Sabtu Pekan Biasa XV, 20 Juli 2019


Kel 12: 37-42 + Mzm 136 + Mat 12: 14-21

 

 

Lectio

Pada waktu itu, keluarlah orang-orang Farisi itu dan bersekongkol untuk membunuh Dia. Tetapi Yesus mengetahui maksud mereka lalu menyingkir dari sana. Banyak orang mengikuti Yesus dan Ia menyembuhkan mereka semuanya. Ia dengan keras melarang mereka memberitahukan siapa Dia, supaya genaplah firman yang disampaikan oleh nabi Yesaya: "Lihatlah, itu Hamba-Ku yang Kupilih, yang Kukasihi, yang kepada-Nya jiwa-Ku berkenan; Aku akan menaruh roh-Ku ke atas-Nya, dan Ia akan memaklumkan hukum kepada bangsa-bangsa. Ia tidak akan berbantah dan tidak akan berteriak dan orang tidak akan mendengar suara-Nya di jalan-jalan. Buluh yang patah terkulai tidak akan diputuskan-Nya, dan sumbu yang pudar nyalanya tidak akan dipadamkan-Nya, sampai Ia menjadikan hukum itu menang. Dan pada-Nyalah bangsa-bangsa akan berharap."

 

 Meditatio

Pada waktu itu, keluarlah orang-orang Farisi itu dan bersekongkol untuk membunuh Dia. Tetapi Yesus mengetahui maksud mereka lalu menyingkir dari sana. Yesus menghindar dari mereka, karena memang Dia tidak mau mati dengan sia-sia. Dia mau menyerahkan nyawa guna menjadi tebusan bagi banyak orang. Dia yang kaya mau menjadi miskin, supaya kita kaya olehNya. Yesus tak mau dibunuh, melainkan hendak menyerahkan nyawa bagi umatNya.

Banyak orang mengikuti Yesus dan Ia menyembuhkan mereka semuanya. Yesus datang membawa pedang. Memisahkan mereka yang percaya kepadaNya dan yang menolak. Ada yang meninggalkan Dia dan ada pula yang mengikutiNya. Dalam setiap pengajaranNya Ia dengan keras melarang mereka memberitahukan siapa Dia, supaya genaplah firman yang disampaikan oleh nabi Yesaya: 'lihatlah, itu Hamba-Ku yang Kupilih, yang Kukasihi, yang kepada-Nya jiwa-Ku berkenan; Aku akan menaruh roh-Ku ke atas-Nya, dan Ia akan memaklumkan hukum kepada bangsa-bangsa. Ia tidak akan berbantah dan tidak akan berteriak dan orang tidak akan mendengar suara-Nya di jalan-jalan. Buluh yang patah terkulai tidak akan diputuskan-Nya, dan sumbu yang pudar nyalanya tidak akan dipadamkan-Nya, sampai Ia menjadikan hukum itu menang. Dan pada-Nyalah bangsa-bangsa akan berharap'.

Kelembutan Allah telah dirasakan oleh Elia ketika berada di atas gunung. Dia mengalami kehadiran Allah dalam angin sepoi-sepoi basa. Kehadiran Allah bukannya meninabobokan Elia, malah memberi semangat terus berjuang dan berjuang. Aku bekerja segiat-giatnya demi Tuhan Allah semesta alam. Ketegasan Yesuslah, yang juga membuat banyak orang terkenang akan Elia, dan itulah nama yang disebut mereka ketika Yesus berkata siapakah Aku menurut banyak orang (Mat 16: 14). Elia juga seorang pendoa ulung, sebagaimana ditegaskan oleh Yakobus dalam suranya (bab 5).

 

Oratio

Ya Yesus Kristus, kelemahlembutanMU pernah dirasakan Elia, ketika dia berada di atas gunung. KelembutanMu itulah yang malah menyemangati Elia dalam berkarya. Ajarilah kami juga berani bekerja segiat-giatnya demi Tuhan Allah semesta alam. Amin.

 

Contemplatio

'Ia tidak akan berbantah dan tidak akan berteriak dan orang tidak akan mendengar suara-Nya di jalan-jalan. Buluh yang patah terkulai tidak akan diputuskan-Nya, dan sumbu yang pudar nyalanya tidak akan dipadamkan-Nya, sampai Ia menjadikan hukum itu menang'.







Oremus Inter Nos
Marilah Kita Saling Mendoakan

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Pesta Maria mengunjungi Elizabet

Selasa XXX, 26 Oktober 2010

Hari Raya Pentakosta