Rabu Pekan Suci, 17 April 2019

Yes 50: 4-9 + Mzm 69 + Mat 26: 14-25



Lectio

Malam itu pergilah seorang dari kedua belas murid itu, yang bernama Yudas Iskariot, kepada imam-imam kepala.  Ia berkata: "Apa yang hendak kamu berikan kepadaku, supaya aku menyerahkan Dia kepada kamu?" Mereka membayar tiga puluh uang perak kepadanya.  Dan mulai saat itu ia mencari kesempatan yang baik untuk menyerahkan Yesus. 

Pada hari pertama dari hari raya Roti Tidak Beragi datanglah murid-murid Yesus kepada-Nya dan berkata: "Di mana Engkau kehendaki kami mempersiapkan perjamuan Paskah bagi-Mu?"  Jawab Yesus: "Pergilah ke kota kepada si Anu dan katakan kepadanya: Pesan Guru: waktu-Ku hampir tiba; di dalam rumahmulah Aku mau merayakan Paskah bersama-sama dengan murid-murid-Ku."  Lalu murid-murid-Nya melakukan seperti yang ditugaskan Yesus kepada mereka dan mempersiapkan Paskah.  Setelah hari malam, Yesus duduk makan bersama-sama dengan kedua belas murid itu.  Dan ketika mereka sedang makan, Ia berkata: "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya seorang di antara kamu akan menyerahkan Aku."  Dan dengan hati yang sangat sedih berkatalah mereka seorang demi seorang kepada-Nya: "Bukan aku, ya Tuhan?"  Ia menjawab: "Dia yang bersama-sama dengan Aku mencelupkan tangannya ke dalam pinggan ini, dialah yang akan menyerahkan Aku.  Anak Manusia memang akan pergi sesuai dengan yang ada tertulis tentang Dia, akan tetapi celakalah orang yang olehnya Anak Manusia itu diserahkan. Adalah lebih baik bagi orang itu sekiranya ia tidak dilahirkan." Yudas, yang hendak menyerahkan Dia itu menjawab, katanya: "Bukan aku, ya Rabi?" Kata Yesus kepadanya: "Engkau telah mengatakannya."


Meditatio

'Apa yang hendak kamu berikan kepadaku, supaya aku menyerahkan Dia kepada kamu?'. permintaan seorang Yudas Iskariot yang sudah kemasukan roh kegelapan. Seorang murid berani menjual sang Guru. Seorang murid pengkhianat. Seorang yang amat egois, rakus dan asal kenyang. Mereka membayar tiga puluh uang perak kepadanya. Tanpa tawar-menawar, Yudas langsung menyetujui harga seorang Guru yang dipercayainya selama ini. Dia seorang yang beragama, tetapi sekaligus seorang penjahat. Semua orang diajak bertobat, malah dia keluar dari keselamatan. Mulai saat itu ia mencari kesempatan yang baik untuk menyerahkan Yesus.

'Waktu-Ku hampir tiba; di dalam rumahmulah Aku mau merayakan Paskah bersama-sama dengan murid-murid-Ku'. Dengan sadar Yesus mengatakan semuanya itu. Sebab Dia tahu kapan dan di mana semuanya akan terjadi. Semua terjadi di hari Paskah, hari raya orang Yahudi, dan terjadi di kota Yerusalem, kota raja agung.

Ketika mereka sedang makan, Ia berkata: 'Aku berkata kepadamu, sesungguhnya seorang di antara kamu akan menyerahkan Aku'. Yesus sudah tahu siapa yang akan menjual diriNya, tetapi tidak mau mengatakan kepada siapapun siapakah yang dimaksudkanNya itu. 'Dia yang bersama-sama dengan Aku mencelupkan tangannya ke dalam pinggan ini, dialah yang akan menyerahkan Aku', tegas Yesus. Apakah para murid kemudian saling memperhatikan siapa yang hendak mencelup tangannya bersama-sama sang Guru. 'Anak Manusia memang akan pergi sesuai dengan yang ada tertulis tentang Dia, akan tetapi celakalah orang yang olehnya Anak Manusia itu diserahkan. Adalah lebih baik bagi orang itu sekiranya ia tidak dilahirkan'. Kalau memang itu harus terjadi, mengapa Yesus masih menyesalkan keberadaan Yudas Iskariot? Bukankah Dia juga sudah tahu akan segala yang terjadi pada diriNya? Apakah Matius hendak menyatakan kemanusiaan Yesus? Berbuat baik atau berbuat jahat adalah hak setiap orang. Namun hendaknya kita berani memilih yang terbaik bagi hidup ini, yang mendatangkan keselamatan. Seindah apapun yang dapat kita lakukan, tetapi bila tidak mendatangkan keselamatan, akan sia-sia belaka.

Adakah pengkhianatan dalam dunia politik, di mana hari ini bisa berkawan, tetapi esok berseberangan dan saling melawan? Bukankah seorang pengkhianat adalah dia yang mencari kepuasan diri?

Yudas, yang hendak menyerahkan Dia itu menjawab, katanya: 'bukan aku, ya Guru?'. Yudas pun masih bertanya demikian. Bukankah dia sudah mendapatkan kepastian berapa uang yang diterimanya, kalau menyerahkan sang Guru? Kata Yesus kepadanya: 'engkau telah mengatakannya'. Yesus tidak menutup-nutupinya dengan nada konfrontatif.

 

Oratio

Ya Yesus Kristus, mampukan kami agar tidak egois dan hanya mencari keuntungan diri, tetapi mampu mengampuni setiap mereka yang bersalah kepada kami. Setia dan tulus dalam tugas panggilan kami masing-masing. Amin.

 

Contemplatio

'Aku berkata kepadamu, sesungguhnya seorang di antara kamu akan menyerahkan Aku'. 







Oremus Inter Nos
Marilah Kita Saling Mendoakan

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Pesta Maria mengunjungi Elizabet

Hari Raya Pentakosta

Hari Raya Kelahiran Yohanes Pembaptis