Rabu Pekan Biasa V, 13 Februari 2019

Kej 2: 4-9 + Mzm 104 + Mrk 7: 14-23



Lectio

Pada suatu kali Yesus memanggil lagi orang banyak dan berkata kepada mereka: "Kamu semua, dengarlah kepada-Ku dan camkanlah. Apa pun dari luar, yang masuk ke dalam seseorang, tidak dapat menajiskannya, tetapi apa yang keluar dari seseorang, itulah yang menajiskannya. Barangsiapa bertelinga untuk mendengar hendaklah ia mendengar!" Sesudah Ia masuk ke sebuah rumah untuk menyingkir dari orang banyak, murid-murid-Nya bertanya kepada-Nya tentang arti perumpamaan itu. Maka jawab-Nya: "Apakah kamu juga tidak dapat memahaminya? Tidak tahukah kamu bahwa segala sesuatu dari luar yang masuk ke dalam seseorang tidak dapat menajiskannya, karena bukan masuk ke dalam hati tetapi ke dalam perutnya, lalu dibuang di jamban?" Dengan demikian Ia menyatakan semua makanan halal. Kata-Nya lagi: "Apa yang keluar dari seseorang, itulah yang menajiskannya, sebab dari dalam, dari hati orang, timbul segala pikiran jahat, percabulan, pencurian, pembunuhan, perzinahan, keserakahan, kejahatan, kelicikan, hawa nafsu, iri hati, hujat, kesombongan, kebebalan. Semua hal-hal jahat ini timbul dari dalam dan menajiskan orang."

 

Meditatio

Pada suatu kali Yesus memanggil lagi orang banyak dan berkata kepada mereka. Mengapa Yesus harus memanggil mereka? Bukankah mereka ingin selalu mendengarkan Dia? 'Kamu semua, dengarlah kepada-Ku dan camkanlah. Apa pun dari luar, yang masuk ke dalam seseorang, tidak dapat menajiskannya, tetapi apa yang keluar dari seseorang, itulah yang menajiskannya. Barangsiapa bertelinga untuk mendengar hendaklah ia mendengar!'. Yang menajiskan seseorang ternyata yang keluar dari diri seseorang, dan bukannya yang masuk pada diri seseorang. Itulah penegasan Yesus, dan supaya hal itu diingat dan dimnegerti dengan baik.

Sesudah Ia masuk ke sebuah rumah untuk menyingkir dari orang banyak, murid-murid-Nya bertanya kepada-Nya tentang arti perumpamaan itu. Mengapa mereka tidak langsung bertanya di hadapan banyak orang? Apakah mereka ingin mendapatkan perhatian khusus daripadaNya? Maka jawab-Nya: 'apakah kamu juga tidak dapat memahaminya? Tidak tahukah kamu bahwa segala sesuatu dari luar yang masuk ke dalam seseorang tidak dapat menajiskannya, karena bukan masuk ke dalam hati tetapi ke dalam perutnya, lalu dibuang di jamban?'. Yesus berbicara tentang makanan, dan menyatakan semua makanan halal. Apakah memang kesucian diri ini ditentukan oleh makanan? Aneka makan, yang tercipta dan buatan kita manusia, memang bisa membuat seseorang jatuh sakit. Ketidakmampuan diri kita mengendalikan diri dalam menikmati makanan, juga tak jarang membuat kita sakit yang berkepanjangan. Bagaimana dengan buah dari pohon pengetahuan, sebagaimana diceritakan dalam Kej 2? Bukankah buah itu mat menajiskan, sehingga membawa kematian?

'Apa yang keluar dari seseorang, itulah yang menajiskannya, sebab dari dalam, dari hati orang, timbul segala pikiran jahat, percabulan, pencurian, pembunuhan, perzinahan, keserakahan, kejahatan, kelicikan, hawa nafsu, iri hati, hujat, kesombongan, kebebalan. Semua hal-hal jahat ini timbul dari dalam dan menajiskan orang', tegas Yesus. Inilah yang memang membuat kita berdosa, dana jauh dari kasih Allah. Segala sikap dan tindakan ini menenggalamkan diri seseorang, dan mengisolir seseorang dari kasih persaudaran sesame. Apalagi tentunya dari kasih Allah sendiri, yang meminta kita menjadi sesame bagi orang lain.

 

Oratio

Ya Yesus Tuhan, kuduskanlah hati dan budi kami, sehingga perkataan-perkataan yang keluar dari mulut kami menampakkan sungguh kedalam hati, dan membawa penghiburan bagi sesame kami. Amin.

 

Contemplatio            

Pertama, 'tidak tahukah kamu bahwa segala sesuatu dari luar yang masuk ke dalam seseorang tidak dapat menajiskannya, karena bukan masuk ke dalam hati tetapi ke dalam perutnya, lalu dibuang di jamban?'. Hidup seseorang tidak ditentukan oleh makanan yang masuk dalam diri. Bukankah manusia juga tidak hidup bergantung pada makanan?

Kedua, 'apa yang keluar dari seseorang, itulah yang menajiskannya, sebab dari dalam, dari hati orang, timbul segala pikiran jahat, percabulan, pencurian, pembunuhan, perzinahan, keserakahan, kejahatan, kelicikan, hawa nafsu, iri hati, hujat, kesombongan, kebebalan. Semua hal-hal jahat ini timbul dari dalam dan menajiskan orang'. Sikap dan tindakan inilah yang memang membuat orang tidak kudus di hadapan Tuhan.

 







Oremus Inter Nos
Marilah Kita Saling Mendoakan

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Pesta Maria mengunjungi Elizabet

Hari Raya Pentakosta

Hari Raya Kelahiran Yohanes Pembaptis