Jumat Pekan Biasa XI, 21 Juni 2019

2Kor 11: 21-30 + Mzm 34 + Mat 6: 19-23

 

 

Lectio

'Demikian juga', kata Yesus melanjutkan pengajaranNya, 'janganlah kamu mengumpulkan harta di bumi; di bumi ngengat dan karat merusakkannya dan pencuri membongkar serta mencurinya. Tetapi kumpulkanlah bagimu harta di sorga; di sorga ngengat dan karat tidak merusakkannya dan pencuri tidak membongkar serta mencurinya. Karena di mana hartamu berada, di situ juga hatimu berada.  Mata adalah pelita tubuh. Jika matamu baik, teranglah seluruh tubuhmu; jika matamu jahat, gelaplah seluruh tubuhmu. Jadi jika terang yang ada padamu gelap, betapa gelapnya kegelapan itu'.

 

Meditatio

'Demikian juga', kata Yesus melanjutkan pengajaranNya, 'janganlah kamu mengumpulkan harta di bumi'. Mengapa tidak boleh di bumi ini? Sebab 'di bumi ngengat dan karat merusakkannya dan pencuri membongkar serta mencurinya'. Tidak ada yang baka di dunia ini. Semuanya bersifat sementara. Karena itu, 'kumpulkanlah bagimu harta di sorga; di sorga ngengat dan karat tidak merusakkannya dan pencuri tidak membongkar serta mencurinya'. Di surga segalanya amat baik adanya. Surga tempat Allah Bapa bertakhta, dan di surgalah keabadian segala terjadi. Setiap orang perlu menyimpan di surge sebab 'di mana hartamu berada, di situ juga hatimu berada'.  

Harta apa yang dapat kita simpan di surga? Mungkinkah kita menyimpan harta benda kekayaan ini ke dalam surga? Harta apa yang paling utama yang kita miliki? Hidup inilah harta kekayaan kita yang paling utama. Bukankah hidup ini adalah pemberian Tuhan Allah sendiri. Paulus mengingatkan (Rom 14), agar setiap orang berani mempertanggungjawabkan di hadapanNya. 'Ya TUHAN, Engkaulah bagian warisanku dan pialaku' (Mzm 16).

'Mata adalah pelita tubuh. Jika matamu baik, teranglah seluruh tubuhmu; jika matamu jahat, gelaplah seluruh tubuhmu'. Bagaimana dengan telinga dan hidung? Bagaimana dengan tangan kita yang dapat meraba? Yesus tidak meniadakan yang lain. Matalah yang dapat berkata-kata tentang gelap dan terang. Kita dapat menikmati dunia dengan indahnya bila mata mengatakannya. Kiranya mata hatilah yang lebih menancapkan kebenaran. 'Jika terang yang ada padamu gelap, betapa gelapnya kegelapan itu'. Bila dunia kita perlakukan secara jahat, mereka yang adalah fana tak segan-segan membuat kita fana dan binasa adanya.

 

Oratio

Ya Yesus Kristus, kami tahu bahwa bukan segala harta kekayaan dunia yang utama dalam hidup ini, yang mampu mendatangkan kebahagiaan. Tetapi bantulah kami untuk selalu dapat mensyukuri hidup ini dan dapat menjalaninya dengan indah dan berarti. Amin

 

Contemplatio

'Di mana hartamu berada, di situ juga hatimu berada'.

 

 







Oremus Inter Nos
Marilah Kita Saling Mendoakan

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Pesta Maria mengunjungi Elizabet

Hari Raya Pentakosta

Selasa XXX, 26 Oktober 2010