Selasa Pekan Prapaskah I, 12 Maret 2019

Yes 55: 10-11 + Mzm 34 + Mat 6: 7-15

 

 

Lectio

Pada suatu kali Yesus bersabda: 'dalam doamu itu janganlah kamu bertele-tele seperti kebiasaan orang yang tidak mengenal Allah. Mereka menyangka bahwa karena banyaknya kata-kata doanya akan dikabulkan.  Jadi janganlah kamu seperti mereka, karena Bapamu mengetahui apa yang kamu perlukan, sebelum kamu minta kepada-Nya. Karena itu berdoalah demikian: Bapa kami yang di sorga, Dikuduskanlah nama-Mu, datanglah Kerajaan-Mu, jadilah kehendak-Mu di bumi seperti di sorga.  Berikanlah kami pada hari ini makanan kami yang secukupnya dan ampunilah kami akan kesalahan kami, seperti kami juga mengampuni orang yang bersalah kepada kami; dan janganlah membawa kami ke dalam pencobaan, tetapi lepaskanlah kami dari pada yang jahat. Karena Engkaulah yang empunya Kerajaan dan kuasa dan kemuliaan sampai selama-lamanya. Amin.  Karena jikalau kamu mengampuni kesalahan orang, Bapamu yang di sorga akan mengampuni kamu juga.  Tetapi jikalau kamu tidak mengampuni orang, Bapamu juga tidak akan mengampuni kesalahanmu."

 

Meditatio

'Dalam doamu itu janganlah kamu bertele-tele seperti kebiasaan orang yang tidak mengenal Allah', tegas Yesus. Orang yang tidak mengenal Allah berdoa? Setiap orang membutuhkan kenyamanan hidup dan keselamatan. Hanya saja mereka tidak mengenal Allah. Doanya melayang-layang entah ke mana, tidak ada tujuan pasti. Itulah maksudnya bertele-tele. 'Mereka menyangka, bahwa karena banyaknya kata-kata doanya akan dikabulkan.  Jadi janganlah kamu seperti mereka, karena Bapamu mengetahui apa yang kamu perlukan, sebelum kamu minta kepada-Nya'. Bagi yang sudah mengenal Allah, tentunya doa-doanya terarah selalu kepada Dia, Bapa di surge yang Mahatahu. 'Engkau mengetahui, kalau aku duduk atau berdiri, Engkau mengerti pikiranku dari jauh.  Engkau memeriksa aku, kalau aku berjalan dan berbaring, segala jalanku Kaumaklumi.  Sebab sebelum lidahku mengeluarkan perkataan, sesungguhnya, semuanya telah Kauketahui, ya TUHAN' (Mzm 139).

'Karena itu berdoalah demikian', tegas Yesus. 'Bapa kami yang di sorga'. Dia tinggal di surge. Surga adalah gambaran dan sebutan kita, termasuk Yesus sendiri, bahwa Dia di atas, dan bkan di bawah.  'Dikuduskanlah nama-Mu', sebab hanya Dialah kudus.  'Datanglah Kerajaan-Mu', sebab dalam dunia ini, segalanya akan semakin indah bermakna, bila kita merasakan penyertaan Tuhan Allah, dan membiarkan Dia meraja. 'Jadilah kehendak-Mu di bumi seperti di sorga'. Surge bukanlah realitas di sana nun jauh. Kita berada di surga, bila kita membiarkan Allah meraja dalam hidup kita ini. 

'Berikanlah kami pada hari ini makanan kami yang secukupnya'.  Kami akan tetap bekerja dan bekerja, ya Tuhan. Namun bantulah kami, sebab hanya dalam tangan kasihMu, kami dapat melakukan segala sesuatu yang menghasilkan banyak buah. Berilah kami makan secukupnya saja, sebab tak jarang adanya banyak makanan membuat kami lupa diri, dan malah hati kami secara sengaja menenggelamkan diri dalam aneka makanan itu. 'Ampunilah kami akan kesalahan kami, seperti kami juga mengampuni orang yang bersalah kepada kami'. Dengan mengampuni sesama kami akan merasakan betapa indahnya hidup bersama itu. Dengan mengampuni, kita juga membuat diri kita ini berbagi kasih Tuhan yang menyelamatkan. Pengampunan Tuhan itu benar-benar kita rasakan maknanya kalau kita juga berani memaafkan kesalahan sesama. Yesus menambahkan 'jikalau kamu mengampuni kesalahan orang, Bapamu yang di sorga akan mengampuni kamu juga; tetapi jikalau kamu tidak mengampuni orang, Bapamu juga tidak akan mengampuni kesalahanmu'. Penyataan ini menegaskan, bahwa rahmat pengampunan itu hendaknya kita bagi terhadap sesama, yang ada di sekitar kita. Bukan hanya tujuh kali berbagi, melainkan tujuhpuluh kali tujuh kali.

'Janganlah membawa kami ke dalam pencobaan, tetapi lepaskanlah kami dari pada yang jahat'. Yesus juga mendoakan kita. 'Aku tidak meminta, supaya Engkau mengambil mereka dari dunia, tetapi supaya Engkau melindungi mereka dari pada yang jahat' (Yoh 17). Kita berdoa, karena yakin, bahwa Allah Bapa itu Mahamurah dan penuh belaskasih. BelaskasihNya 'seperti hujan dan salju turun dari langit dan tidak kembali ke situ, melainkan mengairi bumi, membuatnya subur dan menumbuhkan tumbuh-tumbuhan, memberikan benih kepada penabur dan roti kepada orang yang mau makan' (Yes 55). Kita percaya kepadaNya, karena Dialah 'Empunya Kerajaan dan kuasa dan kemuliaan sampai selama-lamanya. Amin'.

 

Oratio

Ya Yesus, rahmatilah kami dengan kasih pengampunanMu, dan buatlah kami berani menikmatinya, sebab hanya dengan demikianlah kami merasakan kasihMu yang menyelamatkan. Ajarilah kami selalu untuk selalu berbagi pengampunan terhadap sesame kami. Amin.

 

Contemplatio            

Pertama, 'dalam doamu itu janganlah kamu bertele-tele seperti kebiasaan orang yang tidak mengenal Allah'. doa memang perlu kejujuran hati. Apa mau kita itulah yang kita sampaikan keada Tuhan.

Kedua, 'berikanlah kami pada hari ini makanan kami yang secukupnya'. Kita hendanya berani berkata cukup dalam segala pemilikan kita.

Ketiga, 'janganlah membawa kami ke dalam pencobaan, tetapi lepaskanlah kami dari pada yang jahat'. Kita memang orang lemah. Amatlah baik memohon bantuan daripadaNya.

 







Oremus Inter Nos
Marilah Kita Saling Mendoakan

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Pesta Maria mengunjungi Elizabet

Selasa XXX, 26 Oktober 2010

Hari Raya Pentakosta