Senin Pekan Suci, 15 April 2019

Yes 42: 1-7 + Mzm 27 + Yoh 12: 1-11



Lectio

Enam hari sebelum Paskah Yesus datang ke Betania, tempat tinggal Lazarus yang dibangkitkan Yesus dari antara orang mati.  Di situ diadakan perjamuan untuk Dia dan Marta melayani, sedang salah seorang yang turut makan dengan Yesus adalah Lazarus.  Maka Maria mengambil setengah kati minyak narwastu murni yang mahal harganya, lalu meminyaki kaki Yesus dan menyekanya dengan rambutnya; dan bau minyak semerbak di seluruh rumah itu.  Tetapi Yudas Iskariot, seorang dari murid-murid Yesus, yang akan segera menyerahkan Dia, berkata:  "Mengapa minyak narwastu ini tidak dijual tiga ratus dinar dan uangnya diberikan kepada orang-orang miskin?"  Hal itu dikatakannya bukan karena ia memperhatikan nasib orang-orang miskin, melainkan karena ia adalah seorang pencuri; ia sering mengambil uang yang disimpan dalam kas yang dipegangnya.  Maka kata Yesus: "Biarkanlah dia melakukan hal ini mengingat hari penguburan-Ku.  Karena orang-orang miskin selalu ada pada kamu, tetapi Aku tidak akan selalu ada pada kamu."

Sejumlah besar orang Yahudi mendengar, bahwa Yesus ada di sana dan mereka datang bukan hanya karena Yesus, melainkan juga untuk melihat Lazarus, yang telah dibangkitkan-Nya dari antara orang mati.  Lalu imam-imam kepala bermupakat untuk membunuh Lazarus juga, sebab karena dia banyak orang Yahudi meninggalkan mereka dan percaya kepada Yesus.


Meditatio

Ada tiga hal menarik dalam perikup Injil hari ini. Pertama, kedatangan tamu memang selalu menyenangkan, terlebih kedatangan sang Empunya kehidupan, yakni Kristus Tuhan. Diadakan perjamuan untuk Yesus, dan Marta melayani. Betapa bahagianya menerima kedatangan Tuhan Yesus. Betapa bahagianya, kalau Yesus berkata hari ini terjadi keselamatan atas rumah ini (Luk19) kepada keluarga kita. Siapkah kita akan kedatanganNya? apakah kita membedakan tamu yang satu dengan tamu lainnya? Seharusnya kita menerima tamu, sebagaimana dilakukan Elizabet ketika menerima kunjungan Maria.

Kedua, 'mengapa minyak narwastu ini tidak dijual tiga ratus dinar dan uangnya diberikan kepada orang-orang miskin?'. Itulah komentar Yudas Iskariot yang dengan mata kepala sendiri melihat Maria mengambil setengah kati minyak narwastu murni yang mahal harganya, dan meminyaki kaki Yesus, serta menyeka dengan rambutnya. Bau minyak semerbak di seluruh rumah itu. Persoalannya?  Yudas Iskariot berkata demikian, bukan karena ia memperhatikan nasib orang-orang miskin, melainkan karena ia adalah seorang pencuri. Yesus semenjak semula memilih Yudas menjadi muridNya. Yesus telah mengetahui isi hati umatNya (Mzm 139). Apakah dalam diri Yudas tampak 'pekerjaan-pekerjaan Allah harus dinyatakan di dalam dia?' (Yoh 9: 3)

Ketiga, 'biarkanlah dia melakukan hal ini mengingat hari penguburan-Ku.  Karena orang-orang miskin selalu ada pada kamu, tetapi Aku tidak akan selalu ada pada kamu'. Maria mungkin tidak mampu ikut Yesus dalam perjalanan salibNya. Dia pun tidak bisa berdiri di dekat salib Yesus bersama Maria, sang bunda. Apakah yang dikatakan Yesus itu benar-benar sudah dirasakan oleh Maria? Maria sepertinya ingin memberi yang terbaik, yang tak akan diambil daripadanya. Kita pun memang tidak mampu berdiri di dekat salib Yesus, baiklah kalau pada masa Prapaskah ini juga berusaha memberi yang terbaik bagi Yesus. Inilah karya katekese baru, bukan dengan kata-kata, melainkan dengan perbuatan.

'Aku ini, TUHAN, telah memanggil engkau untuk maksud penyelamatan, telah memegang tanganmu; Aku telah membentuk engkau dan memberi engkau menjadi perjanjian bagi umat manusia, menjadi terang untuk bangsa-bangsa, untuk membuka mata yang buta, untuk mengeluarkan orang hukuman dari tempat tahanan dan mengeluarkan orang-orang yang duduk dalam gelap dari rumah penjara', sapaan Tuhan melalui nabi Yesaya (42: 7), yang banyak dilakukan orang dalam katekese baru yang memerdekakan.

 

Oratio

Ya Yesus Kristus, mampukan kami untuk melakukan perbuatan-perbuatan kasih pada sesama, agar kehadiranMu yang menyelamatkan nyata di dalamnya. Semoga kami mampu menyambut semua orang, yang kami jumpai dengan senyum kasihMu. Amin

 

Contemplatio

Pertama, 'biarkanlah dia melakukan hal ini mengingat hari penguburan-Ku.  Karena orang-orang miskin selalu ada pada kamu, tetapi Aku tidak akan selalu ada pada kamu'. Karya sosial lebih mudah dilakukan, daripada karya kasih.

Kedua, 'Aku ini, TUHAN, telah memanggil engkau untuk maksud penyelamatan, telah memegang tanganmu'. Yesus mengutus para muridNya, tetapi tidak membiarkan mereka sendiri.

 






Oremus Inter Nos
Marilah Kita Saling Mendoakan

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Pesta Maria mengunjungi Elizabet

Selasa XXX, 26 Oktober 2010

Hari Raya Pentakosta