Rabu Pekan Biasa X, 11 Juni 2019

2Kor 3: 4-11 + Mzm 16 + Mat 5: 17-19

 

 

Lectio

Suatu hari Yesus melanjutkan pengajaranNya. KataNya: 'janganlah kamu menyangka, bahwa Aku datang untuk meniadakan hukum Taurat atau kitab para nabi. Aku datang bukan untuk meniadakannya, melainkan untuk menggenapinya.  Karena Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya selama belum lenyap langit dan bumi ini, satu iota atau satu titik pun tidak akan ditiadakan dari hukum Taurat, sebelum semuanya terjadi. Karena itu siapa yang meniadakan salah satu perintah hukum Taurat sekalipun yang paling kecil, dan mengajarkannya demikian kepada orang lain, ia akan menduduki tempat yang paling rendah di dalam Kerajaan Sorga; tetapi siapa yang melakukan dan mengajarkan segala perintah-perintah hukum Taurat, ia akan menduduki tempat yang tinggi di dalam Kerajaan Sorga'.

 

Meditatio

'Janganlah kamu menyangka, bahwa Aku datang untuk meniadakan hukum Taurat atau kitab para nabi. Aku datang bukan untuk meniadakannya, melainkan untuk menggenapinya', tegas Yesus kepada para muridNya. Yesus melanjutkan karya Allah yang dimulai semenjak awal dunia. Yesus hendak menggenapi, karena segala yang tersurat dan dinubuatkan terlaksana dengan kehadiranNya. Namun mengapa Yesus melanggar aneka peraturan hari Sabat? Yesus bukan melanggarnya, melainkan purifikasi aneka aturan yang tengah berlangsung. Manakah yang diperbolehkan di hari Sabat, menyelamatkan atau membinasakan? Inilah salah satu purifikasi di hari Sabat. Apakah tidak boleh mengangkat tikar yang habis dipakai oleh seseorang yang baru sembuh dari sakitnya?

'Aku berkata kepadamu: sesungguhnya selama belum lenyap langit dan bumi ini, satu iota atau satu titik pun tidak akan ditiadakan dari hukum Taurat, sebelum semuanya terjadi'. Kenapa? Karena segala nubuat Kitab Suci dimaksudkan untuk keselamatan umatNya. 'Karena itu siapa yang meniadakan salah satu perintah hukum Taurat sekalipun yang paling kecil, dan mengajarkannya demikian kepada orang lain, ia akan menduduki tempat yang paling rendah di dalam Kerajaan Sorga; tetapi siapa yang melakukan dan mengajarkan segala perintah-perintah hukum Taurat, ia akan menduduki tempat yang tinggi di dalam Kerajaan Sorga'. Mengurangi atau meniadakan salah satu perintah hukum Taurat dan kitab para Nabi berarti melawan kehendak Tuhan.  Aku datang hanya melakukan kehendak Dia yang mengutus Aku. Hokum tertulis mematikan, sedangkan Roh menghidupkan (Kis 3: 6).

 

Oratio

Ya Yesus Kristus, mampukanlah kami dalam keseharian hidup ini menaati dan menjalankan hokum-hukumMu, yang mengarahkan kami pada jalan hidup yang benar dan mendatangkan sukacita. Ajarilah kami juga untuk selalu mengutamakan Engkau dalam segala karya kami. Amin

 

Contemplatio

'Aku datang bukan untuk meniadakannya, melainkan untuk menggenapinya',

 







Oremus Inter Nos
Marilah Kita Saling Mendoakan

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Pesta Maria mengunjungi Elizabet

Hari Raya Pentakosta

Selasa XXX, 26 Oktober 2010