Rabu Pekan Biasa XVI, 24 Juli 2019

Kel 16: 1-5 + Mzm 78 + Mat 13: 1-9

 

 

Lectio

Pada waktu itu keluarlah Yesus dari rumah itu dan duduk di tepi danau. Maka datanglah orang banyak berbondong-bondong lalu mengerumuni Dia, sehingga Ia naik ke perahu dan duduk di situ, sedangkan orang banyak semuanya berdiri di pantai. Dan Ia mengucapkan banyak hal dalam perumpamaan kepada mereka. Kata-Nya: "Adalah seorang penabur keluar untuk menabur. Pada waktu ia menabur, sebagian benih itu jatuh di pinggir jalan, lalu datanglah burung dan memakannya sampai habis. Sebagian jatuh di tanah yang berbatu-batu, yang tidak banyak tanahnya, lalu benih itu pun segera tumbuh, karena tanahnya tipis. Tetapi sesudah matahari terbit, layulah ia dan menjadi kering karena tidak berakar. Sebagian lagi jatuh di tengah semak duri, lalu makin besarlah semak itu dan menghimpitnya sampai mati. Dan sebagian jatuh di tanah yang baik lalu berbuah: ada yang seratus kali lipat, ada yang enam puluh kali lipat, ada yang tiga puluh kali lipat. Siapa bertelinga, hendaklah ia mendengar!"

 

 Meditatio

'Adalah seorang penabur keluar untuk menabur. Pada waktu ia menabur, sebagian benih itu jatuh di pinggir jalan, lalu datanglah burung dan memakannya sampai habis. Sebagian jatuh di tanah yang berbatu-batu, yang tidak banyak tanahnya, lalu benih itu pun segera tumbuh, karena tanahnya tipis. Tetapi sesudah matahari terbit, layulah ia dan menjadi kering karena tidak berakar. Sebagian lagi jatuh di tengah semak duri, lalu makin besarlah semak itu dan menghimpitnya sampai mati. Dan sebagian jatuh di tanah yang baik lalu berbuah: ada yang seratus kali lipat, ada yang enam puluh kali lipat, ada yang tiga puluh kali lipat'.

Ada benih yang jatuh di pinggir jalan. Ada pula yang jatuh di tanah yang berbatu-batu. Ada yang jatuh di tanah yang penuh dengan semak duri, dan ada yang jatuh di tanah yang baik. Hanya tanah yang baik menghasilkan banyak buah, tidaklah demikian dengan tanah-tanah lainnya.

Yang jatuh di pinggir jalan tidak menghasilkan, karena tidak sempat tertanam. Hanya benih yang tertanam di dalam tanah dimungkinkah tumbuh dan menghasilkan buah.

Yang jatuh di tanah berbatu-batu tidak menghasilkan, karena tanahnya tipis dan menutup kemungkinan benih bisa berakar.

Demikian yang jatuh di tanah yang sudah dipenuhi dengan semak belukar. Semak berduri lebih menguasai tanah, dan tidak memberi kesempatan terhadap benih.

Sabda Tuhan baru akan menghasilkan buah, bila dimasukkan dan direnungkan dalam hati dan budi terlebih dahulu. Sejauh mana kita berani merenungkan dan melaksanakannya dalam aneka pergaulan. Aneka kecenderungan insani tak ubahnya semak berduri yang menghambat penghayatan sabda.

'Siapa bertelinga, hendaklah ia mendengar!'. Yesus amat mengharapkan agar kita menaruh perhatian terhadap maksud perumpamaan ini.

 

 Oratio

 Yesus Kristus, jadikanlah hati kami tanah yang subur dalam menanggapi sabdaMu agar dapat tumbuh dan menghasilkan buah bagi orang sekitar kami. Amin 

 

Contemplatio

'Siapa bertelinga, hendaklah ia mendengar!'. Yesus amat mengharapkan agar kita menaruh perhatian terhadap tumbuhnya sabda Tuhan yang disampaikan kita.

 

 







Oremus Inter Nos
Marilah Kita Saling Mendoakan

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Pesta Maria mengunjungi Elizabet

Hari Raya Pentakosta

Pesta Santo Stefanus Martir