Rabu Masa Biasa VII, 27 Februari 2019

Sir 4: 11-19 + Mzm 119 + Mrk 9: 38-40

 

 

Lectio

Suatu hari berkatalah Yohanes kepada Yesus: "Guru, kami lihat seorang yang bukan pengikut kita mengusir setan demi nama-Mu, lalu kami cegah orang itu, karena ia bukan pengikut kita."  Tetapi kata Yesus: "Jangan kamu cegah dia! Sebab tidak seorang pun yang telah mengadakan mujizat demi nama-Ku, dapat seketika itu juga mengumpat Aku.  Barangsiapa tidak melawan kita, ia ada di pihak kita".

 

Meditatio                                                                                 

'Guru, kami lihat seorang yang bukan pengikut kita mengusir setan demi nama-Mu, lalu kami cegah orang itu, karena ia bukan pengikut kita', lapor Yohanes kepada Yesus sang Guru. Dia melarang dan mencegah orang itu mengusir kuasa kegelapan dengan satu alasan karena dia bukan anggota komunitas. Bukankah Guru kita ini adalah milik komunitas kita? Egosime sektoral memang amatlah kuat dalam diri banyak orang. Itulah yang dirasakan dan dibangga-banggakan Yohanes. Mungkinkah juga komunitas kita? Bukankah Allah mempunyai hak mengajak setiap orang untuk mewartakan kebaikan dan keselamatan? Kalau Allah menghendaki, mengapa kita melarangnya?

'Jangan kamu cegah dia!', tegas Yesus.  'Sebab tidak seorang pun yang telah mengadakan mujizat demi nama-Ku, dapat seketika itu juga mengumpat Aku'. Yesus mengijinkan setiap orang untuk mewartakan kasih Allah.  Malahan, 'barangsiapa percaya kepada-Ku, ia akan melakukan juga pekerjaan-pekerjaan yang Aku lakukan, bahkan pekerjaan-pekerjaan yang lebih besar dari pada itu' (Yoh 14: 12). 'Barangsiapa tidak melawan kita, ia ada di pihak kita', tegas Yesus yang meminta setiap orang tidak ego-sektoral, yang merasa diri baik dan meniadakan orang lain.apa yang dilakukan oleh Yohanes bukanlah kebijksanaan yang berasal dari Allah, karena yang dilakukannya tidak disetujui dan tidak dicintai Tuhan (Keb 4: 14).

 

 Oratio

Ya Yesus Kristus, kami ini memang sering mau mencari senangnya sendiri, bahkan kalau bisa tidak ada orang yang lebih hebat dari kami. Kami amat egois. Ajari kami, ya Yesus, untuk semakin berani mengandalkan Engkau, dan berani melihat dan mengakui, bahwa di tengah-tengah kami ada banyak orang yang lebih mampu dan hebat dari kami. Amin.

 

Contemplatio

Pertama, 'tidak seorang pun yang telah mengadakan mujizat demi nama-Ku, dapat seketika itu juga mengumpat Aku'. Bukankah pengadaan mukjizat itu adalah pemberianNya?

Kedua, hendaknya kita tidak egois atau ego-sentral, sebab semuanya itu tidak disetujui dan tidak dicintai Tuhan.

 







Oremus Inter Nos
Marilah Kita Saling Mendoakan

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Pesta Maria mengunjungi Elizabet

Hari Raya Pentakosta

Hari Raya Kelahiran Yohanes Pembaptis