Selasa Paskah II, 30 April 2019

Kis 4: 32-37 + Mzm 93 + Yoh 3: 7-15

 

 

Lectio

Suatu hari berkatalah Yesus kepada Nikodemus: 'janganlah engkau heran, karena Aku berkata kepadamu: Kamu harus dilahirkan kembali. Angin bertiup ke mana ia mau, dan engkau mendengar bunyinya, tetapi engkau tidak tahu dari mana ia datang atau ke mana ia pergi. Demikianlah halnya dengan tiap-tiap orang yang lahir dari Roh."  Nikodemus menjawab, katanya: "Bagaimanakah mungkin hal itu terjadi?"  Jawab Yesus: "Engkau adalah pengajar Israel, dan engkau tidak mengerti hal-hal itu?  Aku berkata kepadamu, sesungguhnya kami berkata-kata tentang apa yang kami ketahui dan kami bersaksi tentang apa yang kami lihat, tetapi kamu tidak menerima kesaksian kami.  Kamu tidak percaya, waktu Aku berkata-kata dengan kamu tentang hal-hal duniawi, bagaimana kamu akan percaya, kalau Aku berkata-kata dengan kamu tentang hal-hal sorgawi?  Tidak ada seorang pun yang telah naik ke sorga, selain dari pada Dia yang telah turun dari sorga, yaitu Anak Manusia.  Dan sama seperti Musa meninggikan ular di padang gurun, demikian juga Anak Manusia harus ditinggikan, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya beroleh hidup yang kekal.

 

Meditatio

Suatu hari berkatalah Yesus kepada Nikodemus: 'janganlah engkau heran, karena Aku berkata kepadamu: kamu harus dilahirkan kembali'. Yesus menantang Nikodemus.  'Angin bertiup ke mana ia mau, dan engkau mendengar bunyinya, tetapi engkau tidak tahu dari mana ia datang atau ke mana ia pergi. Demikianlah halnya dengan tiap-tiap orang yang lahir dari Roh'. Pengetahuan kita amat terbatas. Kita hanya dapat merasakan dan mengetahui segala yang ada di sekitar tubuh kita. Itupun kita masih sulit mengerti asal muasalnya. Segalanya bisa terjadi.  Nikodemus menjawab, katanya: 'bagaimanakah mungkin hal itu terjadi?'. Dengan jujur Nikodemus mengakui keterbatasan dan kelemahan dirinya. 'Engkau adalah pengajar Israel, dan engkau tidak mengerti hal-hal itu?', sahut Yesus kepadaNya.  'Aku berkata kepadamu, sesungguhnya kami berkata-kata tentang apa yang kami ketahui dan kami bersaksi tentang apa yang kami lihat, tetapi kamu tidak menerima kesaksian kami'. Mengapa Yesus memakai kata kami?  Apakah Dia hendak menyetarakan diriNya dengan Nikodemus? Atau sebagai bagian dari kaum awam Yahudi? 'Kamu tidak percaya, waktu Aku berkata-kata dengan kamu tentang hal-hal duniawi, bagaimana kamu akan percaya, kalau Aku berkata-kata dengan kamu tentang hal-hal sorgawi?'. Di satu pihak, Yesus merendahkan diri, tetapi di lain pihak, Yesus sadar bahwa Dia tetap harus berkata-kata tentang segala yang Bapa kehendaki. Yesus menenggelamkan diri dalam kenyataan dunia, bahkan Dia menjadi hamba bagi sesamaNya, tetapi Dia tidak menjadi seperti dunia. 

'Tidak ada seorang pun yang telah naik ke sorga, selain dari pada Dia yang telah turun dari sorga, yaitu Anak Manusia'. Pesta Kabar Sukacita mengingatkan, bahwa Allah datang ke dunia melalui Maria. Anak yang dikandung dan dilahirkan Maria itu 'disebut kudus, Anak Allah' (Luk 1: 35), karena memang Allah pada saat itu turun ke dunia menjadi manusia. Dia yang telah turun, maka Dia pula yang akan naik ke surga. Itulah penegasan Yesus. Dan segala yang indah itu akan dinikmati juga oleh orang-orang yang percaya kepadaNya. Kepercayaan kepada Anak Manusia membuat mereka menjadi 'seperti Aku bukan dari dunia' (Yoh 17: 16), dan pada akhirnya menikmati kemuliaan surgawi, karena kematian dan kebangkitanNya

'Sama seperti Musa meninggikan ular di padang gurun, demikian juga Anak Manusia harus ditinggikan, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya beroleh hidup yang kekal'. Hidup kekal amat dimungkinkan bagi setiap orang yang percaya kepadaNya, karena memang Yesus sendiri yang menghendaki. Yesus sendiri yang akan menarik semua orang datang kepadaNya. Kepercayaan mendatangkan keselamatan.

 

Oratio

Ya Yesus Kristus, Engkau memberi kesempatan kepada setiap orang yang percaya kepadaMu untuk menikmati keselamatan daripadaMu. Buatlah agar kami semua menikmatinya dengan penuh syukur dan membaginya bersama saudara dan saudari kami. Amin.

 

Contemplatio

Pertama, 'tidak ada seorang pun yang telah naik ke sorga, selain dari pada Dia yang telah turun dari sorga, yaitu Anak Manusia'. Karena memang Dialah sang Empunya Kerajaan Surga.

Kedua, 'sama seperti Musa meninggikan ular di padang gurun, demikian juga Anak Manusia harus ditinggikan, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya beroleh hidup yang kekal'. Kepercayaan mendatangkan keselamatan.

 







Oremus Inter Nos
Marilah Kita Saling Mendoakan

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Pesta Maria mengunjungi Elizabet

Hari Raya Pentakosta

Pesta Santo Stefanus Martir