Kamis Pekan Biasa XI, 20 Juni 2019

2Kor 11: 1-11 + Mzm 111 + Mat 6: 7-15

 

 

Lectio

Suatu hari melanjutkan pengajaranNya, kataNya: 'ingatlah, dalam doamu itu janganlah kamu bertele-tele seperti kebiasaan orang yang tidak mengenal Allah. Mereka menyangka bahwa karena banyaknya kata-kata doanya akan dikabulkan.  Jadi janganlah kamu seperti mereka, karena Bapamu mengetahui apa yang kamu perlukan, sebelum kamu minta kepada-Nya. Karena itu berdoalah demikian:

Bapa kami yang di sorga, Dikuduskanlah nama-Mu,  datanglah Kerajaan-Mu, jadilah kehendak-Mu di bumi seperti di sorga. Berikanlah kami pada hari ini makanan kami yang secukupnya dan ampunilah kami akan kesalahan kami, seperti kami juga mengampuni orang yang bersalah kepada kami; dan janganlah membawa kami ke dalam pencobaan, tetapi lepaskanlah kami dari pada yang jahat.  Karena Engkaulah yang empunya Kerajaan dan kuasa dan kemuliaan sampai selama-lamanya. Amin.

Karena jikalau kamu mengampuni kesalahan orang, Bapamu yang di sorga akan mengampuni kamu juga. Tetapi jikalau kamu tidak mengampuni orang, Bapamu juga tidak akan mengampuni kesalahanmu."

 

Meditatio

'Ingatlah, dalam doamu itu janganlah kamu bertele-tele seperti kebiasaan orang yang tidak mengenal Allah. Mereka menyangka bahwa karena banyaknya kata-kata doanya akan dikabulkan', kata Yesus kepada para muridNya. Bagaimana mereka berdoa, kalau mereka tidak mengenal Allah? Dalam perkembangan Gereja awal, Paulus menemui banyak orang yang berdoa kepada allah yang tidak dikenal (Kis 17: 23). Ketidakjelasan dalam mengenal allah membuat mereka mengalirkan kata-kata yang tidak berujung pangkal. Semakin banyak kata-kata, mereka mengandaikan akan mampu menangkap Dia di mana Dia berada. Terkabulnya doa tidak bergantung pada banyaknya kata-kata.

'Jadi janganlah kamu seperti mereka, karena Bapamu mengetahui apa yang kamu perlukan, sebelum kamu minta kepada-Nya', tambah Yesus. Bapa di surga mengetahui segala yang kita pikirkan dan bahkan yang kita inginkan (Mzm 139). Dia, yang tahu segalanya, tidak memanjakan umatNya. Memanjakan umat manusia melemahkan gambar Allah. Akal budi dan hati diajak untuk terus memurnikan diri. Kemauan diri perlu ditunjukkan kepada Allah. Allah mengajak kita untuk jujur dalam bermohon.

'Karena itu berdoalah demikian', tegas Yesus mengajarkan kepada para muridNya:

'Bapa kami yang di sorga'. Dia berada di surga, karena memang Bapa itu kekal adaNya. Dialah sang Empunya kehidupan. Dia di surga, karena memang surgalah tempat dan asal kehidupan, sebagaimana kita nikmati sebelum kita jatuh dalam dosa bersama Adam dan Hawa.

'Dikuduskanlah nama-Mu'. Karena memang Allah itu Kudus. Dialah keselamatan. Maka hanya kepadaNyalah kita harus menyembah dan merunduk, dan hanya Dialah yang harus kita amini sabda dan kehendakNya.

'Datanglah Kerajaan-Mu', sebab dalam KerajaanNya, kita segalanya dapat terjadi dengan indahnya. Dalam KerajaanNya kita semua menikmati keselamatan. Kelak memang kita semua akan diundang masuk dalam KerajaanNya yang mulia, tetapi sekarang pun datanglah KerajaanNya agar kita semua tidak jatuh dalam lembah dosa. Membiarkan Allah meraja dalam diri kita, maka kita dapat menikmati hidup di dunia ini dengan penuh sukacita.  

'Jadilah kehendak-Mu di bumi seperti di sorga'. Sekali lagi, hanya dalam Dia, segalanya terasa indah dan mulia. Biarlah segala yang indah dan kekal yang terjadi di dalam surga itu terjadi juga di dunia ini, karena Dia meraja dalam hidup kita, dan kita membiarkan Dia meraja dalam dunia kehidupan kita. Orang yang mengamini sabda dan kehendak Tuhan akan menjadi Elia yang dapat melakukan segala suatu yang indah (Sir 48: 19), dan dengan mudahnya akan memindahkan gunung dari daratan ini ke tengah lautan yang dalam.

'Berikanlah kami pada hari ini makanan kami yang secukupnya'. Secukupnya itu berarti apa adanya, dan tidak berlebih-lebihan, supaya kita tidak terjebak dalam keserakahan dan kerakusan. Kiranya juga kita berani bersyukur kepada Tuhan atas segala yang ada di sekitar kita, dan segala yang dapat kita miliki. Tuhan Allah akan memberikan segala yang baik, sebab Dia bagaikan Gembala yang tidak membiarkan kawanan dombaNya berkekurangan.

'Ampunilah kami akan kesalahan kami',karena kami percaya hanya padaMulah ada pengampunan dan keselamatan, dan Engkau sendiri memang tidak memperhitungkan segala dosa dan kekurangan kami. 'Seperti Engkau, kami juga mengampuni orang yang bersalah kepada kami', sebab Engkau telah memberi dan melengkapi kami dengan Cuma-Cuma, maka kamipun agar berbagi dengan sesama secara sukarela; dan bukankah Engkau juga mengajak kami menjadi sempurna sebagaimana Engkau sempurna?

'Janganlah membawa kami ke dalam pencobaan, tetapi lepaskanlah kami dari pada yang jahat'. Kami mohon Bapa, karena kami amat lemah dan terbatas ini. Bukankah Yesus PuteraMu juga meminta Engkau Bapa agar menjaga kami, dan tidak mengambil kami dari dunia ini?  Buatlah segala sesuatu terjadi pada waktunya, sehingga segala kelimpahanMu itu tidak malah menjerumuskan kami dalam dosa karena kerakusan diri ini. Kami percaya kepadaMu Bapa. Kami bernohon kepadaMu Allah, 'karena Engkaulah yang Empunya Kerajaan dan kuasa dan kemuliaan sampai selama-lamanya. Amin'.

Yesus menambahkan: 'jikalau kamu mengampuni kesalahan orang, Bapamu yang di sorga akan mengampuni kamu juga. Tetapi jikalau kamu tidak mengampuni orang, Bapamu juga tidak akan mengampuni kesalahanmu'. Apakah pengampunan Bapa bergantung sikap kita kepada sesama? Bukankah Dia lebih berkuasa, mengapa tidak mengampuni kita terlebih dahulu? Bapa memang telah mengampuni dan terus akan mengampuni kita, tetapi keberanian kita untuk berbagi belaskasihNya, akan semakin kita nikmati pengampunanNya. Kasih pengampunan yang kita nikmati sendiri akan membuat kita tumpul terhadap sesama dan dunia ini. Kasih pengampunan yang memperbaharui dan menguduskan, yang memperbaiki dan menyempurnakan akan semakin kita nikmati, bila memang kita biarkan mengalir dengan lembutnya dalam pergaulan hidup keseharian ini.

 

Oratio

Ya Yesus Kristus, ajarilah kami rajin berdoa. Teguhkanlah iman kami, agar kami doa sebagai nafas kehidupan kami. Amin

 

Contemplatio

'Bapamu mengetahui apa yang kamu perlukan, sebelum kamu minta kepada-Nya'.







Oremus Inter Nos
Marilah Kita Saling Mendoakan

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Pesta Maria mengunjungi Elizabet

Hari Raya Pentakosta

Selasa XXX, 26 Oktober 2010