Selasa Pekan Biasa XIV, 9 Juli 2019

Kej 32: 22-32 + Mzm 17 + Mat 9: 32-38

 

 

Lectio

Suatu hari dibawalah kepada Yesus seorang bisu yang kerasukan setan. Dan setelah setan itu diusir, dapatlah orang bisu itu berkata-kata. Maka heranlah orang banyak, katanya: "Yang demikian belum pernah dilihat orang di Israel." Tetapi orang Farisi berkata: "Dengan kuasa penghulu setan Ia mengusir setan."

Demikianlah Yesus berkeliling ke semua kota dan desa; Ia mengajar dalam rumah-rumah ibadat dan memberitakan Injil Kerajaan Sorga serta melenyapkan segala penyakit dan kelemahan. Melihat orang banyak itu, tergeraklah hati Yesus oleh belas kasihan kepada mereka, karena mereka lelah dan terlantar seperti domba yang tidak bergembala. Maka kata-Nya kepada murid-murid-Nya: "Tuaian memang banyak, tetapi pekerja sedikit. Karena itu mintalah kepada tuan yang empunya tuaian, supaya Ia mengirimkan pekerja-pekerja untuk tuaian itu."

 

Meditatio

'Yang demikian belum pernah dilihat orang di Israel'. Itulah komentar banyaka orang yang melihat dan menikmati karya agung Tuhan Yesus. Yesus benar-benar hadir sebagai Mesias di tengah-tengah umatNya. Yesus berkeliling ke semua kota dan desa. Ia mengajar dalam rumah-rumah ibadat dan memberitakan Injil Kerajaan Sorga serta melenyapkan segala penyakit dan kelemahan. Yesus memberikan sukacita dan keindahan hidup. Walau masih ada juga orang-oranag yang tidak membuthkanNya berkata: 'dengan kuasa penghulu setan Ia mengusir setan'. Mereka berkata-kata demikian, apakah karena kecemburuan social atau ketidakpedulian akan kehadiran sang Ilahi? Kiranya apa yang mereka katakan seandainya mereka berhadapan langsung dengan Yakub, yang mendapat sebutan Israel, karena mampu bergumul dengan Allah? (Kej 32)

Keterpanahan orang-orang kepada Yesus mendatangkan berkat tersendiri. Sebab melihat orang banyak itu, tergeraklah hati Yesus oleh belas kasihan kepada mereka, karena mereka lelah dan terlantar seperti domba yang tidak bergembala. Keterbatasan dan kelemahan umatNya semakin mengundang perhatian dari sang Empunya belaskasih. Namun begitu setiap orang diajak unutk berani berusaha dan berusaha, dan bukannya dengan berpangku tangan, 'Tuaian memang banyak, tetapi pekerja sedikit. Karena itu mintalah kepada tuan yang empunya tuaian, supaya Ia mengirimkan pekerja-pekerja untuk tuaian itu'. Keberanian meminta dari Tuan sang Empunya tuaian adalah tanda adanya usaha, yang mau melibatkan Allah dalam segala karya

 

Oratio

Ya Yesus Kristus, seringkali kami ini mudah berprasangka buruk terhadap sesame. Teguhkan hati dan budi kami, agar mampu berperan serta dalam membangun Gereja dan mayarakat, terlebih lagi melibatkan Allah dalam setiap karya kami. Amin.

 

Contemplatio

Pertama, melihat orang banyak itu, tergeraklah hati Yesus oleh belas kasihan kepada mereka, karena mereka lelah dan terlantar seperti domba yang tidak bergembala. Yesus selalu menaruh perhatian terhadap umatNya.

Kedua, 'tuaian memang banyak, tetapi pekerja sedikit. Karena itu mintalah kepada tuan yang empunya tuaian, supaya Ia mengirimkan pekerja-pekerja untuk tuaian itu'. Kita diminta juga ikut bertanggungjawab dalam pembangunan umat Allah. 







Oremus Inter Nos
Marilah Kita Saling Mendoakan

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Pesta Maria mengunjungi Elizabet

Hari Raya Pentakosta

Pesta Santo Stefanus Martir