Pesta Santa Maria Mengunjungi Elizabet, 31 Mei 2019

Rom 12: 9-16 + Mzm + Luk 1: 39-56

 

 

Lectio

Suatu hari beberapa waktu kemudian setelah menerima kabar gembira dari Malaikat, berangkatlah Maria dan langsung berjalan ke pegunungan menuju sebuah kota di Yehuda. Di situ ia masuk ke rumah Zakharia dan memberi salam kepada Elisabet.  Dan ketika Elisabet mendengar salam Maria, melonjaklah anak yang di dalam rahimnya dan Elisabet pun penuh dengan Roh Kudus, lalu berseru dengan suara nyaring: "Diberkatilah engkau di antara semua perempuan dan diberkatilah buah rahimmu.  Siapakah aku ini sampai ibu Tuhanku datang mengunjungi aku? Sebab sesungguhnya, ketika salammu sampai kepada telingaku, anak yang di dalam rahimku melonjak kegirangan. Dan berbahagialah ia, yang telah percaya, sebab apa yang dikatakan kepadanya dari Tuhan, akan terlaksana."

Lalu kata Maria: "Jiwaku memuliakan Tuhan, dan hatiku bergembira karena Allah, Juruselamatku, sebab Ia telah memperhatikan kerendahan hamba-Nya. Sesungguhnya, mulai dari sekarang segala keturunan akan menyebut aku berbahagia, karena Yang Mahakuasa telah melakukan perbuatan-perbuatan besar kepadaku dan nama-Nya adalah kudus. Dan rahmat-Nya turun-temurun atas orang yang takut akan Dia. Ia memperlihatkan kuasa-Nya dengan perbuatan tangan-Nya dan mencerai-beraikan orang-orang yang congkak hatinya; Ia menurunkan orang-orang yang berkuasa dari takhtanya dan meninggikan orang-orang yang rendah; Ia melimpahkan segala yang baik kepada orang yang lapar, dan menyuruh orang yang kaya pergi dengan tangan hampa;  Ia menolong Israel, hamba-Nya, karena Ia mengingat rahmat-Nya, seperti yang dijanjikan-Nya kepada nenek moyang kita, kepada Abraham dan keturunannya untuk selama-lamanya."

Dan Maria tinggal kira-kira tiga bulan lamanya bersama dengan Elisabet, lalu pulang kembali ke rumahnya.

 

Meditatio

Suatu hari beberapa waktu kemudian setelah menerima kabar gembira dari Malaikat, berangkatlah Maria dan langsung berjalan ke pegunungan menuju sebuah kota di Yehuda. Lumayan jauh jaraknya yang ditempuh Maria. Apakah Maria berjalan seorang diri? Mungkin ada seorang karyawan yang mendampingi dia, minimal menuntun dia dalam mengendarai keledai tunggangan. Maria seorang pemberani yang sencara sengaja mau datang mengunjungi saudaranya.  Di situ ia masuk ke rumah Zakharia dan memberi salam kepada Elisabet. Apakah Maria mengunjungi Elizabet, karena kabar sukacita yang diterimanya? Bukankah malaikat mengingatkan, bahwa tidak ada yang mustahil bagi orang yang percaya, termasuk Elizabet ini.

Ketika Elisabet mendengar salam Maria, melonjaklah anak yang di dalam rahimnya dan Elisabet pun penuh dengan Roh Kudus. Kedatangan Maria membawa sukacita. Hati dan budi, jiwa raga bersorak-sorai menerima kedatangan seorang Maria. Elisabet pun penuh dengan Roh Kudus. Roh Kuduslah yang sekarang semakin menyatukan mereka berdua; menyatukan orang-orang yang mau dipimpinNya. Keberanian menerima 'Roh Kudus yang akan turun atasmu dan kuasa Allah Yang Mahatinggi akan menaungi engkau' (Luk 1: 35) adalah hidup yang sesungguhnya.

Elizabet pun lalu berseru dengan suara nyaring: 'diberkatilah engkau di antara semua perempuan dan diberkatilah buah rahimmu'. Elizabet tahu siapakah perempuan muda, yang ada di depannya sekarang ini. Dia bukan seorang perempuan sembarangan. Maria adalah seorang yang hebat. Maria adalah orang terberkati.  'Siapakah aku ini sampai ibu Tuhanku datang mengunjungi aku?', sambung Elizabet dengan penuh kerendahan hati. Betapa besar kasih Tuhan terhadap dirinya. Dirinyalah yang seharusnya mengunjungi sang ibu Tuhan, dan bukannya sang ibu yang mengunjunginya. Elizabet merasakan sukacita yang mendalam. Malah, 'ketika salammu sampai kepada telingaku, anak yang di dalam rahimku melonjak kegirangan'. Elizabet mengalami sukacita lahir bathin. Anak yang dikandung pun bisa merasakan kehadiran sang ibu Tuhan. Segala yang indah akan terjadi pada diri setiap orang yang percaya kepada Tuhan.  'Berbahagialah ia, yang telah percaya, sebab apa yang dikatakan kepadanya dari Tuhan, akan terlaksana'. Tidak ada yang mustahil bagi setiap orang yang percaya kepadaNya. Aneka karunia indah yang dialami Maria dan Elizabet dapat disarasakan oleh setiap orang yang percaya kepadaNya.

'Jiwaku memuliakan Tuhan, dan hatiku bergembira karena Allah, Juruselamatku, sebab Ia telah memperhatikan kerendahan hamba-Nya.

Sesungguhnya, mulai dari sekarang segala keturunan akan menyebut aku berbahagia, karena Yang Mahakuasa telah melakukan perbuatan-perbuatan besar kepadaku dan nama-Nya adalah kudus.

Rahmat-Nya turun-temurun atas orang yang takut akan Dia.

Ia memperlihatkan kuasa-Nya dengan perbuatan tangan-Nya dan mencerai-beraikan orang-orang yang congkak hatinya;

Ia menurunkan orang-orang yang berkuasa dari takhtanya dan meninggikan orang-orang yang rendah;

Ia melimpahkan segala yang baik kepada orang yang lapar, dan menyuruh orang yang kaya pergi dengan tangan hampa; 

Ia menolong Israel, hamba-Nya, karena Ia mengingat rahmat-Nya, seperti yang dijanjikan-Nya kepada nenek moyang kita, kepada Abraham dan keturunannya untuk selama-lamanya'.

Maria mengakui bahwa segala terjadi hanya karena Tuhan. Tuhan membuat segala-galanya indah adanya. Semua orang pun dapat menikmatinya, karena memang itulah kehendak Tuhan.

Maria tinggal kira-kira tiga bulan lamanya bersama dengan Elisabet, lalu pulang kembali ke rumahnya. Maria tinggal bersama Elizabet sampai kelahiran anak yang dikandungnya. Kunjungan Maria adalah sebuah pemberian diri untuk melayani, membantu dan menolong Elizabet. Berkunjung kepada orang yang lemah amat membahagiakan. Paus Fransiskus menuliskan: dengan mengunjungi berati kita membuka diri, dan tidak tinggal diam di dunia kecil kita, melainkan mendatangi orang-orang lain, yang berkekurangan khususnya. Sempatkah kita mengunjungi sesame?  Mengunjungi itu berarti: melakukanlah yang baik, mendahului dalam memberi hormat, rajin, selalu memberikan tumpangan, memberkati, menangis dengan orang yang menangis. dan sehati sepikir dalam hidup bersama (Rom 12: 9-16).

 

Oratio

Ya Yesus Kristus, Maria perempuan terberkati itu berani berbagi terhadap sesame, sekaligus berani belajar dari orang-orang yang berpengalaman hidup. Kesiapsiagaan menerima Tuhan tidak menutup diri untuk berani belajar dalam hidup ini.

Maria, doakanlah kami juga dalam belajar kehidupan ini. Amin.

 

Contemplatio

Pertama, 'diberkatilah engkau di antara semua perempuan dan diberkatilah buah rahimmu'. Maria adalah orang pilihan. Orang terberkati.

Kedua, 'siapakah aku ini sampai ibu Tuhanku datang mengunjungi aku?'. Kerendahan hati membuka peluang akan keselamatan hidup.

Ketiga, ketika Elisabet mendengar salam Maria, melonjaklah anak yang di dalam rahimnya dan Elisabet pun penuh dengan Roh Kudus. Mari kita menjadi tuan dan ibu rumah yang baik.







Oremus Inter Nos
Marilah Kita Saling Mendoakan

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Pesta Maria mengunjungi Elizabet

Hari Raya Pentakosta

Selasa XXX, 26 Oktober 2010