Hari Minggu Paskah V, 19 Mei 2019

Kis 14: 21-27 + Why 21: 1-5 + Yoh 13: 31-35

 

 

Lectio

Pada waktu itu, sesudah Yudas pergi, berkatalah Yesus: "Sekarang Anak Manusia dipermuliakan dan Allah dipermuliakan di dalam Dia.  Jikalau Allah dipermuliakan di dalam Dia, Allah akan mempermuliakan Dia juga di dalam diri-Nya, dan akan mempermuliakan Dia dengan segera.  Hai anak-anak-Ku, hanya seketika saja lagi Aku ada bersama kamu.  Aku memberikan perintah baru kepada kamu, yaitu supaya kamu saling mengasihi; sama seperti Aku telah mengasihi kamu demikian pula kamu harus saling mengasihi. Dengan demikian semua orang akan tahu, bahwa kamu adalah murid-murid-Ku, yaitu jikalau kamu saling mengasihi."

 

Meditatio

'Sekarang Anak Manusia dipermuliakan dan Allah dipermuliakan di dalam Dia', tegas Yesus. Ini berarti mempermuliakan Yesus berarti mempermuliakan Allah. Allah Bapa ikut dipermuliakan, jikalau kita mempermuliakan Anak Manusia. Demikian juga sebaliknya, 'jikalau Allah dipermuliakan di dalam Dia, Allah akan mempermuliakan Dia juga di dalam diri-Nya, dan akan mempermuliakan Dia dengan segera'. Dengan penegasan ini, sepertinya mempermuliakan Allah hanya bisa terjadi melalui Yesus Kristus. Bukankah juga orang dapat sampai kepada Bapa hanya melalui Anak? (Yoh 14: 6). Allah Bapa mempermuliakan Dia, bukan dengan aneka peristiwa yang bergelora, melainkan dengan meninggikan Dia kayu salib, sebab 'apabila Aku ditinggikan dari bumi, Aku akan menarik semua orang datang kepada-Ku' (Yoh 12: 32). Yesus pun dengan tegas berkata: 'Bapa, telah tiba saatnya; permuliakanlah Anak-Mu, supaya Anak-Mu mempermuliakan Engkau' (Yoh 17: 1).

'Aku memberikan perintah baru kepada kamu, yaitu supaya kamu saling mengasihi; sama seperti Aku telah mengasihi kamu demikian pula kamu harus saling mengasihi'. Yesus memberi perintah baru. Mengapa dikatakan baru? Bukankah itab Imamat telah menegaskan: 'janganlah engkau menuntut balas, dan janganlah menaruh dendam terhadap orang-orang sebangsamu, melainkan kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri; Akulah TUHAN' (Im 19: 18). Baru, karena setiap orang diminta saling mengasihi. Baru, karena kasih terhadap sesama tidak bisa dilepaskan dari kasih kepada Tuhan Allah (Mrk 12: 33-35). Baru, karena kasih adalah sikap Allah.  Allah adalah kasih (1Yoh).

'TUHAN itu pengasih dan penyayang, panjang sabar dan besar kasih setia-Nya.  TUHAN itu baik kepada semua orang, dan penuh rahmat terhadap segala yang dijadikan-Nya. Kerajaan-Mu ialah kerajaan segala abad, dan pemerintahan-Mu tetap melalui segala keturunan. TUHAN setia dalam segala perkataan-Nya dan penuh kasih setia dalam segala perbuatan-Nya' (Mzm 145).

'Semua orang akan tahu, bahwa kamu adalah murid-murid-Ku, yaitu jikalau kamu saling mengasihi'. Kemuridan seseorang hanya dapat kita tunjukkan kalau kita saling mengasihi. Kemegahan Gereja, bukan karena bangunan-bangunan yang dimiliki, bukan karena jumlah umat yang banyak, melainkan hanya karena cinta kasih.

 

Oratio

Ya Yesus Kristus, ajarilah kami untuk saling mengasihi satu sama lain, sebagaimana Engkau telah mendahului kami berbagi kasih.

Yesus, bantulah kami untuk bersikap seperti Engkau bersikap kepada kami. Amin.

 

Contemplatio

Pertama, 'Aku memberikan perintah baru kepada kamu, yaitu supaya kamu saling mengasihi; sama seperti Aku telah mengasihi kamu demikian pula kamu harus saling mengasihi'. Hidup dalam kasih membuat orang menjadi manusia-Allah.

Kedua, 'semua orang akan tahu, bahwa kamu adalah murid-murid-Ku, yaitu jikalau kamu saling mengasihi'. Allah adalah kasih, hendaknya kita juga menjadi kasih.







Oremus Inter Nos
Marilah Kita Saling Mendoakan

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Pesta Maria mengunjungi Elizabet

Hari Raya Pentakosta

Selasa XXX, 26 Oktober 2010