Jumat Pekan Prapaskah II, 22 Maret 2019

Kej 37: 17-28 + Mzm 105 + Mat 21: 33-43.45-46



Lectio

Pada suatu hari Yesus berkata kepada orang-orang Farisi dan ahli-ahli Taurat:  'dengarkanlah suatu perumpamaan ini. Adalah seorang tuan tanah membuka kebun anggur dan menanam pagar sekelilingnya. Ia menggali lobang tempat memeras anggur dan mendirikan menara jaga di dalam kebun itu. Kemudian ia menyewakan kebun itu kepada penggarap-penggarap lalu berangkat ke negeri lain.  Ketika hampir tiba musim petik, ia menyuruh hamba-hambanya kepada penggarap-penggarap itu untuk menerima hasil yang menjadi bagiannya. Tetapi penggarap-penggarap itu menangkap hamba-hambanya itu: mereka memukul yang seorang, membunuh yang lain dan melempari yang lain pula dengan batu.  Kemudian tuan itu menyuruh pula hamba-hamba yang lain, lebih banyak dari pada yang semula, tetapi mereka pun diperlakukan sama seperti kawan-kawan mereka.  Akhirnya ia menyuruh anaknya kepada mereka, katanya: Anakku akan mereka segani. Tetapi ketika penggarap-penggarap itu melihat anaknya itu, mereka berkata seorang kepada yang lain: Ia adalah ahli waris, mari kita bunuh dia, supaya warisannya menjadi milik kita. Mereka menangkapnya dan melemparkannya ke luar kebun anggur itu, lalu membunuhnya. Maka apabila tuan kebun anggur itu datang, apakah yang akan dilakukannya dengan penggarap-penggarap itu?"  Kata mereka kepada-Nya: "Ia akan membinasakan orang-orang jahat itu dan kebun anggurnya akan disewakannya kepada penggarap-penggarap lain, yang akan menyerahkan hasilnya kepadanya pada waktunya."  Kata Yesus kepada mereka: "Belum pernahkah kamu baca dalam Kitab Suci: Batu yang dibuang oleh tukang-tukang bangunan telah menjadi batu penjuru: hal itu terjadi dari pihak Tuhan, suatu perbuatan ajaib di mata kita. Sebab itu, Aku berkata kepadamu, bahwa Kerajaan Allah akan diambil dari padamu dan akan diberikan kepada suatu bangsa yang akan menghasilkan buah Kerajaan itu.  Ketika imam-imam kepala dan orang-orang Farisi mendengar perumpamaan-perumpamaan Yesus, mereka mengerti, bahwa merekalah yang dimaksudkan-Nya.  Dan mereka berusaha untuk menangkap Dia, tetapi mereka takut kepada orang banyak, karena orang banyak itu menganggap Dia nabi.

 

Meditatio

'Ketika penggarap-penggarap itu melihat anak sang pemilik kebun anggur itu, mereka berkata seorang kepada yang lain: ia adalah ahli waris, mari kita bunuh dia, supaya warisannya menjadi milik kita. Mereka menangkapnya dan melemparkannya ke luar kebun anggur itu, lalu membunuhnya'. Itulah akhir perumpamaan yang diceritakan Yesus. Mereka ingin memiliki dengan merebut harta benda, yang bukan miliknya. Mereka pasti orang-orang yang rakus dan serakah. Orang yang tidak puas diri. Mereka adalah para koruptor. 'Maka apabila tuan kebun anggur itu datang, apakah yang akan dilakukannya dengan penggarap-penggarap itu?', tanya Yesus kepada mereka semua yang mendengar pengjaranNya.  Kata mereka kepada-Nya: 'ia akan membinasakan orang-orang jahat itu dan kebun anggurnya akan disewakannya kepada penggarap-penggarap lain, yang akan menyerahkan hasilnya kepadanya pada waktunya'. Perumpamaan itu ternyata mudah dimengerti. Mereka semua dapat menjawabnya dengan tepat.

Kata Yesus kepada mereka: 'belum pernahkah kamu baca dalam Kitab Suci: batu yang dibuang oleh tukang-tukang bangunan telah menjadi batu penjuru: hal itu terjadi dari pihak Tuhan, suatu perbuatan ajaib di mata kita. Sebab itu, Aku berkata kepadamu, bahwa Kerajaan Allah akan diambil dari padamu dan akan diberikan kepada suatu bangsa yang akan menghasilkan buah Kerajaan itu'. Sebuah penyataan, yang menegaskan bahwa karya Tuhan tetap terarah pada umat, orang-orang yang dikasihiNya. Para penggarap kebun anggur tidak mendapatkan apa-apa, karena kemalasan dan ketidakmauan diri mempertanggungjawabkan kepercayaan yang diterimanya. Mereka adalah gambaran orang-orang yang tidak tahu berterimakasih dan tidak bertanggunjawab. Mereka tidak-mau-tahu terhadap orang lain. 

Ketika imam-imam kepala dan orang-orang Farisi mendengar perumpamaan-perumpamaan Yesus, mereka mengerti, bahwa merekalah yang dimaksudkan-Nya. Mereka menangkap apa yang dimaksudkan Yesus. Mereka bukannya bertobat, malah mereka berusaha untuk menangkap Dia. Namun mereka takut kepada orang banyak, karena orang banyak itu menganggap Dia nabi. Akhirnya mereka tetap menjadi orang-orang yang tak berdaya.

Kecemburuan juga pernah menghinggapi keduabelas anak-anak Yakub. Mereka irihati terhadap Yusuf, yang dirasakan mendapatkan perhatian lebih dari Yakub (Kej 37). Cemburu yang diawarnai marah dan benci menimbulkan dosa yang lebih besar. Bukan saja mereka yang membunuh harus dihukum, yang marah dan irihati pun harus dihukum. Akar dosa seharusnya dicabut, agar tidak tumbuh dan berkembang. Kasih yang membedakan menimbulkan irihati dan dengki. Tidak bolehkah kita lebih mengasihi seseorang daripada yang lain? Kasih yang membedakan atau marah itu wajar. Namun kiranya kita tidak menutup diri terhadap sesame.

 

Oratio

Ya Yesus Kristus, kami mudah irihati, bila melihat orang lain lebih sukses. Kami pun mudah marah, bila ada orang selaras dengan kemauan diri kita. Ajarilah kami untuk berani memandang keberadaan orang lain apa adanya, dan malah bersyukur atas keberhasilan sesame. Amin.

 

Contemplatio            

Pertama, 'batu yang dibuang oleh tukang-tukang bangunan telah menjadi batu penjuru: hal itu terjadi dari pihak Tuhan, suatu perbuatan ajaib di mata kita'. Kemauan Tuhan memang sulit kita mengerti, tetap itulah yang harus terjadi pada diri kita.

Kedua, 'Aku berkata kepadamu, bahwa Kerajaan Allah akan diambil dari padamu dan akan diberikan kepada suatu bangsa yang akan menghasilkan buah Kerajaan itu'. Kiranya tidak terjadi pada diri kitra. Kita amini sabda dan kehendakNya.







Oremus Inter Nos
Marilah Kita Saling Mendoakan

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Pesta Maria mengunjungi Elizabet

Selasa XXX, 26 Oktober 2010

Hari Raya Pentakosta