Senin Pekan Biasa XV, 15 Juli 2019

Kel 1: 8-14 + Mzm 124 + Mat 10: 34-40

 

 

Lectio

Suatu hari bersabdalah Yesus: 'jangan kamu menyangka, bahwa Aku datang untuk membawa damai di atas bumi; Aku datang bukan untuk membawa damai, melainkan pedang. Sebab Aku datang untuk memisahkan orang dari ayahnya, anak perempuan dari ibunya, menantu perempuan dari ibu mertuanya, dan musuh orang ialah orang-orang seisi rumahnya. Barangsiapa mengasihi bapa atau ibunya lebih dari pada-Ku, ia tidak layak bagi-Ku; dan barangsiapa mengasihi anaknya laki-laki atau perempuan lebih dari pada-Ku, ia tidak layak bagi-Ku. Barangsiapa tidak memikul salibnya dan mengikut Aku, ia tidak layak bagi-Ku. Barangsiapa mempertahankan nyawanya, ia akan kehilangan nyawanya, dan barangsiapa kehilangan nyawanya karena Aku, ia akan memperolehnya. Barangsiapa menyambut kamu, ia menyambut Aku, dan barangsiapa menyambut Aku, ia menyambut Dia yang mengutus Aku. Barangsiapa menyambut seorang nabi sebagai nabi, ia akan menerima upah nabi, dan barangsiapa menyambut seorang benar sebagai orang benar, ia akan menerima upah orang benar. Dan barangsiapa memberi air sejuk secangkir saja pun kepada salah seorang yang kecil ini, karena ia murid-Ku, Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya ia tidak akan kehilangan upahnya dari padanya'.

 

Meditatio

Beriman kepada Yesus Tuhan berarti mengikuti Dia, sang Imanuel. 'Barangsiapa tidak memikul salibnya dan mengikut Aku, ia tidak layak bagi-Ku'. Namun inilah persyaratan yang diberikan kepada setiap orang yang percaya dan menguikuti Dia. Percaya kepada Yesus Tuhan berarti seseorang harus berani memikul salib kehidupannya, minimal siap menderita dalam menghadapi aneka tantangan kehidupan, dan hidup seperti Yesus sendiri, yakni melakukan segala yang dilakukanNya.

Beberapa tantangan, pertama, sebagaimana Yesus 'datang bukan untuk membawa damai, melainkan pedang, yang mana Dia datang untuk memisahkan orang dari ayahnya, anak perempuan dari ibunya, menantu perempuan dari ibu mertuanya, dan musuh orang ialah orang-orang seisi rumahnya', maka setiap orang harus siap sedia menghadapi benturan dalam menghayati iman kepercayaan kepadaNya. Tantangan itu datang, bukan dari jauh sana, melaikan dari orang-oranag ada di sekitar kita.

Kedua, mengutamakan Tuhan Yesus dalam setiap tindakan dan karya. 'Barangsiapa mengasihi bapa atau ibunya lebih dari pada-Ku, ia tidak layak bagi-Ku; dan barangsiapa mengasihi anaknya laki-laki atau perempuan lebih dari pada-Ku, ia tidak layak bagi-Ku'. Kenyamanan diri pun harus diabaikan. 'Barangsiapa mempertahankan nyawanya, ia akan kehilangan nyawanya, dan barangsiapa kehilangan nyawanya karena Aku, ia akan memperolehnya'.

Sebaliknya, 'barangsiapa menyambut kamu, ia menyambut Aku, dan barangsiapa menyambut Aku, ia menyambut Dia yang mengutus Aku'.  

          Mengikuti Yesus memang memerlukan kesetiaan; dan semua halangan dan tantangan tidak ada yang sesuai dengan keinginan diri. Tantangan itu malah sengaja disodorkan, sebagaimana dialami orang-orang Ibrani yang tinggal di Mesir (Kel 1).

 

Oratio

Ya Yesus Kristus, kami ingin sekali bebas dari aneka gangguan dan rintangan. Kami ingin semuanya berjalan dengan baik. Ajarilah kami untuk semakin sabar dan rendah hati. Amin.

 

Contemplatio

Pertama, 'Aku datang bukan untuk membawa damai, melainkan pedang'. Setiap orang akhirnya harus siap sedia menghadapi benturan dalam menghayati iman kepercayaan kepadaNya.

Kedua, 'barangsiapa mengasihi bapa atau ibunya lebih dari pada-Ku, ia tidak layak bagi-Ku; dan barangsiapa mengasihi anaknya laki-laki atau perempuan lebih dari pada-Ku, ia tidak layak bagi-Ku'. Kenyamanan diri pun harus diabaikan.  







Oremus Inter Nos
Marilah Kita Saling Mendoakan

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Pesta Maria mengunjungi Elizabet

Hari Raya Pentakosta

Selasa XXX, 26 Oktober 2010