Kamis Paskah VII, 6 Juni 2019

Kis 23: 6-11 + Mzm 16 + Yoh 17: 20-26

 

 

Lectio

Yesus berdoa kepada Bapa di surga: 'Ya Bapa, bukan untuk mereka ini saja Aku berdoa, tetapi juga untuk orang-orang, yang percaya kepada-Ku oleh pemberitaan mereka; supaya mereka semua menjadi satu, sama seperti Engkau, ya Bapa, di dalam Aku dan Aku di dalam Engkau, agar mereka juga di dalam Kita, supaya dunia percaya, bahwa Engkaulah yang telah mengutus Aku.  Dan Aku telah memberikan kepada mereka kemuliaan, yang Engkau berikan kepada-Ku, supaya mereka menjadi satu, sama seperti Kita adalah satu:  Aku di dalam mereka dan Engkau di dalam Aku supaya mereka sempurna menjadi satu, agar dunia tahu, bahwa Engkau yang telah mengutus Aku dan bahwa Engkau mengasihi mereka, sama seperti Engkau mengasihi Aku.  Ya Bapa, Aku mau supaya, di mana pun Aku berada, mereka juga berada bersama-sama dengan Aku, mereka yang telah Engkau berikan kepada-Ku, agar mereka memandang kemuliaan-Ku yang telah Engkau berikan kepada-Ku, sebab Engkau telah mengasihi Aku sebelum dunia dijadikan.  Ya Bapa yang adil, memang dunia tidak mengenal Engkau, tetapi Aku mengenal Engkau, dan mereka ini tahu, bahwa Engkaulah yang telah mengutus Aku;  dan Aku telah memberitahukan nama-Mu kepada mereka dan Aku akan memberitahukannya, supaya kasih yang Engkau berikan kepada-Ku ada di dalam mereka dan Aku di dalam mereka'.

 

Meditatio

Yesus berdoa kepada Bapa di surga: 'Ya Bapa, bukan untuk mereka ini saja Aku berdoa, tetapi juga untuk orang-orang, yang percaya kepada-Ku oleh pemberitaan mereka'. Yesus tidak hanya berdoa bagi keduabelas muridNya, melainkan untuk semua orang yang percaya kepadaNya, yakni mengamini sabda dan kehendakNya. Mengapa mendoakan mereka? Pertama, 'supaya mereka semua menjadi satu, sama seperti Engkau, ya Bapa, di dalam Aku dan Aku di dalam Engkau'. Allah menghendaki kita itu hidup sehati sejiwa di dalam Dia. Allah menghendaki, agar kita masuk dan terlibat dalam relasi ini. Inilah yang diharapkan dalam hari Minggu Komunikasi tahun 2019 ini. Kedua, 'agar mereka juga di dalam Kita'. Kesatuan umanNya, bukan sekedar hidup rukun, melainkan adanya kesadaran akan kehadiran Tuhan Allah dalam setiap langkah hidup ini. Bagaimana caranya? Tentunya dengan saling mengasihi. Sebab kita benar-benar menampakkan diri sebagai para muridNya, kalau kita saling mengasihi, dan pada saat itulah serentak kita mengakui 'bahwa Engkaulah yang telah mengutus Aku', sebab Dia telah mendahlui kita dalam kasih. 

'Aku telah memberikan kepada mereka kemuliaan, yang Engkau berikan kepada-Ku, supaya mereka menjadi satu, sama seperti Kita adalah satu:  Aku di dalam mereka dan Engkau di dalam Aku supaya mereka sempurna menjadi satu. Yesus tidak hanya mendoakan, tetapi juga memberikan kemuliaan yang diterima dari Bapa. Kemuliaan disampaikan ketika Dia ditinggikan di kayu salib.  

'Ya Bapa, Aku mau supaya, di mana pun Aku berada, mereka juga berada bersama-sama dengan Aku'. Yesus tidak mau kehilangan salah satu dari kita umatNya. Kita semua adalah milik Kristus, sebab 'telah Engkau berikan kepada-Ku'. Juga 'agar mereka memandang kemuliaan-Ku yang telah Engkau berikan kepada-Ku, sebab Engkau telah mengasihi Aku sebelum dunia dijadikan', tegas Yesus. Yesus menghendaki agar setiap orang, para muridNya menikmati kemuliaan surgawi yang dimilikiNya semenjak semula. Aku ingin 'di mana pun Aku berada, mereka juga berada bersama-sama dengan Aku'. Tuhan Yesus amat posesif dalam hal keselamatan.

'Ya Bapa yang adil, memang dunia tidak mengenal Engkau, tetapi Aku mengenal Engkau, dan mereka ini tahu, bahwa Engkaulah yang telah mengutus Aku'. Anak mengenal Bapa, demikian juga semua orang yang percaya kepadaNya mengenal Bapa. Dunia tidak mengenal Bapa, karena mereka tidak tahu menahu tentang Dia, yang hadir di tengah-tengah umatNya. 'Ia datang kepada milik kepunyaan-Nya, tetapi orang-orang kepunyaan-Nya itu tidak menerima-Nya' (Yoh 1: 11). Dunia itu bukanlah jauh di sana. Mereka itu memang juga milik sang Empunya kehidupan, karena Dia yang menciptakan, tetapi mereka tidak mau tahu terhadap Dia yang memilikinya.

 

Oratio

Ya Yesus Kristus, ajarilah kami menjadi orang-orang yang tahu menempatkan diri dalam relasi denganMu. Kami hanyalah umatMu, yang memang perlu dan berani mendengarkan suaraMu yang menyapa dan menyelamatkan. Demikian dalam relasi dengan sesama, buatlah kami menjadi sesama bagi orang lain, yang memang harus menjadi tanda keselamatan bagi mereka. Amin

 

Contemplatio

 Pertama, 'supaya mereka semua menjadi satu, sama seperti Engkau, ya Bapa, di dalam Aku dan Aku di dalam Engkau'. Allah ingin agar kita masuk dalam relasi trinitaris.

Kedua, Aku ingin 'di mana pun Aku berada, mereka juga berada bersama-sama dengan Aku'. Tuhan Yesus amat posesif dalam hal keselamatan.







Oremus Inter Nos
Marilah Kita Saling Mendoakan

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Pesta Maria mengunjungi Elizabet

Hari Raya Pentakosta

Selasa XXX, 26 Oktober 2010