Rabu Pekan Biasa XI, 19 Juni 2019

2Kor 9: 6-14 + Mzm 112 + Mat 6: 1-6.16-18

 

 

Lectio

Suatu hari melanjutkan pengajaranNya, kataNya: 'ingatlah, jangan kamu melakukan kewajiban agamamu di hadapan orang supaya dilihat mereka, karena jika demikian, kamu tidak beroleh upah dari Bapamu yang di sorga. Jadi apabila engkau memberi sedekah, janganlah engkau mencanangkan hal itu, seperti yang dilakukan orang munafik di rumah-rumah ibadat dan di lorong-lorong, supaya mereka dipuji orang. Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya mereka sudah mendapat upahnya. Tetapi jika engkau memberi sedekah, janganlah diketahui tangan kirimu apa yang diperbuat tangan kananmu. Hendaklah sedekahmu itu diberikan dengan tersembunyi, maka Bapamu yang melihat yang tersembunyi akan membalasnya kepadamu.

Apabila kamu berdoa, janganlah berdoa seperti orang munafik. Mereka suka mengucapkan doanya dengan berdiri dalam rumah-rumah ibadat dan pada tikungan-tikungan jalan raya, supaya mereka dilihat orang. Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya mereka sudah mendapat upahnya. Tetapi jika engkau berdoa, masuklah ke dalam kamarmu, tutuplah pintu dan berdoalah kepada Bapamu yang ada di tempat tersembunyi. Maka Bapamu yang melihat yang tersembunyi akan membalasnya kepadamu.

Dan apabila kamu berpuasa, janganlah muram mukamu seperti orang munafik. Mereka mengubah air mukanya, supaya orang melihat bahwa mereka sedang berpuasa. Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya mereka sudah mendapat upahnya. Tetapi apabila engkau berpuasa, minyakilah kepalamu dan cucilah mukamu, supaya jangan dilihat oleh orang bahwa engkau sedang berpuasa, melainkan hanya oleh Bapamu yang ada di tempat tersembunyi. Maka Bapamu yang melihat yang tersembunyi akan membalasnya kepadamu'.

 

Meditatio

'Ingatlah, jangan kamu melakukan kewajiban agamamu di hadapan orang supaya dilihat mereka, karena jika demikian, kamu tidak beroleh upah dari Bapamu yang di sorga'. Apakah yang dicari setiap orang dalam hidup ini? Kenyamanan diri? Pujian dari sesama? Segala perbuatan baik memang mendatangkan berkat, tetapi hendaknya setiap orang berani mencari sesuatu yang indah, yakni kasih Tuhan Allah sendiri. Yesus sepertinya tidak melarang orang berbuat baik untuk mendapatkan pujian dari sesamanya. Namun apalah artinya, bila tidak mendatangkan berkat dari Tuhan Allah? Kewajiban agama hendaknya dihunjukkan kepada Tuhan Allah.  

Pertama, 'apabila engkau memberi sedekah, janganlah engkau mencanangkan hal itu, seperti yang dilakukan orang munafik di rumah-rumah ibadat dan di lorong-lorong, supaya mereka dipuji orang'. Kedua, 'apabila kamu berdoa, janganlah berdoa seperti orang munafik. Mereka suka mengucapkan doanya dengan berdiri dalam rumah-rumah ibadat dan pada tikungan-tikungan jalan raya, supaya mereka dilihat orang'. Demikian juga, ketiga, 'apabila kamu berpuasa, janganlah muram mukamu seperti orang munafik. Mereka mengubah air mukanya, supaya orang melihat bahwa mereka sedang berpuasa'. Yesus membandingkan sikap dan tindakan keagamaan itu dengan gaya hidup orang-orang munafik yang selalu mencari muka dengan memakai topeng-topeng kebohongan. Sampai kapan mereka terus-menerus membohongi diri dan sesama? Kebohongan diri akan menjerumuskan orang ke dalam dosa-dosa yang lebih besar.  

'Aku berkata kepadamu: jika engkau memberi sedekah, janganlah diketahui tangan kirimu apa yang diperbuat tangan kananmu. Hendaklah sedekahmu itu diberikan dengan tersembunyi'. Apakah memang berbuat baik itu harus diketahui oleh banyak orang? Bukankah perbuatan baik itu harus dapat dinikmati oleh mereka yang membutuhkan?  Sedekah adalah wujud berbagi dengan sesame yang berkekurangan.

'Jika engkau berdoa, masuklah ke dalam kamarmu, tutuplah pintu dan berdoalah kepada Bapamu yang ada di tempat tersembunyi'. Doa adalah komunikasi pribadi seseorang kepada Tuhan Allah sang Empunya kehidupan ini. Doa amatlah personal.

'Apabila engkau berpuasa, minyakilah kepalamu dan cucilah mukamu, supaya jangan dilihat oleh orang bahwa engkau sedang berpuasa'. Bukankah berpuasa juga tanda tobat kita kepada Tuhan? Wujud matiraga diri harus dinyatakan dalam bentuk social. Namun semuanya baru berarti, bila dipersembahkan kepada Tuhan.

 

Oratio

Ya Yesus Kristus, bantulah kami agar mampu berbuat seperti yang Engkau ajarkan kepada kami. Tak jarang kami melakukan perbuatan baik hanya unutk mendapatkan pengakuan social dari orang-orang sekitar kami. Amin

 

Contemplatio

Pertama, 'ingatlah, jangan kamu melakukan kewajiban agamamu di hadapan orang supaya dilihat mereka, karena jika demikian, kamu tidak beroleh upah dari Bapamu yang di sorga'. Kita beragama memang hanya ingin mendapatkan keselamatan, upa dari Bapa.

Kedua, 'Bapamu yang melihat yang tersembunyi akan membalasnya kepadamu'. Keikhlasan jiwa memang amat perlu dalam hidup bersama.







Oremus Inter Nos
Marilah Kita Saling Mendoakan

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Pesta Maria mengunjungi Elizabet

Hari Raya Pentakosta

Selasa XXX, 26 Oktober 2010