Kamis Pekan Prapaskah I, 14 Maret 2019

Est 4: 10-19 + Mzm 138 + Mat 7: 7-12

 

 

Lectio

Pada suatu kali ketika orang banyak mengerumuni-Nya, berkatalah Yesus: 'mintalah, maka akan diberikan kepadamu; carilah, maka kamu akan mendapat; ketoklah, maka pintu akan dibukakan bagimu.  Karena setiap orang yang meminta, menerima dan setiap orang yang mencari, mendapat dan setiap orang yang mengetok, baginya pintu dibukakan.  Adakah seorang dari padamu yang memberi batu kepada anaknya, jika ia meminta roti, atau memberi ular, jika ia meminta ikan?  Jadi jika kamu yang jahat tahu memberi pemberian yang baik kepada anak-anakmu, apalagi Bapamu yang di sorga! Ia akan memberikan yang baik kepada mereka yang meminta kepada-Nya. Segala sesuatu yang kamu kehendaki supaya orang perbuat kepadamu, perbuatlah demikian juga kepada mereka. Itulah isi seluruh hukum Taurat dan kitab para nabi'.

 

Meditatio

'Mintalah, maka akan diberikan kepadamu; carilah, maka kamu akan mendapat; ketoklah, maka pintu akan dibukakan bagimu'. Itulah rumusan umum. Perbuatan baik seharusnya mendapatkan balasan senyum terima kasih. 'Karena', tegas Yesus, 'setiap orang yang meminta, menerima dan setiap orang yang mencari, mendapat dan setiap orang yang mengetok, baginya pintu dibukakan'. Yesus mengajak setiap orang untuk berani memohon dan memohon. Hendaknya kita berani berdoa. 'Adakah seorang dari padamu yang memberi batu kepada anaknya, jika ia meminta roti, atau memberi ular, jika ia meminta ikan?  Jadi jika kamu yang jahat tahu memberi pemberian yang baik kepada anak-anakmu, apalagi Bapamu yang di sorga! Ia akan memberikan yang baik kepada mereka yang meminta kepada-Nya'. Allah Bapa tentunya akan memberikan yang terbaik bagi seluruh umatNya, orang-orang yang dikasihiNya. Sebagaimana orangtua bertanggungjawab atas anak-anaknya, demikianlah Bapa di surga yang menciptakan seluruh umatNya.

Persoalannya adalah saat Tuhan Allah itu membuka pintu, dan memberikan apa yang kita minta: apakah Tuhan langsung mengabulkan permintaan kita dan apakah sesuai permintaan. Ketidakpuasan muncul, jika Allah mengulur-ulur waktu dan tidak langsung menjawab kebutuhan kita. Padahal seringkali perahu hampir tenggelam, karena penuh dengan air. Kita harus berani berkata seperti santo Agustinus, bahwa kehendak Tuhanlah yang lebih layak terjadi padaku, daripada kehendakku sendiri. Kiranya iman kepercayaan Ester juga menjadi iman kepercayaan kita (Est 4).  

'Segala sesuatu yang kamu kehendaki supaya orang perbuat kepadamu, perbuatlah demikian juga kepada mereka'. Sekaligus, 'apa yang tidak engkau sukai sendiri, janganlah engkau perbuat kepada orang lain' (Tob 4: 16).  Bukankah kita diminta untuk membahagiakan sesame kita? Cinta kasih mengatasi hokum. Kiranya kita harus berani mendahului memberi salam sebelum orang lain mendahului kita.

 

Oratio

Ya Yesus, teguhkanlah kerinduan hati untuk selalu berjumpa dan menikmati kehadiranMu. Semangatilah kami selalu untuk rejin berdoa dan berdoa kepadaMu. Amin.

 

Contemplatio            

Pertama, 'jika kamu yang jahat tahu memberi pemberian yang baik kepada anak-anakmu, apalagi Bapamu yang di sorga! Ia akan memberikan yang baik kepada mereka yang meminta kepada-Nya'. Tuhan Bapa di surge selalu memperhatikan umatNya.

Kedua, 'segala sesuatu yang kamu kehendaki supaya orang perbuat kepadamu, perbuatlah demikian juga kepada mereka', demikian juga 'apa yang tidak engkau sukai sendiri, janganlah engkau perbuat kepada orang lain'.







Oremus Inter Nos
Marilah Kita Saling Mendoakan

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Pesta Maria mengunjungi Elizabet

Hari Raya Pentakosta

Hari Raya Kelahiran Yohanes Pembaptis