Kamis Paskah III, 9 Mei 2019

Kis 8: 26-40 + Mzm 66 + Yoh 6: 44-51

 

 

Lectio

Para murid melanjutkan perbincangan dengan Yesus. Kata Yesus kepada mereka: "tidak ada seorang pun yang dapat datang kepada-Ku, jikalau ia tidak ditarik oleh Bapa yang mengutus Aku, dan ia akan Kubangkitkan pada akhir zaman.  Ada tertulis dalam kitab nabi-nabi: Dan mereka semua akan diajar oleh Allah. Dan setiap orang, yang telah mendengar dan menerima pengajaran dari Bapa, datang kepada-Ku.  Hal itu tidak berarti, bahwa ada orang yang telah melihat Bapa. Hanya Dia yang datang dari Allah, Dialah yang telah melihat Bapa.  Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya barangsiapa percaya, ia mempunyai hidup yang kekal.  Akulah roti hidup.  Nenek moyangmu telah makan manna di padang gurun dan mereka telah mati.  Inilah roti yang turun dari sorga: Barangsiapa makan dari padanya, ia tidak akan mati. Akulah roti hidup yang telah turun dari sorga. Jikalau seorang makan dari roti ini, ia akan hidup selama-lamanya, dan roti yang Kuberikan itu ialah daging-Ku, yang akan Kuberikan untuk hidup dunia."


Meditatio

'Tidak ada seorang pun yang dapat datang kepada-Ku, jikalau ia tidak ditarik oleh Bapa yang mengutus Aku', tegas Yesus. Adakah orang-orang yang tidak ditarik Bapa, sehingga tidak beroleh keselamatan? Penegasan Yesus menyatakan, bahwa Allah menghendaki semua orang selamat. Seorang sida-sida, sebagaimana dicerritakan dalam Kisah Para Rasul (8) adalah seseorang yang mengenal Kristus Tuhan, karena Allah Bapa memanggilnya. Yesus amat menyesalkan orang-orang yang tidak mau percaya Allah dan bertahan pada kedegilan hatinya. Yesus tidak memilah-milah orang-orang yang hendak diselamatkan. Seorang sida-sida, karena kepercayaannya: 'aku percaya, bahwa Yesus Kristus adalah Anak Allah' (Kis 8: 37), adalah orang yang diselamatkan. Mereka 'akan Kubangkitkan pada akhir zaman'.  

'Akulah Roti Hidup', tegas Yesus. 'Nenek moyangmu telah makan manna di padang gurun dan mereka telah mati'. Roti manna itu adalah rejeki yang diberikan kepada Israel dalam perjalanan keluar dari perbudakan Mesir. Roti itu memang pemberian Allah, tetapi hanya sebatas rejeki daripadaNya.  'Barangsiapa makan dari padanya, ia tidak akan mati'. Roti yang mana itu? 'Akulah Roti Hidup yang telah turun dari sorga', kata Yesus menyatakan siapakah diriNya. Yesus, bukanlah seorang Guru dari Nazaret. Dia memang tinggal di Nazaret dalam keluarga Maria dan Yusuf. Dia adalah Seorang pemberian Allah, yang menjadi santapan bagi setiap orang yang menghendaki keselamatan.

'Jikalau seorang makan dari roti ini, ia akan hidup selama-lamanya, dan roti yang Kuberikan itu ialah daging-Ku, yang akan Kuberikan untuk hidup dunia'. Yesus memberikan tubuhNya menjadi makanan yang menghantar setiap orang menikmati hidup yang kekal. Yesus memberikan hidupNya, memberikan diriNya, memberikan tubuhNya menjadi makanan agar setiap orang menikmati hidup kekal.

 

Oratio

Ya Yesus Kristus, Engkau yang memilih dan menganugerahkan hidup kekal bagi kami melalui roti yang kami santap dalam setiap Ekaristi. Kiranya semakin menguatkan iman dan bersatu denganMu. Amin

 

Contemplatio

'Akulah Roti Hidup yang telah turun dari sorga',

 







Oremus Inter Nos
Marilah Kita Saling Mendoakan

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Pesta Maria mengunjungi Elizabet

Hari Raya Pentakosta

Pesta Santo Stefanus Martir