Peringatan Santa Maria, Bunda Gereja, 10 Juni 2019

Kis 1: 12-14 + Mzm 87 + Yoh 19: 25-34

 

 

Lectio

Pada waktu itu dekat salib Yesus berdiri ibu-Nya dan saudara ibu-Nya, Maria, isteri Klopas dan Maria Magdalena. Ketika Yesus melihat ibu-Nya dan murid yang dikasihi-Nya di sampingnya, berkatalah Ia kepada ibu-Nya: "Ibu, inilah, anakmu!" Kemudian kata-Nya kepada murid-murid-Nya: "Inilah ibumu!" Dan sejak saat itu murid itu menerima dia di dalam rumahnya. Sesudah itu, karena Yesus tahu, bahwa segala sesuatu telah selesai, berkatalah Ia -- supaya genaplah yang ada tertulis dalam Kitab Suci --: "Aku haus!" Di situ ada suatu bekas penuh anggur asam. Maka mereka mencucukkan bunga karang, yang telah dicelupkan dalam anggur asam, pada sebatang hisop lalu mengunjukkannya ke mulut Yesus. Sesudah Yesus meminum anggur asam itu, berkatalah Ia: "Sudah selesai." Lalu Ia menundukkan kepala-Nya dan menyerahkan nyawa-Nya. Karena hari itu hari persiapan dan supaya pada hari Sabat mayat-mayat itu tidak tinggal tergantung pada kayu salib -- sebab Sabat itu adalah hari yang besar -- maka datanglah orang-orang Yahudi kepada Pilatus dan meminta kepadanya supaya kaki orang-orang itu dipatahkan dan mayat-mayatnya diturunkan. Maka datanglah prajurit-prajurit lalu mematahkan kaki orang yang pertama dan kaki orang yang lain yang disalibkan bersama-sama dengan Yesus; tetapi ketika mereka sampai kepada Yesus dan melihat bahwa Ia telah mati, mereka tidak mematahkan kaki-Nya, tetapi seorang dari antara prajurit itu menikam lambung-Nya dengan tombak, dan segera mengalir keluar darah dan air.

 

Meditatio

Pada waktu itu dekat salib Yesus berdiri ibu-Nya dan saudara ibu-Nya, Maria, isteri Klopas dan Maria Magdalena. Setia kali sang ibu mendampingi sang Putra. Maria tidak termakan emosi dalam segala peristiwa yang menerpa sang Putra. Aku ini hamba Tuhan, terjadilah padaku menurut perkataanMu terus dihayatinya. Sebilah pedang yang menembus jiwa tidak membuat dirinya luluh lantak.

Ketika Yesus melihat ibu-Nya dan murid yang dikasihi-Nya di sampingnya, berkatalah Ia kepada ibu-Nya: 'ibu, inilah, anakmu!'.  Maria diminta untuk mendampingi orang-orang yang dikasihiNya. Saat itu diwakili oleh Yohanes. Yesus ingin, agar orang yang dikasihiNya itu kedapatan setia seperti sang bunda. Kemudian kata-Nya kepada murid-murid-Nya: 'inilah ibumu!'. Yesus juga meminta kita, orang-orang yang dikasihiNya untuk belajar dari Maria. Setiap orang yang dikasihiNya harus berani memanggil ibu kepada Maria, karena memang dia telah dipercayakan kepada mereka semua. Kalua Hawa adalah ibu semua orang yang hidup, maka Maria adalah ibu semua orang yang dikasihi Yesus Tuhan.

 

Oratio

Ya Yesus Kristus, semoga kami berani belajar kepada sang bunda, karena memang dia adalah seorang yang setia, sebagaimana yang Engkau kehendaki.

Santa Maria, doakanlah kami. Amin.

 

Contemplatio

Pertama, 'ibu, inilah, anakmu!'. Maria diminta untuk mendampingi orang-orang yang dikasihiNya.

Kedua, 'inilah ibumu!'. Yesus meminta kita belajar dari sanag ibu.







Oremus Inter Nos
Marilah Kita Saling Mendoakan

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Pesta Maria mengunjungi Elizabet

Hari Raya Pentakosta

Pesta Santo Stefanus Martir