Senin Pekan Biasa XIV, 8 Juli 2019

Kej 28: 10-22 + Mzm 91 + Mat 9: 9-18

 

 

Lectio

Suatu hari datanglah seorang kepala rumah ibadat, lalu menyembah Dia dan berkata: "Anakku perempuan baru saja meninggal, tetapi datanglah dan letakkanlah tangan-Mu atasnya, maka ia akan hidup." Lalu Yesus pun bangunlah dan mengikuti orang itu bersama-sama dengan murid-murid-Nya. Pada waktu itu seorang perempuan yang sudah dua belas tahun lamanya menderita pendarahan maju mendekati Yesus dari belakang dan menjamah jumbai jubah-Nya. Karena katanya dalam hatinya: "Asal kujamah saja jubah-Nya, aku akan sembuh." Tetapi Yesus berpaling dan memandang dia serta berkata: "Teguhkanlah hatimu, hai anak-Ku, imanmu telah menyelamatkan engkau." Maka sejak saat itu sembuhlah perempuan itu. Ketika Yesus tiba di rumah kepala rumah ibadat itu dan melihat peniup-peniup seruling dan orang banyak ribut, berkatalah Ia: "Pergilah, karena anak ini tidak mati, tetapi tidur." Tetapi mereka menertawakan Dia. Setelah orang banyak itu diusir, Yesus masuk dan memegang tangan anak itu, lalu bangkitlah anak itu. Maka tersiarlah kabar tentang hal itu ke seluruh daerah itu.

 

Meditatio

Jamahan Kristus memberi kehidupan. Itulah salah satu kemiripan dari kedua peristiwa ini. Asal kujamah jubahNya, aku akan sembuh. Inilah iman perempuan. Yesus memegang tangan anak itu, maka bangkitlah dia. Yesus bukan saja menjamah, malah memegangnya. Tentunya kita juga harus ingat iman seorang perwira yang mengatakan katakanlah sepatah kata maka dia akan sembuh (Mat 8: 8).

Asal kujamah jubahNya, saya akan sembuh.  Bukanlah ucapan yang menggampangkan Tuhan. Perempuan itu telah berjuang dan berjuang dalam hidupnya. Duabelas tahun pendarahan; dan tentunya Yesus tahu benar isi hatinya. Sebaliknya kita hanya mengetahui yang tampak dari luar dari semua penampilan sesame. Yesus tahu benar, bahwa anak perempuan kepala rumah ibadat itu tidur dan tidak mati. Tertawalah mereka semua, seperti kita yang melihat penampilan luar seseorang.

 

Oratio

Ya Yesus Kristus, jamahlah diri kami agar semakin merasakan, bahwa Engkau ada di dekat kami. Engkau menyertai kami. Semoga kami juga tidak mudah putus asa dalam berdoa. Amin.

 

Contemplatio

Pertama, 'asal kujamah saja jubah-Nya, aku akan sembuh'. Iman kepercayaan yang hidup.

Kedua, 'teguhkanlah hatimu, hai anak-Ku, imanmu telah menyelamatkan engkau'. Bukan saja kesembuhan yang diperolehnya, tetapi juga keselamatan.

Ketiga, 'pergilah, karena anak ini tidak mati, tetapi tidur'. Kita amat inderawi memang.







Oremus Inter Nos
Marilah Kita Saling Mendoakan

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Pesta Maria mengunjungi Elizabet

Hari Raya Pentakosta

Pesta Santo Stefanus Martir