Kamis Pekan Biasa X, 13 Juni 2019

2Kor 3: 15-20 + Mzm 65  +  Mat 5: 20-26

 

 

Lectio

Suatu hari Yesus melanjutkan pengajaranNya. KataNya: 'Aku berkata kepadamu: Jika hidup keagamaanmu tidak lebih benar dari pada hidup keagamaan ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi, sesungguhnya kamu tidak akan masuk ke dalam Kerajaan Sorga.  Kamu telah mendengar yang difirmankan kepada nenek moyang kita: Jangan membunuh; siapa yang membunuh harus dihukum.  Tetapi Aku berkata kepadamu: Setiap orang yang marah terhadap saudaranya harus dihukum; siapa yang berkata kepada saudaranya: Kafir! harus dihadapkan ke Mahkamah Agama dan siapa yang berkata: Jahil! harus diserahkan ke dalam neraka yang menyala-nyala.  Sebab itu, jika engkau mempersembahkan persembahanmu di atas mezbah dan engkau teringat akan sesuatu yang ada dalam hati saudaramu terhadap engkau, tinggalkanlah persembahanmu di depan mezbah itu dan pergilah berdamai dahulu dengan saudaramu, lalu kembali untuk mempersembahkan persembahanmu itu. Segeralah berdamai dengan lawanmu selama engkau bersama-sama dengan dia di tengah jalan, supaya lawanmu itu jangan menyerahkan engkau kepada hakim dan hakim itu menyerahkan engkau kepada pembantunya dan engkau dilemparkan ke dalam penjara. Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya engkau tidak akan keluar dari sana, sebelum engkau membayar hutangmu sampai lunas'.

 

Meditatio

'Aku berkata kepadamu', tegas Yesus kepada para muridNya, yakni orang-orang yang mendengarkan pengajaranNya, 'jika hidup keagamaanmu tidak lebih benar dari pada hidup keagamaan ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi, sesungguhnya kamu tidak akan masuk ke dalam Kerajaan Sorga'. Hidup keagamaan yang bagaimana? Tidak munafik dan mencari kesenangan diri, sebagaimana yang dilakukan oleh banyak orang Farisi dan para ahli Taurat. Mereka suka memakai jumbai jubah panjang, dan meresitir doa yang panjang dan bertele-tele. Semuanya ini tidak mendatangkan berkat.

Karena itu, tegas Yesus, 'Aku berkata kepadamu: setiap orang yang marah terhadap saudaranya harus dihukum, dan bukannya mereka yang membunuh harus dihukum'. Bukankah akar pembunuhan adalah kemarahan? Kemarahan yang diberlanjutkan akan mengarah kepada pembunuhan. Demikian juga, bukan saja 'siapa yang berkata kepada saudaranya kafir, harus dihadapkan ke Mahkamah Agama, tetapi malahan siapa yang berkata jahil, harus diserahkan ke dalam neraka yang menyala-nyala'.  Yesus meminta, agar para murid tidak memperpanjang aneka dosa. Sekecil apapun, dosa harus segera dipangkas.

'Aku berkata kepadamu, jika engkau mempersembahkan persembahanmu di atas mezbah dan engkau teringat akan sesuatu yang ada dalam hati saudaramu terhadap engkau, tinggalkanlah persembahanmu di depan mezbah itu dan pergilah berdamai dahulu dengan saudaramu, lalu kembali untuk mempersembahkan persembahanmu itu'. Yesus meminta, agar para murid mengkondisikan diri sebaik mungkin. Situasi tidak damai sebenarnya adalah sebuah beban yang harus ditanggung jiwa, terlebih dalam posisi salah. 'Segeralah berdamai dengan lawanmu selama engkau bersama-sama dengan dia di tengah jalan, supaya lawanmu itu jangan menyerahkan engkau kepada hakim dan hakim itu menyerahkan engkau kepada pembantunya dan engkau dilemparkan ke dalam penjara. Aku berkata kepadamu: sesungguhnya engkau tidak akan keluar dari sana, sebelum engkau membayar hutangmu sampai lunas'. Ketidakmauan berdamai menggagalkan diri menghunjukkan persembahan ke altarNya yang kudus. Janganlah mempersembahkan kurban persembahan ke altar dengan tangan yang berlumuran darah.  'Yang Kukehendaki ialah belas kasihan dan bukan persembahan' (Mat 9: 13). Bukankah persembahan di altar adalah lambang persembahan diri? Maka tentunya pengudusan diri adalah amatlah penting dalam persembahan kepada Tuhan Allah, sang Empunya kehidupan. 'Korban sembelihan kepada Allah ialah jiwa yang hancur; hati yang patah dan remuk tidak akan Kaupandang hina, ya Allah' (Mzm 51: 19)

 

Oratio

Ya Yesus Kristus, bantulah kami dalam mencabut akar-akar dosa hidup, agar kami semakin berkenan kepadaMu. Jadikanlah kami orang-orang setia dalam menabur kebaikan dalam hidup ini.

Santo Antonius, doakanlah kami. Amin.

 

Contemplatio

Pertama, 'jika hidup keagamaanmu tidak lebih benar dari pada hidup keagamaan ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi, sesungguhnya kamu tidak akan masuk ke dalam Kerajaan Sorga'. Janganlah kita mencari puji-pujian dari sesame dalam berdoa dan berbuat baik.

Kedua, 'setiap orang yang marah terhadap saudaranya harus dihukum'. Harus berani mencabut akar-akar dosa.

 







Oremus Inter Nos
Marilah Kita Saling Mendoakan

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Pesta Maria mengunjungi Elizabet

Hari Raya Pentakosta

Pesta Santo Stefanus Martir