Selasa Pekan Biasa VI, 19 Februari 2019

Kej 6: 5-8 + Mzm 29 + Mrk 8: 14-21



Lectio

Pada suatu kali murid-murid Yesus lupa membawa roti, hanya sebuah saja yang ada pada mereka dalam perahu. Lalu Yesus memperingatkan mereka, kata-Nya: "Berjaga-jagalah dan awaslah terhadap ragi orang Farisi dan ragi Herodes." Maka mereka berpikir-pikir dan seorang berkata kepada yang lain: "Itu dikatakan-Nya karena kita tidak mempunyai roti." Dan ketika Yesus mengetahui apa yang mereka perbincangkan, Ia berkata: "Mengapa kamu memperbincangkan soal tidak ada roti? Belum jugakah kamu faham dan mengerti? Telah degilkah hatimu? Kamu mempunyai mata, tidakkah kamu melihat dan kamu mempunyai telinga, tidakkah kamu mendengar? Tidakkah kamu ingat lagi, pada waktu Aku memecah-mecahkan lima roti untuk lima ribu orang itu, berapa bakul penuh potongan-potongan roti kamu kumpulkan?" Jawab mereka: "Dua belas bakul." "Dan pada waktu tujuh roti untuk empat ribu orang itu, berapa bakul penuh potongan-potongan roti kamu kumpulkan?" Jawab mereka: "Tujuh bakul." Lalu kata-Nya kepada mereka: "Masihkah kamu belum mengerti?"

 

Meditatio

Pada suatu kali murid-murid Yesus lupa membawa roti, hanya sebuah saja yang ada pada mereka dalam perahu. Bersama Yesus, para murid masih merasakan kegalauan hidup. Benarlah bila pada waktu tugas perutusan mereka diingatkan supaya tidak disibukkan dengan aneka perbekalan.  Yesus memperingatkan mereka, kata-Nya: 'berjaga-jagalah dan awaslah terhadap ragi orang Farisi dan ragi Herodes'. Mengapa terjemahan menggunakan kata lalu? Mereka diminta untuk berjaga akan pengaruh jahat kaum Farisi dan Herodian. Bisa saja kaum Farisi dan Herodian berkata-kata manis, tetapi hatinya jahat dan menjatuhkan sesamanya. Mereka itu kaum munafik. Terhadap mereka, para murid diminta berani berjaga dan menjaga jarak.

Maka mereka berpikir-pikir dan seorang berkata kepada yang lain: 'itu dikatakan-Nya karena kita tidak mempunyai roti'. Begitulah daya tangkap orang-orang pilihan Yesus, sang Guru Kebijaksanaan. Para murid bukanlah orang-orang cerdik pandai. Dan ketika Yesus mengetahui apa yang mereka perbincangkan, Ia berkata: 'mengapa kamu memperbincangkan soal tidak ada roti? Belum jugakah kamu faham dan mengerti? Telah degilkah hatimu?'. Yesus menegur orang-orang yang dikasihiNya; dan sungguh 'Tuhan menghajar orang yang dikasihi-Nya, dan Ia menyesah orang yang diakui-Nya sebagai anak' (Ibr 12: 6). 'Kamu mempunyai mata, tidakkah kamu melihat dan kamu mempunyai telinga, tidakkah kamu mendengar?'. Yesus mengingatkan segala kemampuan yang mereka miliki. Hendaknya mereka menggunakan sebagaimana mestinya.

'Tidakkah kamu ingat lagi, pada waktu Aku memecah-mecahkan lima roti untuk lima ribu orang itu, berapa bakul penuh potongan-potongan roti kamu kumpulkan?', tantang Yesus. Jawab mereka: 'dua belas bakul'. Mereka ternyata mengingatnya. 'Dan pada waktu tujuh roti untuk empat ribu orang itu, berapa bakul penuh potongan-potongan roti kamu kumpulkan?', sambung Yesus. Jawab mereka: 'tujuh bakul'.

'Masihkah kamu belum mengerti?', tegas Yesus. Para murid diminta benar-benar memahami dan mengerti, bahwa semuanya itu terjadi hanya karena Tuhan Allah. Apalah artinya mereka tidak membawa roti dibanding kebersamaan mereka bersamaNya. Mereka belum mampu memahami, bahwasannya lebih indah mendapatkan Yesus Tuhan daripada sekedar berkat dan anugerahNya. Kelemahan SDM para murid tidak membuat Yesus menyesal memilih mereka, dan juga tidak menyesal sebagaimana di jaman Nuh (Kej 6-7).

 

Oratio

          Tuhan Yesus, Engkau begitu sabar menghadapi para murid, oang-orang pilihanMu. Semoga kami juga menikmati kesabaran dan belaskasihMu dalam menghadapi kami yang lemah dan penuh dosa ini.

Yesus, kasihilah kami. Amin.

 

Contemplatio

Pertama, 'berjaga-jagalah dan awaslah terhadap ragi orang Farisi dan ragi Herodes'. Kita diminta unutk menjaga jarak dalam pergaulan dengan sesama. Tidak menjauhi mereka, tetapi berani menjaga jarak dan bijaksana dalam keseharian hidup.

Kedua, 'masihkah kamu belum mengerti?'. Yesus meminta kita benar-benar menikmati kemampuan akal budi yang diberikan Allah semenjak semula. 







Oremus Inter Nos
Marilah Kita Saling Mendoakan

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Pesta Maria mengunjungi Elizabet

Hari Raya Pentakosta

Hari Raya Kelahiran Yohanes Pembaptis