata-kata seperti itu. Tanpa penyertaan Allah, seseorang tidak dapat mengenal Yesus Kristus dengan sebenarnya. 'Engkau adalah Petrus dan di atas batu karang ini Aku akan mendirikan jemaat-Ku dan alam maut tidak akan menguasainya'. Simon disebut Petrus atau wadas, dan atas iman kepercayaan yang dimilikinya itulah, Yesus akan mendirikan komunitas. Komunitas yang percaya, bahwa Yesus adalah Mesias. Komunitas itu akan kekal abadi, karena memang alam maut tidak menguasai mereka. Mereka tidak akan mati selama-lamanya, karena Yesus adalah Kebangkitan dan Hidup (Yoh 11).

'Kepadamu akan Kuberikan kunci Kerajaan Sorga. Apa yang kauikat di dunia ini akan terikat di sorga dan apa yang kaulepaskan di dunia ini akan terlepas di sorga'. Simon menjadi seseorang yang penuh kuasa. Simon ambil bagian untuk menentukan seseorang menikmati kemuliaan surgawi atau tidak (bdk. Mat 25). Simon diajak menikmati kuasa seagung itu, karena keberaniannya membuka diri akan kehendak Tuhan Bapa di surga. Siapakah yang akan terlepas di surge? Tentunya mereka yang berani mengendalikan diri dan memikul salib kehidupan dengan sepenuh hati. Karena itu, Simon Petrus mengingatkan para orang-orang yang ambil bagian dalam karya penggembalaan dengan berkata 'gembalakanlah kawanan domba Allah yang ada padamu, jangan dengan paksa, tetapi dengan sukarela sesuai dengan kehendak Allah, dan jangan karena mau mencari keuntungan, tetapi dengan pengabdian diri. Janganlah kamu berbuat seolah-olah kamu mau memerintah atas mereka yang dipercayakan kepadamu, tetapi hendaklah kamu menjadi teladan bagi kawanan domba itu. Maka kamu, apabila Gembala Agung datang, kamu akan menerima mahkota kemuliaan yang tidak dapat layu' (1Pet 5: 1-4).

 

Oratio

Ya Yesus Kristus, sebagaimana Petrus beriman kepadaMu, kamipun percaya bahwa Engkaulah Mesias, kebangkitan dan hidup. Semoga iman kami semakin hari semakin tumbuh dan berkembang, sehingga pada akhirnya kami pun bole menikmati kemuliaanMu yang tak dapat layu.

Santo Petrus, doakanlah kami. Amin

 

 Contemplatio

Pertama, 'Engkau adalah Mesias, Anak Allah yang hidup!'. Kiranya pengenalan kita semakin sempurna.

Kedua, 'kepadamu akan Kuberikan kunci Kerajaan Sorga. Apa yang kauikat di dunia ini akan terikat di sorga dan apa yang kaulepaskan di dunia ini akan terlepas di sorga'. Sungguh besar kuasa dan mulia karya penggembalaan mereka, yang ambil bagian di dalamnya.







Oremus Inter Nos
Marilah Kita Saling Mendoakan

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Pesta Maria mengunjungi Elizabet

Hari Raya Pentakosta

Pesta Santo Stefanus Martir