Rabu Paskah V, 22 Mei 2019

Kis 15: 1-6 + Mzm 122 + Yoh 18: 1-8

 

 

Lectio

Suatu hari bersabdalah Yesus: 'Akulah pokok anggur yang benar dan Bapa-Kulah pengusahanya. Setiap ranting pada-Ku yang tidak berbuah, dipotong-Nya dan setiap ranting yang berbuah, dibersihkan-Nya, supaya ia lebih banyak berbuah.  Kamu memang sudah bersih karena firman yang telah Kukatakan kepadamu.  Tinggallah di dalam Aku dan Aku di dalam kamu. Sama seperti ranting tidak dapat berbuah dari dirinya sendiri, kalau ia tidak tinggal pada pokok anggur, demikian juga kamu tidak berbuah, jikalau kamu tidak tinggal di dalam Aku.  Akulah pokok anggur dan kamulah ranting-rantingnya. Barangsiapa tinggal di dalam Aku dan Aku di dalam dia, ia berbuah banyak, sebab di luar Aku kamu tidak dapat berbuat apa-apa.  Barangsiapa tidak tinggal di dalam Aku, ia dibuang ke luar seperti ranting dan menjadi kering, kemudian dikumpulkan orang dan dicampakkan ke dalam api lalu dibakar.  Jikalau kamu tinggal di dalam Aku dan firman-Ku tinggal di dalam kamu, mintalah apa saja yang kamu kehendaki, dan kamu akan menerimanya. Dalam hal inilah Bapa-Ku dipermuliakan, yaitu jika kamu berbuah banyak dan dengan demikian kamu adalah murid-murid-Ku'.

 

Meditatio

Yesus memberi perumpamaan tentang pokok anggur. 'Akulah Pokok Anggur yang benar dan Bapa-Kulah Pengusahanya'. Peranan Bapa dan Yesus berbeda.  'Setiap ranting pada-Ku yang tidak berbuah, dipotong-Nya dan setiap ranting yang berbuah, dibersihkan-Nya, supaya ia lebih banyak berbuah'. Yesus menghendaki setiap orang yang percaya kepada berbuah selalu. Setiap orang hendaknya menghasilakan kebaikan dan kebajikan terhadap sesam, sebab Allah pun penuh belaskasih.

'Kamu memang sudah bersih karena firman yang telah Kukatakan kepadamu'. Sabda Tuhan itu menguduskan. SabdaNya adalah roh dan kehidupan. Karena itu, 'tinggallah di dalam Aku dan Aku di dalam kamu. Sama seperti ranting tidak dapat berbuah dari dirinya sendiri, kalau ia tidak tinggal pada pokok anggur, demikian juga kamu tidak berbuah, jikalau kamu tidak tinggal di dalam Aku'.  Hanya dalam Yesus seseorang dapat menikati hidup ini dengan penuh sukacita, malah dia akan menjadi berkat bagi sesame.   'Akulah pokok anggur dan kamulah ranting-rantingnya. Barangsiapa tinggal di dalam Aku dan Aku di dalam dia, ia berbuah banyak, sebab di luar Aku kamu tidak dapat berbuat apa-apa'. 

'Barangsiapa tidak tinggal di dalam Aku, ia dibuang ke luar seperti ranting dan menjadi kering, kemudian dikumpulkan orang dan dicampakkan ke dalam api lalu dibakar'. Di luar Yesus, di luar Allah, di luar keselamatan, hidup akan tidak berarti. Mungkin segala-galanya dapat dibuat dan dikerjakan, tetapi semuanya tidak bermakna.  Semua tidak bermakna. Hidup akan berakhir di makam. Di luar Yesus tidak ada keselamatan, seseorang akan tenggelam dalam kebinasaan. 

'Jikalau kamu tinggal di dalam Aku dan firman-Ku tinggal di dalam kamu, mintalah apa saja yang kamu kehendaki, dan kamu akan menerimanya'. Semuanya akan kita nikmati, bila Tuhan ada bersama kita. Segalanya akan terpenuhi, bila ada dalam Yesus. 'Dalam hal inilah Bapa-Ku dipermuliakan, yaitu jika kamu berbuah banyak dan dengan demikian kamu adalah murid-murid-Ku'. Menghasilkan banyak kebaikan terhadap sesama adalah kharakteristik orang-orang yang percaya kepada Tuhan Yesus.

 

Oratio

Ya Yesus Kristus, hidup bersamaMu memang amat menyenangkan, hanya saja kami sering tidak setia dan ingin lari, bahkan daripadaMu. Ingatkanlah kami, ya Yesus, bahwa hanya dalam Engkau kami dapat menikmati hidup ini dengan penuh sukacita. Amin.

 

Contemplatio

Pertama, 'barangsiapa tidak tinggal di dalam Aku, ia dibuang ke luar seperti ranting dan menjadi kering, kemudian dikumpulkan orang dan dicampakkan ke dalam api lalu dibakar'. Di luar Yesus Tuhan tidak ada keselamatan.

Kedua, 'jikalau kamu tinggal di dalam Aku dan firman-Ku tinggal di dalam kamu, mintalah apa saja yang kamu kehendaki, dan kamu akan menerimanya'. Semua bisa terjadi, karena ada Tuhan dalam diri kita.







Oremus Inter Nos
Marilah Kita Saling Mendoakan

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Pesta Maria mengunjungi Elizabet

Selasa XXX, 26 Oktober 2010

Hari Raya Pentakosta