Rabu Pekan Biasa IV , 6 Februari 2019

Ibr 12: 4-7 + Mzm 103 + Mrk 6: 1-6

 

 

Lectio

Suatu hari Yesus berangkat dari situ dan tiba di tempat asal-Nya, sedang murid-murid-Nya mengikuti Dia.  Pada hari Sabat Ia mulai mengajar di rumah ibadat dan jemaat yang besar takjub ketika mendengar Dia dan mereka berkata: "Dari mana diperoleh-Nya semuanya itu? Hikmat apa pulakah yang diberikan kepada-Nya? Dan mujizat-mujizat yang demikian bagaimanakah dapat diadakan oleh tangan-Nya?  Bukankah Ia ini tukang kayu, anak Maria, saudara Yakobus, Yoses, Yudas dan Simon? Dan bukankah saudara-saudara-Nya yang perempuan ada bersama kita?" Lalu mereka kecewa dan menolak Dia. Maka Yesus berkata kepada mereka: "Seorang nabi dihormati di mana-mana kecuali di tempat asalnya sendiri, di antara kaum keluarganya dan di rumahnya." Ia tidak dapat mengadakan satu mujizat pun di sana, kecuali menyembuhkan beberapa orang sakit dengan meletakkan tangan-Nya atas mereka.  Ia merasa heran atas ketidakpercayaan mereka. Lalu Yesus berjalan keliling dari desa ke desa sambil mengajar.

 

Meditatio

Suatu hari Yesus berangkat dari situ dan tiba di tempat asal-Nya, sedang murid-murid-Nya mengikuti Dia. Mengapa Yesus kembali ke kampong halaman? Yesus sepertinya juga bangga dengan kampong halaman, tempat Dia menikmati kehidupan yang indah.   Pada hari Sabat Ia mulai mengajar di rumah ibadat dan jemaat yang besar takjub ketika mendengar Dia. Yesus mengajar dengan penuh wibawa dan kuasa, tidak seperti orang-orang guru sejamanNya. Namun ada juga yang melawan dan menolakNya dengan berkata: 'dari mana diperoleh-Nya semuanya itu? Hikmat apa pulakah yang diberikan kepada-Nya? Dan mujizat-mujizat yang demikian bagaimanakah dapat diadakan oleh tangan-Nya?  Bukankah Ia ini tukang kayu, anak Maria, saudara Yakobus, Yoses, Yudas dan Simon? Dan bukankah saudara-saudara-Nya yang perempuan ada bersama kita?'. Mereka meragukan segala kemampuan yang dimilikiNYa. Bukankah Yesus seperti mereka semua? Bukankah Dia ini Anak tukang kayu? Bukankah Dia tidak belajar di perguruan alkitab? Yesus juga tidak pernah masuk dalam perguruan Esseni. Markus lebih lengkap menceritakan penolakan ini dibanding Lukas.  Lalu mereka kecewa dan menolak Dia.

Menerima orang lain yang berasal jauh di sana lebih mudah dari pada orang-orang yang ada di sekitar kita, bahkan keluarga kita sendiri. Demikian juga kita begitu mudah melempar senyum kepada orang yang ada jauh di sana daripada dengan orang-orang yang ada di sekitar kita. Orang-orang Nazaret seharusnya bangga dengan Yesus yang mampu tampil beda. Ketidakmampuan menerima Yesus malahan menghambat mereka dalam menerima pelbagai karunia yang indah.  Yesus tidak dapat mengadakan satu mujizat pun di sana, kecuali menyembuhkan beberapa orang sakit dengan meletakkan tangan-Nya atas mereka. Tuhan Allah tidak melempar begitu saja aneka karuniaNya itu; Dia memberikan kasih karunia kepada kita tak jarang melalui orang-orang yang ada di sekitar kita. Sebagaimana apa yang engkau lakukan kepada salah seorang yang hina ini, Engkau telah melakukannya bagiKu, demikian juga Yesus memberikan pelbagai anugerahnya melalui orang-orang yang ada di sekitar kita, bahkan dari mereka yang kurang kita perhatikan. Ia merasa heran atas ketidakpercayaan mereka. Apakah penolakan oranag-orang Nazaret ini boleh dikatakan sebagai sikap yang 'menjauhkan diri dari kasih karunia Allah' (Ibr 12: 15), sebagaimana direnungkan surat ini?

Yesus berjalan keliling dari desa ke desa sambil mengajar. Yesus tidak berhenti mengajar dan mewartakan Injil Kerajaan Allah, walau ada penolakan umatNya. Dia menghendaki seluruh umat manusia selamat, dan tidak yang lain. 'Seorang nabi dihormati di mana-mana kecuali di tempat asalnya sendiri, di antara kaum keluarganya dan di rumahnya', menjadi pedoman Yesus dalam pewartaanNya. Namun di manakah Dia diterima baik umatNya? Di manakah Yesus dalam mengajar tidak menemukan hambatan dan perlawanan? Ada banyakkah orang seperti Maria, saudari Lazarus, dalam mendengarkan sabdaNya?


Oratio

Ya Yesus Kristus, Engkaulah Pewarta sabda yang tangguh dan tak takut menghadapi kenyataan yang pahit sekalipun, atau malah ditolak. Ajari kami, ya Yesus, agar dengan setia dan tidak mengeluh kami selalu siap mewartakan sada dan kehendakMu. Amin.

 

Contemplatio   

          Pertama, 'seorang nabi dihormati di mana-mana kecuali di tempat asalnya sendiri, di antara kaum keluarganya dan di rumahnya'. Kita memang bukan untuk mencari pujian.

          Kedua, Ia merasa heran atas ketidakpercayaan mereka. Janganlah keheranan Yesus ini terarah juga kepada kita.

 

 







Oremus Inter Nos
Marilah Kita Saling Mendoakan

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Pesta Maria mengunjungi Elizabet

Hari Raya Pentakosta

Pesta Santo Stefanus Martir