Kamis Pekan Prapaskah IV, 4 April 2019

Kel 32: 7-14 + Mzm 106 + Yoh 5: 31-47



Lectio

Suatu hari Yesus berkata kepada mereka, orang-orang Yahudi: 'kalau Aku bersaksi tentang diri-Ku sendiri, maka kesaksian-Ku itu tidak benar; ada yang lain yang bersaksi tentang Aku dan Aku tahu, bahwa kesaksian yang diberikan-Nya tentang Aku adalah benar.  Kamu telah mengirim utusan kepada Yohanes dan ia telah bersaksi tentang kebenaran; tetapi Aku tidak memerlukan kesaksian dari manusia, namun Aku mengatakan hal ini, supaya kamu diselamatkan.  Ia adalah pelita yang menyala dan yang bercahaya dan kamu hanya mau menikmati seketika saja cahayanya itu.  Tetapi Aku mempunyai suatu kesaksian yang lebih penting dari pada kesaksian Yohanes, yaitu segala pekerjaan yang diserahkan Bapa kepada-Ku, supaya Aku melaksanakannya. Pekerjaan itu juga yang Kukerjakan sekarang, dan itulah yang memberi kesaksian tentang Aku, bahwa Bapa yang mengutus Aku.  Bapa yang mengutus Aku, Dialah yang bersaksi tentang Aku. Kamu tidak pernah mendengar suara-Nya, rupa-Nya pun tidak pernah kamu lihat, dan firman-Nya tidak menetap di dalam dirimu, sebab kamu tidak percaya kepada Dia yang diutus-Nya.  Kamu menyelidiki Kitab-kitab Suci, sebab kamu menyangka bahwa oleh-Nya kamu mempunyai hidup yang kekal, tetapi walaupun Kitab-kitab Suci itu memberi kesaksian tentang Aku, namun kamu tidak mau datang kepada-Ku untuk memperoleh hidup itu.  Aku tidak memerlukan hormat dari manusia. Tetapi tentang kamu, memang Aku tahu bahwa di dalam hatimu kamu tidak mempunyai kasih akan Allah. Aku datang dalam nama Bapa-Ku dan kamu tidak menerima Aku; jikalau orang lain datang atas namanya sendiri, kamu akan menerima dia. Bagaimanakah kamu dapat percaya, kamu yang menerima hormat seorang dari yang lain dan yang tidak mencari hormat yang datang dari Allah yang Esa?  Jangan kamu menyangka, bahwa Aku akan mendakwa kamu di hadapan Bapa; yang mendakwa kamu adalah Musa, yaitu Musa, yang kepadanya kamu menaruh pengharapanmu.  Sebab jikalau kamu percaya kepada Musa, tentu kamu akan percaya juga kepada-Ku, sebab ia telah menulis tentang Aku. Tetapi jikalau kamu tidak percaya akan apa yang ditulisnya, bagaimanakah kamu akan percaya akan apa yang Kukatakan?'.

 

Meditatio

Suatu hari Yesus berkata kepada mereka, orang-orang Yahudi: 'kalau Aku bersaksi tentang diri-Ku sendiri, maka kesaksian-Ku itu tidak benar; ada yang lain yang bersaksi tentang Aku dan Aku tahu, bahwa kesaksian yang diberikan-Nya tentang Aku adalah benar'. Apakah yang dikatakan Yesus ini dimengerti oleh mereka semua? Bukankah Dia pernah mengatakan bahwa segala sesuatu hendak dikatakan dalam perumpamaan? Mengapa mereka semua berdiam diri dengan pengajaranNya ini? Kini Yesus mengatakan 'kalau Aku bersaksi tentang diri-Ku sendiri, maka kesaksian-Ku itu tidak benar', bukankah mulai kemarin Dia mengatakan, bahwa Anak Manusia datang atas kehendak Bapa yang mengutusNya? Apakah itu bukan kesaksian Yesus tentang diriNya sendiri? Ada lain yang memberi kesaksian, siapakah Dia atau apakah itu?   

'Kamu telah mengirim utusan kepada Yohanes dan ia telah bersaksi tentang kebenaran; tetapi Aku tidak memerlukan kesaksian dari manusia, namun Aku mengatakan hal ini, supaya kamu diselamatkan.  Ia adalah pelita yang menyala dan yang bercahaya dan kamu hanya mau menikmati seketika saja cahayanya itu'. Yesus bukannya meremehkan Yohanes Pembaptis. Yesus malah mengakui bahwa dialah pelita. Namun Yesus tetap mengingatkan: yang dipercayai haruslah sabda Tuhan yang menyelamatkan, dan bukannya kesaksian manusia. Aneka kesaksian manusia memang perlu juga, tetapi kiranya cukup menjadi acuan.

'Aku mempunyai suatu kesaksian yang lebih penting dari pada kesaksian Yohanes, yaitu segala pekerjaan yang diserahkan Bapa kepada-Ku, supaya Aku melaksanakannya. Pekerjaan itu juga yang Kukerjakan sekarang, dan itulah yang memberi kesaksian tentang Aku, bahwa Bapa yang mengutus Aku'. Hanya sang Puteralah yang memang mampu melakukan segala kehendak Bapa di surga, sebab Dia ada dalam Bapa, dan Bapa ada dalam Dia. Pekerjaan Bapa itulah yang dilakukan Yesus, maka dengan demikian Bapa sendirilah yang memberi kesaksian siapakah Yesus itu sebenarnya. 'Bapa yang mengutus Aku, Dialah yang bersaksi tentang Aku'. Dialah Putera yang Kukasihi, dan kepadaNyalah aku berkenan.

'Kamu tidak pernah mendengar suara-Nya, rupa-Nya pun tidak pernah kamu lihat, dan firman-Nya tidak menetap di dalam dirimu, sebab kamu tidak percaya kepada Dia yang diutus-Nya'. Percaya kepada Yesus mengkondisikan seseorang berani mendengarkan sabda dan kehendakNya. Namun bagaimana mungkin seseorang mau mendengarkan sabda Tuhan Allah, kalau dia tidak percaya? 'Kamu menyelidiki Kitab-kitab Suci, sebab kamu menyangka bahwa oleh-Nya kamu mempunyai hidup yang kekal, tetapi walaupun Kitab-kitab Suci itu memberi kesaksian tentang Aku, namun kamu tidak mau datang kepada-Ku untuk memperoleh hidup itu'. Seluruh Perjanjian Lama memang berbicara dan bernubuat tentang kedatangan Al Masih. Dialah yang akan menggenapi hokum Taurat. Mereka tidak mau datang kepada Yesus al Masih, karena mereka mempunyai gambaran Mesias sejati. Kehadiran Yesus tidak menjawabi gambaran mereka.

'Jangan kamu menyangka, bahwa Aku akan mendakwa kamu di hadapan Bapa; yang mendakwa kamu adalah Musa, yaitu Musa, yang kepadanya kamu menaruh pengharapanmu.  Sebab jikalau kamu percaya kepada Musa, tentu kamu akan percaya juga kepada-Ku, sebab ia telah menulis tentang Aku. Tetapi jikalau kamu tidak percaya akan apa yang ditulisnya, bagaimanakah kamu akan percaya akan apa yang Kukatakan?', tegas Yesus. Mereka mengajarkan, tetapi tidak melakukan. Musa yang akan menghadang mereka tentunya; bukankah mereka mendustai perkataan Musa?

'Tetapi tentang kamu, memang Aku tahu bahwa di dalam hatimu kamu tidak mempunyai kasih akan Allah. Aku datang dalam nama Bapa-Ku dan kamu tidak menerima Aku; jikalau orang lain datang atas namanya sendiri, kamu akan menerima dia. Bagaimanakah kamu dapat percaya, kamu yang menerima hormat seorang dari yang lain dan yang tidak mencari hormat yang datang dari Allah yang Esa?'. Mereka hanya ingin mendapatkan pujian dari manusia. Mereka hanya mencari kepuasan diri, dan kehadiranNya tidak ditanggapinya. Mereka tidak berani memilih yang terbaik, mereka hanya mencari kenyamanan diri. Pembuatan anak lembu tuangan (Kel 32) adalah conoth bahwa kita manusia mudah mencari segala sesuatu seturut gambaran diri, dan bukan berdasar kenyataaan yang ada.

 

Oratio

Ya Yesus, teguhkanlah hati dan budi kami agar kami berani selalu memilih yang terbaik. Ajarilah kami, agar kami selalu setia kepadaMu, dan berani juga memohon pengampunan daripadaMu. Amin.

 

Contemplatio

'Aku tahu bahwa di dalam hatimu kamu tidak mempunyai kasih akan Allah. Aku datang dalam nama Bapa-Ku dan kamu tidak menerima Aku'. Sebab memang Allah adalah Kasih.

 







Oremus Inter Nos
Marilah Kita Saling Mendoakan

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Pesta Maria mengunjungi Elizabet

Hari Raya Pentakosta

Selasa XXX, 26 Oktober 2010