Rabu Paskah II, 1 Mei 2019

Kis 5: 17-42 + Mzm 34 + Yoh 3: 16-21

 

 

Lectio

Yesus melanjutkan pembicaraanNya dengan Nikodemus. KataNya: 'karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal. Sebab Allah mengutus Anak-Nya ke dalam dunia bukan untuk menghakimi dunia, melainkan untuk menyelamatkannya oleh Dia.  Barangsiapa percaya kepada-Nya, ia tidak akan dihukum; barangsiapa tidak percaya, ia telah berada di bawah hukuman, sebab ia tidak percaya dalam nama Anak Tunggal Allah.  Dan inilah hukuman itu: Terang telah datang ke dalam dunia, tetapi manusia lebih menyukai kegelapan dari pada terang, sebab perbuatan-perbuatan mereka jahat.  Sebab barangsiapa berbuat jahat, membenci terang dan tidak datang kepada terang itu, supaya perbuatan-perbuatannya yang jahat itu tidak nampak; tetapi barangsiapa melakukan yang benar, ia datang kepada terang, supaya menjadi nyata, bahwa perbuatan-perbuatannya dilakukan dalam Allah'.


Meditatio

Yesus melanjutkan pembicaraanNya dengan Nikodemus. KataNya: 'karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal'. Penegasan Yesus benar-benar menyatakan makna kasih, yang memberi dan memberi. Tuhan Allah mengasihi umatNya, bukan karena jasa baik kita umatNya, melainkan karena kasihNya sendiri. Kasih keluar dari diriNya, bukan karena orang yang dikasihiNya. Tuhan Allah mau menjadi manusia ingin menyelamatkan umat manusia, yang semata-mata hanya karena kasihNya sendiri.  'Allah mengutus Anak-Nya ke dalam dunia bukan untuk menghakimi dunia, melainkan untuk menyelamatkannya oleh Dia'. Inilah Kasih. Allah adalah Kasih. 

'Barangsiapa percaya kepada-Nya, ia tidak akan dihukum; barangsiapa tidak percaya, ia telah berada di bawah hukuman, sebab ia tidak percaya dalam nama Anak Tunggal Allah', tegas Yesus. Dihukum?  'Inilah hukuman itu: Terang telah datang ke dalam dunia, tetapi manusia lebih menyukai kegelapan dari pada terang, sebab perbuatan-perbuatan mereka jahat.  Sebab barangsiapa berbuat jahat, membenci terang dan tidak datang kepada terang itu, supaya perbuatan-perbuatannya yang jahat itu tidak nampak; tetapi barangsiapa melakukan yang benar, ia datang kepada terang, supaya menjadi nyata, bahwa perbuatan-perbuatannya dilakukan dalam Allah'. Tidak percaya kepada Tuhan berarti tidak mau diselamatkan. Tidak mau diselamatkan berarti binasa. Sebab keselamatan hanya datang dari Allah. Hanya Allah yang mampu menyelamatkan. Yesus artinya Allah menyelamatkan, dan itulah kodratNya.

Paskah adalah peristiwa kasih. Paskah bukanlah peristiwa sedih dan menyedihkan, melainkan peristiwa kasih yang menyelamatkan. Kasih yang diberikanNya melalui peristiwa salib, dan yang mau menikmatinya pun harus berani memanggul salib kehidupan. Kasih tidak memanjakan hidup seseorang. Kasih tidak membuat orang bermalas-malasan. Kasih menantang setiap orang untuk berani memanggul salib kehidupan. Barangsiapa mau mengikuti Aku, dia harus berani menyangkal diri dan memikul salibnya. Salib membuat orang mandiri, sebagaimana kodratnya sendiri yang hidup. Kasih membuat orang hidup; kasih bukannya membuat orang mati. Kasih itu menghidupkan.

 

Oratio

Ya Yesus Kristus, Engkau datang hanya untuk menyelamatkan. Kami ingin beroleh selamat, tetapi kami ini malas untuk berjuang. Ajarilah kami semakin hari semakin berani berjuang dalam hidup keseharian kami. Semangatilah kami selalu. Amin.

 

Contemplatio

Pertama, 'Allah mengutus Anak-Nya ke dalam dunia bukan untuk menghakimi dunia, melainkan untuk menyelamatkannya oleh Dia'. Allah adalah Kasih.

Kedua, 'barangsiapa percaya kepada-Nya, ia tidak akan dihukum; barangsiapa tidak percaya, ia telah berada di bawah hukuman, sebab ia tidak percaya dalam nama Anak Tunggal Allah'. Anak Tunggal Allah adalah Yesus, yakni Allah menyelamatkan.

 







Oremus Inter Nos
Marilah Kita Saling Mendoakan

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Pesta Maria mengunjungi Elizabet

Hari Raya Pentakosta

Pesta Santo Stefanus Martir