Rabu Prapaskah V, 10 April 2019

Dan 3: 14-20 + Mzm + Yoh 8: 31-42

 

 

Lectio

Pada waktu itu Yesus berkata pula kepada orang-orang Yahudi yang percaya kepada-Nya: "Jikalau kamu tetap dalam firman-Ku, kamu benar-benar adalah murid-Ku dan kamu akan mengetahui kebenaran, dan kebenaran itu akan memerdekakan kamu."  Jawab mereka: "Kami adalah keturunan Abraham dan tidak pernah menjadi hamba siapa pun. Bagaimana Engkau dapat berkata: Kamu akan merdeka?"  Kata Yesus kepada mereka: "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya setiap orang yang berbuat dosa, adalah hamba dosa.  Dan hamba tidak tetap tinggal dalam rumah, tetapi anak tetap tinggal dalam rumah. Jadi apabila Anak itu memerdekakan kamu, kamu pun benar-benar merdeka. Aku tahu, bahwa kamu adalah keturunan Abraham, tetapi kamu berusaha untuk membunuh Aku karena firman-Ku tidak beroleh tempat di dalam kamu.  Apa yang Kulihat pada Bapa, itulah yang Kukatakan, dan demikian juga kamu perbuat tentang apa yang kamu dengar dari bapamu."  Jawab mereka kepada-Nya: "Bapa kami ialah Abraham." Kata Yesus kepada mereka: "Jikalau sekiranya kamu anak-anak Abraham, tentulah kamu mengerjakan pekerjaan yang dikerjakan oleh Abraham. Tetapi yang kamu kerjakan ialah berusaha membunuh Aku; Aku, seorang yang mengatakan kebenaran kepadamu, yaitu kebenaran yang Kudengar dari Allah; pekerjaan yang demikian tidak dikerjakan oleh Abraham.  Kamu mengerjakan pekerjaan bapamu sendiri." Jawab mereka: "Kami tidak dilahirkan dari zinah. Bapa kami satu, yaitu Allah."  Kata Yesus kepada mereka: "Jikalau Allah adalah Bapamu, kamu akan mengasihi Aku, sebab Aku keluar dan datang dari Allah. Dan Aku datang bukan atas kehendak-Ku sendiri, melainkan Dialah yang mengutus Aku.


Meditatio

'Jikalau kamu tetap dalam firman-Ku, kamu benar-benar adalah murid-Ku dan kamu akan mengetahui kebenaran, dan kebenaran itu akan memerdekakan kamu'. Penegasan Yesus ini benar-benar mengingatkan akan penyataan Bapa, bahwa hanya kepada Yesuslah Bapa berkenan. Demikian juga ketika Yesus menampakkan diri dalam kemuliaan di atas gunung, Bapa tetap menegaskan, agar berani mendengarkan sabdaNya. Yesus sendiri juga pernah menegaskan, bahwa barangsiapa berani melakukan sabda dan kehendak Bapa di surga, dialah saudaraNya laki-laki, dialah saudaraNya perempuan. Mengamini sabdaNya berarti tinggal dalam kebenaran, karena itulah kemauan Bapa.

'Kami adalah keturunan Abraham dan tidak pernah menjadi hamba siapa pun. Bagaimana Engkau dapat berkata: kamu akan merdeka?'. Protes para murid, ketika Ysus mengatakan tentang kebenaran yang memerdekan. 'Aku berkata kepadamu, sesungguhnya setiap orang yang berbuat dosa, adalah hamba dosa'. Berdosa berarti seseorang tidak bebas lagi. Ia terkukung dalam kuasa dosa. Dia masuk dalam belenggu kepuasan diri.  'Hamba tidak tetap tinggal dalam rumah, tetapi Anak tetap tinggal dalam rumah'. Hanya anak-anak Allah yang boleh menikmati keselamatan, dan bukan mereka hamba-hamba dosa.  'Jadi apabila Anak itu memerdekakan kamu, kamu pun benar-benar merdeka'. Yesus datang secara khusus menyapa orang-orang berdosa, guna membebaskan mereka dari belenggu dosa dan menikmati sukacita ilahi.

'Aku tahu, bahwa kamu adalah keturunan Abraham, tetapi kamu berusaha untuk membunuh Aku karena firman-Ku tidak beroleh tempat di dalam kamu'. Firman Tuhan itu menyatukan. Ketidakpercayaan mereka kepada sabdaNya dan mengabaikannya membuat mereka berlawanan dengan Tuhan Allah. Padahal segala yang dilakukan Yesus adalah segala pekerjaan Bapa, segala yang didengarNya itulah yang diwartakanNya. 'Apa yang Kulihat pada Bapa, itulah yang Kukatakan, dan demikian juga kamu perbuat tentang apa yang kamu dengar dari bapamu'. 

'Bapa kami ialah Abraham', tegas mereka membela diri. Mereka merasa bangsa Israel adalah bangsa pilihan, dibenarkan oleh iman Abraham. Namun sahut Yesus kepada mereka: 'jikalau sekiranya kamu anak-anak Abraham, tentulah kamu mengerjakan pekerjaan yang dikerjakan oleh Abraham. Tetapi yang kamu kerjakan ialah berusaha membunuh Aku; Aku, seorang yang mengatakan kebenaran kepadamu, yaitu kebenaran yang Kudengar dari Allah; pekerjaan yang demikian, yakni hendak membunuh Yesus, dan meniadakan Dia, tidak dikerjakan oleh Abraham.  Kamu mengerjakan pekerjaan bapamu sendiri'. Mereka hanya bangga mempunyai iman kepercayaan yang sama dengan Abraham, tetapi mereka tidak menghayatinya sebagaimana dilakukan Abraham.

'Kami tidak dilahirkan dari zinah. Bapa kami satu, yaitu Allah'. Bukankah Allah kita itu satu dan sama, yakni Allah Abraham, Allah Ishak dan Allah Yakub?  Kata Yesus kepada mereka: 'jikalau Allah adalah Bapamu, kamu akan mengasihi Aku, sebab Aku keluar dan datang dari Allah. Dan Aku datang bukan atas kehendak-Ku sendiri, melainkan Dialah yang mengutus Aku'. PenegasanYesus kembali mengingatkan akan kemunafikan hidup. Mengatakan diri sebagai anak-anak Allah, tetapi banyak hal yang dikehendakiNya tidak dilakukan, dan malah menceburkan diri dalam dosa. Mempunyai pelbagai anugerah indah, tetapi semuanya itu dinikmatinya sembari melakukan kejahatan. Benarlah yang dikatakan santo Yakobus, bahwa banyak orang menjadi pendengar sabda, dan bukan pelaksana sabda.

 

Oratio

Ya Yesus, bantulah kami dengan rahmat dan kasihMu, agar kami semakin setia melakukan sabda dan kehendakMu, sebab memang hanya dalam sabdaMu, dalam kehadiranMu, kami menikmati kasihMu yang menyelamatkan. Amin.

 

Contemplatio

Pertama, 'jikalau sekiranya kamu anak-anak Abraham, tentulah kamu mengerjakan pekerjaan yang dikerjakan oleh Abraham'. Pekerjaan Abraham adalah percaya kepada Tuhan, yang memang diperhitungkan sebagai kebenaran.

Kedua, 'jikalau Allah adalah Bapamu, kamu akan mengasihi Aku, sebab Aku keluar dan datang dari Allah'. Apakah mereka tidak mengetahui? Segalanya sebenarnya telah tersurat dalam Kitab Suci dan tinggal mengamininya.

 

 







Oremus Inter Nos
Marilah Kita Saling Mendoakan

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Pesta Maria mengunjungi Elizabet

Hari Raya Pentakosta

Hari Raya Kelahiran Yohanes Pembaptis