Selasa Pekan Biasa VIII, 5 Maret 2019

Sir 35: 1-12 + Mzm 50 + Mrk 10: 28-31

 

 

Lectio

Suatu hari berkatalah Petrus kepada Yesus: "Kami ini telah meninggalkan segala sesuatu dan mengikut Engkau!" Jawab Yesus: "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya setiap orang yang karena Aku dan karena Injil meninggalkan rumahnya, saudaranya laki-laki atau saudaranya perempuan, ibunya atau bapanya, anak-anaknya atau ladangnya, orang itu sekarang pada masa ini juga akan menerima kembali seratus kali lipat: rumah, saudara laki-laki, saudara perempuan, ibu, anak dan ladang, sekalipun disertai berbagai penganiayaan, dan pada zaman yang akan datang ia akan menerima hidup yang kekal. Tetapi banyak orang yang terdahulu akan menjadi yang terakhir dan yang terakhir akan menjadi yang terdahulu."

 

Meditatio

Suatu hari berkatalah Petrus kepada Yesus: 'kami ini telah meninggalkan segala sesuatu dan mengikut Engkau!'. Simon Petrus sepertinya melanjutkan persoalan tentang orang kaya. Bagaimana dengan para murid, yang memang sudah meninggalkan segala-galanya dan mengikuti sang Guru? Mengikut sang Guru berarti meninggalkan segala yang dimilikinya. 'Aku berkata kepadamu', tegas Yesus menanggapi seruan para muridNya, 'sesungguhnya setiap orang yang karena Aku dan karena Injil meninggalkan rumahnya, saudaranya laki-laki atau saudaranya perempuan, ibunya atau bapanya, anak-anaknya atau ladangnya,  orang itu sekarang pada masa ini juga akan menerima kembali seratus kali lipat: rumah, saudara laki-laki, saudara perempuan, ibu, anak dan ladang, sekalipun disertai berbagai penganiayaan, dan pada zaman yang akan datang ia akan menerima hidup yang kekal'. Mengikuti Yesus memang harus meninggalkan segala-galanya, tetapi seseorang akan mendapatkan kelimpahan upah yang begitu luar biasa. Kelimpahan kasih Tuhan dikatakan sebagai seratus kali lipat dari segala yang kita tinggalkan, dan lagi, dia akan mendapatkan jaminan hidup kekal di akhir jaman. 'Dia itu Tuhan pembalas, dan engkau akan dibalas-Nya dengan tujuh lipat. Jangan mencoba menyuap Tuhan, sebab tidak diterima-Nya, dan janganlah percaya pada korban kelaliman!' (Sir 35: 10-11). Namun meninggalkan segala sesuatu tidaklah berarti lepas tanggungjawab terhadap keluarganya. Seseorang pun harus mampu mengendalikan diri dan tidak mengumbar kepuasan diri. Perlawanan pun akan datang dari keluarga dan handai taulan, dan orang-orang terdekat dalam pergaulan sehari-hari.  

'Tetapi banyak orang yang terdahulu akan menjadi yang terakhir dan yang terakhir akan menjadi yang terdahulu'. Sabda Tuhan memang amat menjanjikan, tetapi semua yang kita lakukan, kiranya tetap harus dijiwai dengan kerendahan hati dan sukarela, tanpa pamrih. Kalaupun kita tinggalkan segala-galanya, tetapi kita sesumbar di mana-mana, tentunya kita akan menjadi orang terakhir. Sebab bukankah Yesus pernah mengingatkan: pialaKu memang akan kamu minum, tetapi duduk di sebelah kanan atau kiriKu, Aku tak berhak memberikannya. Jikalau kita mentaati kehendak Yesus ini, kita akan 'menjadi kudus sama seperti Dia yang kudus, sebab ada tertulis: kuduslah kamu, sebab Aku kudus' (1Pet 1: 5-10).

 

Oratio

Ya Yesus Kristus, Engkau mengajak kami untuk mengikuti Engkau, bahkan Engkau akan melimpahkan kasihMu bagi setiap orang yang berani mengikutiMu. Ajarilah kami menjadi orang-orang yag setia menjadi muridMu. Semoga kami tidak mudah mengikatkan diri pada segala kecenderungan insani, yang menghalang-halangi kebersamaan bersamaMu. Amin.

 

Contemplatio

Pertama, 'sesungguhnya setiap orang yang karena Aku dan karena Injil meninggalkan rumahnya, saudaranya laki-laki atau saudaranya perempuan, ibunya atau bapanya, anak-anaknya atau ladangnya, orang itu sekarang pada masa ini juga akan menerima kembali seratus kali lipat: rumah, saudara laki-laki, saudara perempuan, ibu, anak dan ladang, sekalipun disertai berbagai penganiayaan, dan pada zaman yang akan datang ia akan menerima hidup yang kekal'. Hendaknya kita setia akan panggilan kita.

Kedua, 'banyak orang yang terdahulu akan menjadi yang terakhir dan yang terakhir akan menjadi yang terdahulu'. Kiranya kita tetap rendah hati bila mampu melakukan segala kebaikan.

 

 







Oremus Inter Nos
Marilah Kita Saling Mendoakan

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Pesta Maria mengunjungi Elizabet

Hari Raya Pentakosta

Selasa XXX, 26 Oktober 2010