Pesta Santo Matias Rasul, 14 Mei 2019

Kis 1: 15-26 + Mzm 113 + Yoh 15: 9-17

 

 

Lectio

Suatu hari bersabdalah Yesus: 'seperti Bapa telah mengasihi Aku, demikianlah juga Aku telah mengasihi kamu; tinggallah di dalam kasih-Ku itu.  Jikalau kamu menuruti perintah-Ku, kamu akan tinggal di dalam kasih-Ku, seperti Aku menuruti perintah Bapa-Ku dan tinggal di dalam kasih-Nya.  Semuanya itu Kukatakan kepadamu, supaya sukacita-Ku ada di dalam kamu dan sukacitamu menjadi penuh. Inilah perintah-Ku, yaitu supaya kamu saling mengasihi, seperti Aku telah mengasihi kamu.  Tidak ada kasih yang lebih besar dari pada kasih seorang yang memberikan nyawanya untuk sahabat-sahabatnya.  Kamu adalah sahabat-Ku, jikalau kamu berbuat apa yang Kuperintahkan kepadamu.  Aku tidak menyebut kamu lagi hamba, sebab hamba tidak tahu, apa yang diperbuat oleh tuannya, tetapi Aku menyebut kamu sahabat, karena Aku telah memberitahukan kepada kamu segala sesuatu yang telah Kudengar dari Bapa-Ku. Bukan kamu yang memilih Aku, tetapi Akulah yang memilih kamu. Dan Aku telah menetapkan kamu, supaya kamu pergi dan menghasilkan buah dan buahmu itu tetap, supaya apa yang kamu minta kepada Bapa dalam nama-Ku, diberikan-Nya kepadamu. Inilah perintah-Ku kepadamu: Kasihilah seorang akan yang lain'.

 

Meditatio

Suatu hari bersabdalah Yesus: 'seperti Bapa telah mengasihi Aku, demikianlah juga Aku telah mengasihi kamu; tinggallah di dalam kasih-Ku itu'. Penyataan Yesus mengajak setiap orang yang dikasihiNya tinggal dan menikmati kasih Allah. Kita diundang dalam relasi kasih Bapa, Putera dan Roh Kudus. Betapa bahagia tinggal dalam kasih Allah, dan membiarkan kasihNya itu meraja dalam hidup kita. Bagaimana caranya?  'Jikalau kamu menuruti perintah-Ku, kamu akan tinggal di dalam kasih-Ku, seperti Aku menuruti perintah Bapa-Ku dan tinggal di dalam kasih-Nya'. Mendengarkan sabda dan kehendakNya adalah satu-satunya cara tinggal dalam kasih Allah. Saudara dan saudariKu ialah mereka melakukan kehendak Bapa. Tinggal dalam kasih Yesus, bukanlah bermanjaria, duduk manis tanpa karya kasih, sebaliknya malah berani mendengarkan sabdaNya, dan melakukan segala perintah dan kehendakNya.  

'Semuanya itu Kukatakan kepadamu, supaya sukacita-Ku ada di dalam kamu dan sukacitamu menjadi penuh'. Sukacita dan kegembiraan kita akan disempurnakan oleh sukacita ilahi yang dimiliki oleh Kristus Tuhan sendiri. Kemampuan akal budi dijadikan indah oleh kasihNya sendiri. Apakah memang di luar Tuhan Allah kita tidak dapat menikmati keselamatan? Keselamatan abadi itu hanya dimiliki oleh Allah, dan hanya Allah yang mampu mengadakannya. Baiklah kalau setiap orang mengikuti segala sabda dan kehendakNya.

'Inilah perintah-Ku', tegas Yesus melanjutkan pembicaraanNya, 'yaitu supaya kamu saling mengasihi, seperti Aku telah mengasihi kamu'. Sebagaimana Yesus telah mengasihi kita para muridNya, demikian pula hendaknya kita saling mengasihi satu sama lain. Sekali lagi, 'inilah perintah-Ku kepadamu: kasihilah seorang akan yang lain'. Mengasihi sesama itu mengasihi Tuhan Allah sendiri, sebab Allah adalh Kasih 'Tidak ada kasih yang lebih besar dari pada kasih seorang yang memberikan nyawanya untuk sahabat-sahabatnya'. Inilah kasih Tuhan Yesus Kristus: tidak mengada-ada, malah memberi hidup bagi orang lain.

'Kamu adalah sahabat-Ku, jikalau kamu berbuat apa yang Kuperintahkan kepadamu'. Relasi Yesus dengan para muridNya, bukanlah relasi guru dan murid, yang vertikal, melainkan horizontal antar sesama sahabat. Bukan juga tuan dan hamba, karena 'Aku tidak menyebut kamu lagi hamba, sebab hamba tidak tahu, apa yang diperbuat oleh tuannya, tetapi Aku menyebut kamu sahabat, karena Aku telah memberitahukan kepada kamu segala sesuatu yang telah Kudengar dari Bapa-Ku'. Diri kita disamakan dengan diriNya sendiri, asal berani melakukan segala kehendakNya. Kita semua adalah anak-anak Bapa di surga, di mana Kristus sendiri Putra sulung Kebangkitan.

Semuanya ini bisa terjadi, hanya karena Yesus Kristus sendiri, dan bukan karena jasa dan kebaikan kita. 'Bukan kamu yang memilih Aku, tetapi Akulah yang memilih kamu'. Kita diminta juga berani berbagi terhadap orang lain. 'Aku telah menetapkan kamu, pertama supaya apa yang kamu minta kepada Bapa dalam nama-Ku, diberikan-Nya kepadamu'. Segala permintaan yang mendapatkan pengabulan daripadaNya membuat hidup ini semakin indah dan nyaman. Kedua, 'supaya kamu pergi dan menghasilkan buah dan buahmu itu tetap'. Kita diajak untuk berani berbagi. Seorang murid Kristus harus berani menjadi sakramen keselamatan bagi sesama.

Keterpilihan Matias melalui undian (Kis 1: 20-26) hanya ingin menunjukkan, bahwa semua terjadi bukanlah karena kemauan diri, melainkan karena semata-mata pilihan dan kehendak Allah.

 

Oratio

Ya Yesus Kristus, karena kasihMu Engkau menyatukan kami dalam satu persaudaraan. Mampukan kami agar dapat mengasihi sesama dengan tulus mau berkorban seperti Engkau sendiri.

Santo Matias Rasul, doakanlah kami. Amin

 

Contemplatio

Pertama, 'bukan kamu yang memilih Aku, tetapi Akulah yang memilih kamu'. Allah sendiri selalu berperan dalam hidup ini.

Kedua, 'Aku telah menetapkan kamu, supaya kamu pergi dan menghasilkan buah dan buahmu itu tetap'. Kita diminta menjadi sesame bagi orang lain.

 







Oremus Inter Nos
Marilah Kita Saling Mendoakan

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Pesta Maria mengunjungi Elizabet

Hari Raya Kelahiran Yohanes Pembaptis

Hari Raya Pentakosta