Jumat Pekan Biasa X, 14 Juni 2019

2Kor 4: 7-14 + Mzm 116 + Mat 5: 27-32

 

 

Lectio

Suatu hari Yesus melanjutkan pengajaranNya. KataNya: 'kamu telah mendengar firman: Jangan berzinah.  Tetapi Aku berkata kepadamu: Setiap orang yang memandang perempuan serta menginginkannya, sudah berzinah dengan dia di dalam hatinya.  Maka jika matamu yang kanan menyesatkan engkau, cungkillah dan buanglah itu, karena lebih baik bagimu jika satu dari anggota tubuhmu binasa, dari pada tubuhmu dengan utuh dicampakkan ke dalam neraka.  Dan jika tanganmu yang kanan menyesatkan engkau, penggallah dan buanglah itu, karena lebih baik bagimu jika satu dari anggota tubuhmu binasa dari pada tubuhmu dengan utuh masuk neraka.  Telah difirmankan juga: Siapa yang menceraikan isterinya harus memberi surat cerai kepadanya. Tetapi Aku berkata kepadamu: Setiap orang yang menceraikan isterinya kecuali karena zinah, ia menjadikan isterinya berzinah; dan siapa yang kawin dengan perempuan yang diceraikan, ia berbuat zinah'.

 

Meditatio

'Kamu telah mendengar firman: jangan berzinah', itulah penegasan Yesus, dan memang itulah hukum yang tertulis dalam kitab Taurat. 'Jangan berzinah' (Kel 20: 14). Berzinah berarti melawan keutuhan rumah tangga dan kehendak Tuhan. 'Tetapi Aku berkata kepadamu: setiap orang yang memandang perempuan serta menginginkannya, sudah berzinah dengan dia di dalam hatinya', tegas Yesus menambahkannya. Keinginan dalam hati dan pikiran adalah sebuah dosa, yang harus segera dicabut. Zinah adalah tindak lanjut pikiran jahat. Akar dosa ada dalam hati dan pikiran seseorang. Nafsu diri perlu dikendalikan. 

Demikian juga, 'jika matamu yang kanan menyesatkan engkau, cungkillah dan buanglah itu, karena lebih baik bagimu jika satu dari anggota tubuhmu binasa, dari pada tubuhmu dengan utuh dicampakkan ke dalam neraka'. Apalah artinya kelengkapan dan kesempurnaan fisik, kalau seseorang jatuh terus-menerus dalam dosa. Kita tidak merendahkan keindahan dan fungsi tubuh yang sempurna. Setiap anggota tubuh mempunyai peran satu yang berbeda dengan lainnya. Hendaknya kita nikmati dengan penuh syukur dan tanggungjawab. Kesempurnaan anggota tubuh membuat hidup ini semakin terasa indah. Namun kiranya kesempurnaan tubuh tidak kita gunakan untuk berdosa. 'Jika tanganmu yang kanan menyesatkan engkau, penggallah dan buanglah itu, karena lebih baik bagimu jika satu dari anggota tubuhmu binasa dari pada tubuhmu dengan utuh masuk neraka'. 

'Telah difirmankan juga', Yesus terus menambahkan dalam pengajaranNya, 'siapa yang menceraikan isterinya harus memberi surat cerai kepadanya'. Apakah karena diijinkan oleh Musa? (Mat 19: 8). 'Tetapi Aku berkata kepadamu: setiap orang yang menceraikan isterinya kecuali karena zinah, ia menjadikan isterinya berzinah; dan siapa yang kawin dengan perempuan yang diceraikan, ia berbuat zinah'. Matius amat patriakhal, bahwasannya pihak laki-laki selalu dibenarkan. Penyataaan menegaskan, bahwa perceraian dimungkinkan, kalau sang isteri tertangkap basah berbuat zinah, bahkan perempuan harus dihukum (Mat 9). Bila si lelaki yang berzinah, apakah perempuan mempunyai hak untuk menceraikan suaminya? Namun, penyataan ini juga menutup kemungkinan perceraian, malahan mengandaikan adanya pengampunan bagi pasangan yang jatuh dalam dosa. Bukankah segala kekuatan hidup kita ini, bagaikan dalam bejana liat? (1Kor 4: 7)

 

Oratio

Ya Yesus Kristus, kami bersyukur kepadaMu, karena kami dapat bekerja dengan sempurna, juga karena kesehatan yang prima ini yang dapat membuat kami semakin bersemangat dalam berkarya. Semoga kami semakin berani berbagi dengan mereka yang berkekurangan.

Sucikanlah hati dan budi kami selalu, amin.

 

Contemplatio

Pertama, 'setiap orang yang memandang perempuan serta menginginkannya, sudah berzinah dengan dia di dalam hatinya'. Akar dosa ada dalam hati.

Kedua, 'jika matamu yang kanan menyesatkan engkau, cungkillah dan buanglah itu, karena lebih baik bagimu jika satu dari anggota tubuhmu binasa, dari pada tubuhmu dengan utuh dicampakkan ke dalam neraka'. Tubuh adalah kenisah Allah, tepatlah kalau kita menggunakan sebagaimana mestinya.

 







Oremus Inter Nos
Marilah Kita Saling Mendoakan

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Pesta Maria mengunjungi Elizabet

Hari Raya Pentakosta

Selasa XXX, 26 Oktober 2010